kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

AS-Inggris Melancarkan Serangan Udara ke Yaman

Empat negara membantu AS dan Inggris melancarkan serangan udara besar-besaran ke sejumlah kota di Yaman yang kini dikuasai milisi Houthi. (AFP/BULENT KILIC)
banner 468x60

KabarMakassar.com — Amerika Serikat dan Inggris melancarkan serangan udara besar-besaran ke sejumlah kota di Negara Yaman yang kini dikuasai milisi Houthi pada Jumat (12/1) dini hari.

Serangan dilancarkan AS dan Inggris sebagai balasan atas sabotase hingga pembajakan kapal komersial terkait Israel oleh milisi Houthi di Laut Merah belakangan ini.

Pemprov Sulsel

Ledakan pun terdengar di sejumlah kota di Yaman, tak lama setelah serangan AS-Inggris diluncurkan. Presiden Joe Biden mengonfirmasi serangan AS-Inggris ke Yaman tersebut.

“Ini adalah respons langsung atas serangan-serangan Houthi terhadap kapal-kapal komersial internasional di Laut Merah,” ucap Biden melalui pernyataan Gedung Putih pada Kamis (11/1) sore waktu setempat.

Sementara itu, Politico melaporkan serangan AS-Inggris ini memicu pengerahan kapal perang hingga kapal selam kedua negara ke Laut Merah.

Pejabat Kementerian Pertahanan AS memaparkan serangan AS-Inggris ke Yaman ini juga didukung dan dibantu oleh Kanada, Belanda, hingga Bahrain dan tetangga Indonesia, Australia.

Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak membenarkan bahwa Angkatan Udara Kerajaan Inggris, bersama pasukan AS, menggempur sejumlah titik di Yaman.

Sunak juga mengonfirmasi bantuan dan dukungan “non-operasional” dari Belanda, Kanada, dan Bahrain dalam serangan AS-Inggris ini, seperti dikutip Reuters.

AS sendiri sudah mewanti-wanti Houthi akan melancarkan balasan menyusul serangan milisi tersebut yang menembakkan sekitar 21 rudal ke sejumlah kapal perang Negeri Paman Sam dan Inggris di Laut Merah pada Selasa pekan ini.

Pekan lalu, AS dan 12 negara sekutu mengeluarkan pernyataan bersama berisikan ultimatum bagi Houthi soal potensi serangan balasan imbas sabotase dan provokasinya di Laut Merah belakangan ini. 12 negara sekutu AS itu terdiri dari Inggris, Australia, Kanada, Jerman, dan Jepang.

Tak lama usai laporan serangan AS-Inggris beredar, ledakan besar terdengar di sejumlah kota di Yaman termasuk Hodeidah hingga Ibu Kota Sana’a.

Seorang pejabat Houthi, Abdul Qader Al Mortada, juga mengonfirmasi serangan itu.

Melalui akunX-nya, Al Mortada, mengatakan bahwa serangan tengah berlangsung di beberapa kota di Yaman pada Jumat dini hari waktu setempat.

“Agresi Amerika-Zionis-Inggris terhadap Yaman melancarkan beberapa serangan di ibu kota, Sanaa, Kegubernuran Hodeidah, Saada, dan Dhamar,” kata Al-Mortada di X.

Serangan AS dan Inggris ini menandai eskalasi baru perang Hamas vs Israel sejak 7 Oktober lalu yang meluas.

Sejak Israel menggempur Hamas di Gaza, Houthi ikut-ikutan melancarkan serangkaian serangan ke negara Zionis itu.

Belakangan, Houthi meningkatkan serangan mereka ke Israel dengan mulai menyerang dan membajak kapal-kapal komersial terkait Israel yang melewati Laut Merah.

Houthi mengatakan serangan itu ditujukan demi membela Palestina yang masih digempur secara brutal oleh Israel.

PDAM Makassar