Video: Kericuhan saat Masyarakat Adat Kajang Bertahan Meski Diusir PT Lonsum

KabarMakassar.com -- Masyarakat adat kajang kabupaten Bulukumba yang bertahan di salahsatu gubuk di Desa Tamatto bersikeras tak mau meninggalkan lokasi. Dimana sebelumnya pihak PT. London Sumatera (Lonsum) meminta bantuan aparat kepolisian untuk melakukan pendampingan pembersihan lahan di Desa Tamatto, Sabtu (2/3).

Kericuhan pun tak terhindarkan saat ratusan buruh PT Lonsum bersama aparat kepolisian turun langsung membongkar gubuk yang diduduki selama lima bulan oleh oelh penggugat yakni Amiruddin yang bersitegang tetap tinggal digubuk tersebut.

Pengusiran paksa pun dilakukan, bahkan Amiruddin yang juga merupakan ketua ranting AGRA Desa Tamatto berteriak dan tak mau tanah milik leluhurnya diambil paksa oleh pihak perusahaan PT Lonsum di lahan seluas 30 hektar.

Amiruddin mengamuk terus mengatakan akan bertahan dan ingin mati di lahan yang dikuasai PT Lonsum, dimana ia mengklaim lahan tersebut merupakan tanah ulayat Adat Kajang dan bahkan mereka sebelumnya sudah mendapat restu dari Kepala Suku Kajang Ammatoa untuk bertahan dilokasi.

"Biar saya mati saya tetap disini,” teriak Amiruddin.

Saat Amiruddin diturunkan paksa, warga pun nyarius bentrok dengan para buruh, namun beruntung aparat kepolisian mengamankan Amiruddin dan alhasil beberapa gubuk yang berada di lahan tersebut dibongkar paksa.

Usai dibongkar beberapa ibu-ibu pengguggat yang ikut dalam aksi pendudukan tersebut, hanya bisa berteriak dan menangis meminta keadilan kepada pemerintah.

Diketahui jika aksi yang dilakukan oleh Warga Suku Kajang tersebut di lahan Desa Tamatto sejak September 2018 lalu.