KabarMakassar.com — Duduk berjam-jam di depan buku atau laptop tidak selalu membuat seseorang semakin mudah mengingat materi. Setelah belajar dalam waktu lama, sebagian orang justru dapat merasa informasi yang baru dibaca semakin sulit dipahami dan diingat.
Kondisi tersebut berkaitan dengan kemampuan otak dalam mempertahankan perhatian dan memproses informasi. Ketika belajar dilakukan terus-menerus tanpa jeda, konsentrasi dapat menurun sehingga informasi yang diterima tidak diproses secara optimal.
Hal ini kerap dialami mahasiswa saat menghadapi tugas, ujian, atau mengejar materi dalam waktu singkat. Durasi belajar kemudian ditambah dengan harapan semakin lama belajar, semakin banyak pula materi yang dapat dikuasai.
Padahal, lama waktu belajar bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi keberhasilan memahami materi. Cara belajar, tingkat konsentrasi, kondisi tubuh, hingga waktu istirahat turut berperan dalam proses mengingat.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memberikan jeda di antara sesi belajar. Materi juga dapat dipelajari secara bertahap dan diulang kembali setelah beberapa waktu, daripada memaksakan seluruh materi dalam satu sesi panjang.
Bagi mahasiswa, memahami batas konsentrasi diri dapat membantu menentukan strategi belajar yang lebih sesuai. Ketika membaca berulang kali tetapi materi semakin sulit dipahami, mengambil jeda sejenak dapat menjadi pilihan sebelum kembali melanjutkan aktivitas belajar.
Dengan mengatur durasi belajar dan waktu istirahat secara seimbang, proses belajar dapat dilakukan secara lebih teratur tanpa hanya mengandalkan lamanya waktu yang dihabiskan di depan buku atau laptop.
Penulis: Fauziah Revalina