Perusda
Bank SUlsel Bar

Seruan Lampu Kuning Kebebasan Berekspresi di Kampus

on 8/2/18 Oleh Hendra N. Arthur

KabarMakassar.com --- Sejumlah korban kebebasan berekspresi dan berpendapat di kampus-kampus bersama elemen aktifis kemanusiaan dan lembaga melakukan Aksi Kamisan Makassar di depan Monumen Mandala Makassar, Kamis 8 Februari 2018 hari ini.

Dalam aksi itu mereka melayangkan protes atas perlakuan pihak rektorat yang melakukan upaya intimidasi kepada mahasiswa yang kritis melalui ancaman skorsing, drop out hingga kriminalisasi mahasiswa.

Aksi Kamisan Makassar Ke-10 ini digelar dengan menggunakan atribut perlawanan berupa payung hitam sebagai bentuk protes rekan-rekan mahasiswa atas dibungkamnya kebebasan berpendapat di lingkungan kampus.

Pada Aksi Kamisan Makassar ke-10 ini kami menyatakan sikap:

  1. Stop pembungkaman dan kriminalisasi mahasiswa dan dosen yang kritis di kampus-kampus
  2. Mendesak Rektor Unhas mencabut skorsing 2 semester yang dialami Rezki Ameliyah dan Mohammad Nur Fiqri.
  3. Mendesak Rektor UIM mencabut SK DO terhadap Bakrisal Rospa dan Henry Foord Jebss serta rekannya. UIM harus segera melaksanakan putusan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Makassar yang memenangkan gugatan tiga mahasiswa UIM yang di-DO.
  4. Hentikan proses penyidikan yang dialami Dr Irwanti Said. 
  5. Meminta semua pihak, terlebih para birokrat kampus, dapat menghargai kebebasan berekspresi dan berpendapat sivitasnya.