kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Demi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat, Kisah Perjuangan Tak Kenal Lelah Prajurit Asal Papua Saat TMMD ke-116 Digelar

banner 468x60

KabarSelatan.idPerjuangan tak kenal lelah diperlihatkan Tim Satuan Tugas personil Kodim 1425 Jeneponto saat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya menyelesaikan sejumlah pekerjaan infrastruktur TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-116 di Kelurahan Empoang Utara, Kecamatan Binamu, Sulsel.

Tim Satgas TMMD yang berjumlah 150 personil, terdiri 112 TNI AD, 5 personil TNI AU, 5 personil AL,12 personil Polri, 16 orang pegawai Pemda dan 25 warga sipil ini mulai melakukan pekerjaan saat pembukaan TMMD mulai sejak Rabu 10 Mei 2023.

Pemprov Sulsel

Sejak itu pula, para anggota Satgas Kodim 1425, langsung menggeber sejumlah pekerjaan fisik di Kampung Kalakkara.

Mulai proyek pembangunan perintisan Jalan sepanjang 1,75 meter, pembuatan beton berukuran 2×18 meter, pembuatan plat duikker ukuran 1x1x18 meter, pembuatan talud (sesuai dengan kebutuhan dan kondisi jalan) serta Sas Tambahan rehab RTLH ukuran 6×7 meter.

Hari demi hari pun, para Personil Satgas 1425 Jeneponto harus bergelut dengan material, suara mesin molen, suara excavator bahkan terkadang menemui pekerjaan yang medannya sangat sulit.

Apalagi, personil Satgas harus bekerja dibawah teriknya matahari, debu yang kerap beterbangan ditambah angin yang sangat kencang.

Namun hal itu tak menghalangi semangat juang para personil untuk tetap bekerja maksimal demi menuntaskan pekerjaan tersebut. Bahkan Para personel Satgas tidak pernah mengenal hari libur selama TMMD berlangsung.

Harapannya, agar fasilitas yang dibangun segera dinikmati para warga Kelurahan Empoang dan sekitarnya.

Berkat semangat gotong royong yang ditunjukkan anggota Satgas Kodim 1425 Jeneponto bersama Polri, Pemkab Jeneponto dan warga membuat semangat lebih membara untuk berpacu dengan waktu.

Hingga akhirnya seluruh pekerjaan yang ada dapat diselesaikan sesuai dengan target yang ditentukan. Baik program Fisik maupun Non Fisik TMMD.

Semangat dan pengalaman itu pun diceritakan  salah seorang Anggota Satuan Tugas bernama Praka Ferkianus Tecuari saat ditemui oleh Tim Kabarselatan.id disela-sela pekerjaannya dilokasi.

"Pengalamannya sih agak susah-susah gampang, apalagi ini kan bukan jalan tani tetapi jalan yang dirintis TMMD jadi ya jadi luar biasa," ucapnya pada Selasa (06/06) kemarin.

Menurut Tecu, selama bekerja disini, ada salah satu pekerjaan yang paling sulit dan berat untuk dikerjakan tetapi dengan semangat gotong royong, pekerjaan ternyata dapat diselesaikan.

"Yang paling agak berat dikerjakan disini tanjakan,   ini titik rampung yang agak susah dan mungkin agak berat disitu dikerjakan," ungkap Anggota yang berasal dari Papua ini.

Selain itu, Tecu juga merasakan hal yang sama saat mengerjakan pembuatan plat duikker lokasi pengerjaanya dan materialnya berjauhan.

" Pembuatan plat duikker juga agak menyulitkan anggota Satgas karena pengambilan materialnya aga jauh sehingga butuh tenaga ekstra untuk menyelesaikan pekerjaan itu," lanjut Tecu dari Kesatuan 726 ini.

Namun dengan semangat gotong royong dan kekompakan tim semua pekerjaan ini dapat dirampungkan sesuai waktu yang ditentukan.

"Ini berkat gotong royong sehingga kekompakan TNI, Polri, pemerintah dibantu warga pekerjaan dapat diselesaikan dengan luar biasa," ucapnya.

Tecu juga mengakui jika medan pekerjaan TMMD ke 116 Jeneponto jauh lebih berat ketimbang TMMD di Bantaeng. Namun dengan pengalaman itu menjadi bukti TNI bersama Rakyat tetap Kuat," pungkasnya.
 

PDAM Makassar