Video: BP2M Promosikan Kapal Phinisi di Losari

KabarMakassar.com — Badan Promosi Pariwisata Makassar (BP2M) memperkenalkan atraksi kapal tradisional kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan yang akan di rekomendasikan menjadi destinasi baru di anjungan Pantai Losari Makassar, Kamis 14 Desember 2017.

Kapal Phinisi Bagi Negeri yang merupakan perahu wisata yang dikelola putra daerah ini akan dijadikan salah satu objek menarik bagi wisatawan yang berkunjung di kota ini.

Menurut Direktur Eksekutif BP2M Iin Joesoef Madjid, sejumlah industri, komunitas, government hingga kalangan media telah sepakat mendorong promosi melalui pendekatan potensi kearifan lokal daerah seperti kapal phinisi.

Apalagi, lanjutnya kapal pinisi masuk ke dalam nominasi warisan budaya dunia oleh United Nation Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Baca juga :   Tita Kamila Terpilih Sebagai Duta Humas Pemkot Makassar

“Melalui kegiatan promosi BP2M melalui pemetaan atraksi dan objek wisata. Kami juga ingin mendorong agar Phinisi bisa memenuhi syarat. Sehingga kapal legendaris Sulsel ini bisa diberi gelar warisan budaya dunia lasngung dari UNESCO, di Paris, Prancis,” ujarnya di sela-sela BP2M trip yang dilakukan di Makassar, Kamis, 12 Desember 2017.

Selain kapal phinisi, tim BP2M juga mengunjungi salah satu destinasi baru di Makassar yang ternyata memiliki atraksi menarik. “Siapa bilang kampung warna-warni cuman ada di Kota Malang. Kita harus bangga di Makassar juga ada lorong warna-warni yang terletak di Kecamatan Rappocini,” promosinya.

Baca juga :   Wagub Sulsel Minta Disbudpar untuk Fokus Wisata Alam

Selain itu, BP2M juga mengajak unsur PentaHelix yakni komunitas Makassar Tourism Community atau dikenal dengan Matic, ikut terlibat dalam kegiatan pemetaan destinasi dan atraksi baru di Kota Makassar.

Tim PentaHelix BP2M kunjungi lorong warna-warni di Kecamatan Rappocini Makassar, Kamis, (14/12/2017). Foto: Dok. Matic

Hal ini seperti disampaikan Sekertaris BP2M Joko Budi Jaya saat melakukan kunjungan bersama tim PentaHelix BP2M. Menurutnya komunitas Matic yang dibentuk BP2M, adalah bagian dari kepeduliaan pelaku industri pariwisata di Kota Makassar mencetak generasi pelanjut tokoh-tokoh pariwisata daerah.

“Kita sudah punya beberapa tokoh industri yang cukup disegani seperti Andi Ilhamsyah Mattalatta, Razak Djalle, Bachtiar Manaba, Anggiat Sinaga dan sejumlah tokoh lainnya. Paling tidak melalui komunitas ini akan lahir tokoh-tokoh muda yang bisa mengganti posisi mereka,” ujarnya.

Baca juga :   Prihatin Generasi Milenial, Maman Suherman Curhat di Makassar

Apalagi, lanjutnya di era milenial dan generasi X yang akan masuk ke generasi Y ini, promosi pariwisata sepenuhnya akan menggunakan teknologi tinggi. “Promotion digital sangat dibutuhkan saat ini. Era media mainstream sudah bergeser ke era sosial media. Generasi mereka sangat paham dengan resource tersebut,” ucapnya. (*/nck)

Penulis Hendra Nick Arthur