Wisata Unik di Selayar Selain Takabonerate

rumah di kampung tua bitombang

Kabar Makassar — Takabonerate merupakan pulau kecil di Kabupaten Selayar yang menjadi magnet wisatawan untuk berkunjung kesana. Kepulauan Selayar tidak hanya memiliki destinasi wisata bahari seperti Takabonerate, dan Baloiya. Namun Selayar masih memiliki beberapa tempat wisata yang unik, dimana destinasi wisata tersebut bukan berupa pantai akan tetapi sebuah perkampungan di Tua Bitombang.

Perkampungan ini termasuk unik, karena memiliki bangunan yang usianya telah berumur 400 tahun lamanya.

Berbicara tentang kepulauan selayar, yang terbayang dalam fikiran adalah destinasi wisata yang sangat indah. Dimana Selayar ada di provinsi Sulawesi selatan yang terpisah dari daratan pulau.

Baca juga :   Perayaan Maulid Ini Bikin Merinding

Obyek wisata Kampung tertua Tua Bitombang ini berlokasi di daerah dataran tinggi di Kelurahan Bontobangun, Kecamatan Bontoharu. Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke kampung Tua Bitombang dapat ditempuh selama 6 jam dari kota Makassar menggunakan bus.

Bagi para wisatawan yang berkunjung cukup dengan uang 200.000, sudah bisa sampai di lokasi. Sesampainya di lokasi wisatawan akan disuguhi pemandangan berupa
rumah-rumah panggung yang ditopang dengan kayu setinggi15-20 meter. Lebih uniknya lagi kayu-kayu yang menopang rumah tidak lurus dan usianya kini telah mencapai 400 tahun.

Baca juga :   FOTO : Sirkus Internasional Pukau Warga Kota

Meski menjadi obyek wisata bahari dan juga perkampungan tua tersebut, Selayar pun juga memiliki keunikan tersendiri selain keindahan laut dan pantainya. Selayar punya peninggalan sejarah yakni Gong Nekara, benda peninggalan sejarah yang menurut data arkeologi berasal dari pusat kerajaan perunggu pada abad ke 2 SM. Gong ini dibawa ke selayar oleh We Tenri Dio anak ke 2 dari Sawarigeding. Pada masanya alat ini digunakan sebagai simbol pemerintahan dan alat komando. Gong Nekara ditemukan pada abad ke XVII (1868). Selian itu adapula obyek wisata barang barang bersejarah seperti Jangkar dan meriam yang diperkirakan merupakan peninggalan pedagang Cina pada abad 17-18. Konon katanya, Jangkar Raksasa ini milik seorang saudagar China bernama Gowa Liong Hui yang mengadakan pelayaran menggunakan kapal besar dan singgah di Padang pada akhir abad XVII.

Baca juga :   Pariwisata Sulsel Butuh Diversifikasi Industri

Penulis: Indrawan