Warga Dihimbau Berhenti Mengonsumsi Kelelawar

Virus Corona itu secara alamiah ada di Kelelawar. Tapi bagi Kelelawar itu tidak menimbulkan penyakit bagi dirinya (/int)

KabarMakassar.com — Sejak mewabahnya Virus Corona (2019-nCoV) Desember lalu yang masih terus menjadi perbincangan di Dunia, banyak beredar kabar jika penularan Virus ini berasal dari Hewan khususnya Kelelawar.

Menurut Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Sulselbar, Drh Agung Pj Wahyuda, menghimbau masyarakat untuk berhenti mengkonsumsi hewan-hewan liar seperti Kelelawar. “Bagi teman-teman kita yang makan, kami menyarankan jangan dikonsumsi. Tidak ada jalan lain untuk saat ini. Puasalah beberapa hari ini,” himbau Agung saat ditemui, Rabu (6/2).

Pasalnya Virus Corona secara alamiah terkandung dalam tubuh hewan seperti Kelelawar, Kucing, dan Anjing. “Virus Corona itu secara alamiah ada di Kelelawar. Tapi bagi Kelelawar itu tidak menimbulkan penyakit bagi dirinya. Tak hanya itu juga, ada di Kucing dan Anjing” tambahnya.

Namun, menurutnya Virus Corona yang ada di tubuh Kelelawar di Indonesia berbeda dengan jenis Virus Corona yang ada di Wuhan. “Corona yang di Wuhan itu disebut 2019-nCoV atau Novel CoronaVirus. Kalau Corona yang lain bisa saja ada. Beberapa Virus di Kelelawar ada yang bukan Corona tapi sekali lagi itu bukan 2019 NcoV. Di Indonesia itu tidak ada. Beda karena dia bukan 2019 NcoV,” paparnya.

Menurutnya Virus Corona yang ada di tubuh kucing memiliki tipe FIVP, dan FCoV sementara pada anjing dengan tipe CCOV. Ia juga menjelaskan jika tidak semua Virus Corona dapat ditularkan ke manusia yang dapat berdampak seperti pada kasus di Wuhan China.

Menurunya Virus Corona yang bersifat dapat ditularkan ke manusia yang berbahaya selain jenis 2019-NCoV juga ada jenis HCoV-229E, HCoV-OC43, dan SARS. “Di manusia juga ada tapi sekali lagi, dia bukan tipe 2019-NcoV. Makanya orang kan sering bingung ada Corona di mana-mana. Padahal Corona itu umum karena dia cuma bentukan Virus yang menyerupai Corona atau crown,” terangnya.

Namun saat ditanya terkait bagaimana proses penularannya Virus yang telah mengakibatkan 493 orang meregang nyawa ini, Agung belum bisa memastikan. Namun diduga kuat akibat pola hidup masyarakat di China yang menjadikan Kelelawar salah satu bahan makanannya.

“Mereka beradaptasi dengan lingkungan. Akhirnya bermutasilah karena cara makan dan hidup manusia di Cina sehingga besar dugaanya kalau dlihat dari berapa laporan-laporan, salah satunya karena cara makan mereka yang harusnya bukan untuk dimakan,” paparnya.

Setidaknya sampai saat ini tercatat sebanyak 24.505 orang terinfeksi Virus Corona yang tersebar di seluruh dunia. Sementara Virus ini telah menelan korban jiwa sebesar 493 orang.

Reporter :

Editor :

Herlin

Andi Fitrayadi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI