Langsung ke konten
Lifestyle

Lari Jadi Gaya Hidup Baru Anak Muda Indonesia di 2026

Lari semakin populer di kalangan anak muda Indonesia pada 2026, bukan hanya untuk kebugaran, tetapi juga sebagai gaya hidup dan ruang sosial.

Nofisari Diperbarui
Ilustrasi (Dok: Int)
Ilustrasi (Dok: Int)

KabarMakassar.com - Olahraga lari kini tidak lagi sekadar aktivitas untuk menjaga kebugaran. Pada 2026, lari semakin berkembang menjadi bagian dari gaya hidup anak muda Indonesia.

Tren tersebut terlihat dari semakin banyaknya anak muda yang mengikuti komunitas lari, fun run, hingga berbagai ajang olahraga. Bagi sebagian orang, berlari bersama komunitas bukan hanya tentang mencapai garis finis, tetapi juga menjadi kesempatan untuk bertemu teman baru dan membangun relasi sosial.

Popularitas olahraga lari juga tidak lepas dari perkembangan media sosial. Berbagai konten mengenai running routine, rekomendasi sepatu, running outfit, hingga pengalaman mengikuti lomba membuat aktivitas lari semakin menarik bagi generasi muda.

Lari bahkan mulai menjadi bagian dari ekspresi gaya hidup. Pilihan pakaian, sepatu, hingga perlengkapan olahraga kerap menjadi bagian dari konten yang dibagikan di media sosial.

Menurut survei Asia Pacific Wellness Culture Survey 2026, sebanyak 72 persen Gen Z Indonesia mengaku lebih sering melakukan aktivitas kesehatan dan kebugaran dibandingkan tiga tahun sebelumnya.

Lari menjadi salah satu aktivitas yang semakin populer bersama sejumlah olahraga lain, seperti gym, padel, pickleball, Pilates, futsal, dan hiking.

Meningkatnya minat terhadap berbagai aktivitas tersebut menunjukkan adanya perubahan dalam cara anak muda memandang olahraga. Aktivitas fisik tidak hanya dilakukan untuk menjaga kondisi tubuh, tetapi juga menjadi bagian dari keseharian dan pilihan gaya hidup.

Komunitas menjadi salah satu faktor yang membuat olahraga lari semakin menarik bagi anak muda. Kegiatan berlari bersama memberikan ruang untuk berinteraksi dengan orang lain sekaligus membangun relasi melalui aktivitas yang sama.

Ajang fun run dan perlombaan lari juga memberikan pengalaman sosial yang berbeda. Peserta dapat berolahraga sekaligus menikmati suasana kegiatan bersama orang-orang dengan minat serupa.

Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa olahraga bagi anak muda kini memiliki makna yang lebih luas. Lari tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga menjadi ruang untuk bersosialisasi, membangun komunitas, dan menjalani gaya hidup yang lebih aktif.

 

Penulis: Rinanda Septhi Anastasya

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua