kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Bupati Maros Tutup Musrenbang RKPD Tingkat Kecamatan Moncongloe

banner 468x60

KabarMakassar.com — Bupati Maros, H.A. S. Chaidir Syam menutup Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tingkat Kecamatan Moncongloe, Selasa,(14/2).

Dihadapan Bupati Maros, Camat Moncongloe, Herwan melaporkan hasil Musrenbang yang menjadi prioritas di tingkat kecamatan merupakan aspirasi masyarakat dari lintas desa.

Pemprov Sulsel

Menurut Herwan, usulan itu diharapkan dapat diwujudkan untuk menghindari ketimpangan dalam pelaksanaan pembangunan.

Di Moncongloe ini, lanjut Herwan, butuh penanganan pada aspek lampu jalan, sampah, pembangunan sekolah dan persoalan saluran pembuangan yang mengarah ke hilir sungai agar tidak terjadi banjir di wilayah Moncongloe tersebut.

Kecamatan Moncongloe yang merupakan lintas daerah dan perbatasan bagi 2 wilayah menjadi sarang pembuangan sampah dari 2 wilayah tersebut.

“Olehnya itu, kita harus mencarikan solusi untuk persoalan ini dan untuk sementara waktu perlu adanya kontainer untuk tempat penampungan sampah, ” bebernya.

Selain itu, ia melanjutkan, masalah banjir. Dimana setiap pengembang yang membangun dari ketinggian sehingga berdampak terjadinya banjir.

Bupati Maros Chaidir Syam, menilai apa yang disampaikan Camat Moncongloe menjadi catatan untuk perkembangan pembangunan di Moncongloe.

“Kenapa? Karena Pak Camat tahu betul kondisi wilayah yang ia pimpin,” ujarnya.

Menurutnya, Musrenbang merupakan forum aspirasi masyarakat untuk mengetahui bagaimana perkembangan pembangunan di desa.

”Kita berharap, program pembangunan yang dibahas pada Musrenbang dapat diwujudkan di desa dan bisa mandiri,” katanya.

Ia juga mengingatkan, bahwa momen Musrenbang merupakan titik awal untuk memajukan pembangunan di Kabupaten Maros dimana beliau dan Wakil Bupati Suhartina Bohari akan menjadikan Maros kedepan menjadi lebih baik melalui visi misi yang telah dicanangkan.

”Kami tentunya tidak mampu melaksanakn visi misi kami tanpa ada partisipasi dari masyarakat dan juga aparatur setempat yang mendukung kami,” bebernya.

Untuk mengimplementasikan hasil Musrenbang tersebut tidak perlu lagi ada lobi ke anggota dewan agar keinginannya dikabulkan.

”Tidak ada lagi seperti itu. Karena semua hasil Musrenbang harus diaudit. Diinput ke aplikasi untuk dijadikan planning ke depan. Harus ada proses yang baik sehingga pembangunan di Kabupaten Maros juga berkualitas,” ungkapnya.

PDAM Makassar