kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

9 KK Terdampak Kebakaran, Pengungsi : Kami Butuh Peralatan Bayi dan Pakaian

banner 468x60

KabarLuwu.com – Sebanyak 37 jiwa dari 9 kepala keluarga  (kk) korban kebakaran mengungsi di halaman kantor Kelurahan Binturu

Sebelumnya kebakaran menghanguskan rumah inde kos dan rumah permanen di jalan Ahmad Razak, pada Selasa (01/02/2022) kemarin.

Pemprov Sulsel

Diketahui dari 8 KK berasal dari Kupang, Nusa Tenggara Timur  yang sedang bekerja sebagai buruh di Kota Palopo, sementara 1 KK adalah warga setempat.

Para korban mulai mendapat bantuan dari sejumlah pihak, salah satunya dari Ppolres Palopo  dengan membawakan sembako dan perlengkapan tidur.

"Hari ini kita berikan bantuan kepada saudara-saudara kita yang ditimpa musibah kebakaran Selasa (01/02/2022) kemarin dan  hari ini kami bersama Bhayangkari Polres Palopo membawa sembako dan perlengkapan tidur yakni kain sarung,” kata Kapolres Palopo, AKBP Muhammad Yusuf Usman, Rabu (02/02/2022).

Yusuf mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut dan dugaan sementara yakni akibat korsleting listrik.

“Tim kami sementara masih melaksanakan proses penyelidikan namun dugaan sementara akibat arus pendek listrik dan itu masih didalami,” ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Binturu, Rajusman mengatakan kebutuhan pengungsi berupa makan dan minum untuk beberapa hari kedepan cukup aman.

“Kalau melihat kondisi saat ini dan adanya bantuan dari berbagai pihak, untuk beberapa hari kedepan cukup aman, disini juga kami menyediakan dapur, air bersih dan tempat mandi,” ujar Rajusman.

Meski sudah mendapat bantuan, namun para pengungsi masih membutuhkan pakaian termasuk perlengkapan bayi dan anak-anak.

Maria Bikepi (39) korban kebakaran yang mengungsi di tenda pengungsian mengatakan saat terjadi kebakaran tak satupun pakaian mereka yang bisa diselamatkan melainkan yang ada di badan saja.

“Sudah 2 hari kami ditampung disini, bantuan sudah ada, namun kami membutuhkan pakaian terutama pakaian dalam, anak-anak kami juga butuh perlengkapan bayi dan anak-anak, karena kami disini ada 3 bayi dan 2 anak-anak yang membutuhkan bantuan, adapula 2 orang mahasiswa,” tutur Maria

Maria menambahkan saat terjadi kebakaran di inde kos, ia dan teman-temannya sedang duduk minum Kopi di luar depan kos, tiba-tiba terlihat api berasal dari atas atap rumah yang membuat mereka panik dan berlarian, saat berlari ia sempat dijatuhi percikan api yang membuat lengan kirinya mengalami luka bakar.

“Apinya dengan cepat meluap dan membakar rumah, semua sudah terbakar, kami hanya pasrah dan menyelamatkan diri sambil berdoa, lengan kiri saya sempat kena percikan api hingga luka,” ucap Maria.

PDAM Makassar