Warga Perumahan Phinisi Nusantara Residence Berlakukan Lockdown Satu Pekan Lalu

Perumahan Phinisi Nusantara Residence (foto/INT)

KabarMakassar.com — Partisipasi masyarakat dalam melakukan penanganan dan pencegahan Covid-19 telah dilakukan pada sejumlah wilayah yang ada di Kota Makassar.

Sebagai contoh, Perumahan Phinisi Nusantara Residence yang berada di Jalan Rumah Sakit Islam Faisal itu telah melaksanakan lockdown mandiri sejak satu pekan lalu.

Hal itu disampaikan oleh salah satu penghuni Perumahan Phinisi Nusantara Residence, Armin Mustamin Toputiri. Ia mengaku jika diperumahannya tersebut banyak yang berprofesi sebagai dokter.

“Kami di sini sudah satu pekan lokcdown mandiri, kebetulan memang model cluster, dan banyak warga kebetulan berprofesi sebagai dokter, termasuk dr Farid Husain,” kata Armin, Minggu (29/3).

Mantan anggota DPRD Sulsel itu mengatakan bahwa sejak diberlakukan lockdown mandiri, seluruh warga di larang menerima tamu dan Satpam diberikan kewenangan untuk melakukan penertiban.

“Jadi kami di sini itu sudah satu pekan dilarang menerima tamu dari luar, Satpam pun cukup ketat untuk menertibkan dan menjaga pintu gerbang perumahan,” jelasnya.

Ia mengaku keputusan lockdown di perumahannya itu berdasarkan hasil rapat bersama seluruh warga penghuni perumahan. Kemudian, kata dia, para dokter yang tinggal memberikan arahan.

“Jadi sebelum diberlakukan lockdown di sini, kami melakukan rapat bersama warga dan menghasilkan kesepakatan untuk dilakukan lockdown mandiri. Dalam rapat itu juga diberi arahan dokter penghuni kompleks,” pungkasnya.

Sebelumnya, Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb dengan tegas membantah kabar yang menyebut Pemkot Makassar akan melakukan lockdown dan menutup total pintu akses keluar-masuk ke Kota Makassar, baik melalui jalur darat, laut maupun udara.

Iqbal tak menampik, ada beberapa pihak yang memang menyarankan dan meminta agar dilakukan lockdown di Kota Makassar untuk menghentikan penyebaran Virus Corona (Covid-19). Namun, Iqbal menyatakan jika hal itu tak mungkin dilakukan secara keseluruhan.

“Secara keseluruhan itu tidak mungkin kita lakukan lockdown, karena Makassar ini ibukota provinsi sekaligus kota transit dari barat ke timur, begitu juga sebaliknya,” tegas Iqbal, Jumat (27/3).

“Tetapi yang sedang kita rencanakan adalah karantina parsial, yakni menutup akses keluar dan masuk pada pemukiman atau perumahan yang teridentifikasi ada warga dengan status PDP atau positif,” sambungnya.

Reporter :

Editor :

Redaksi

Sofyan Basri

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI