Update Kasus Covid-19 di Sulsel: 139 ODP, 53 PDP, 2 Positif

Ilustrasi - INT

KabarMakassar.com — Jumlah kasus Covid-19 di Sulsel terus bertambah, berdasarkan data terbaru yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel melalui laman covid19.sulselprov.go.id, hingga hingga Senin (23/3) pukul 09:48 WITA, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah sebanyak 25 orang dari yang sebelumnya di hari yang sama pukul 14.24 WITA dilaporkan 114 orang, kini menjadi 139 orang (118 dalam proses pemantauan, 21 selesai pemantauan).

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga bertambah 24 orang, dari yang sebelumnya 29 menjadi 53 orang (46 masih dirawat, 7 lainnya sudah dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang). Sementara untuk pasien positif tak ada penambahan. Jumlahnya masih tetap 2 orang, dimana 1 diantaranya meninggal sebelum diketahui jika yang bersangkutan positif Covid-19 dan 1 lagi masih menjalani perawatan di RSUP Wahidin Sudirohusodo.

Kepala Bidang Pelayanan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Husni Thamrin mengatakan, ada satu Rumah Sakit (RS) yang saat ini sedang dipersiapkan sebagai tambahan dari 7 RS rujukan maupun penyangga di Kota Makassar yang sudah ditunjuk sebelumnya.

“RS Sayang Rakyat sementara dalam persiapan (untuk dijadikan RS rujukan/penyangga penanaganan Covid-19), semoga bisa segera selesai persiapannya dalam waktu dekat,” kata Husni.

Perihal kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) untuk para dokter dan tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 di sejumlah RS yang ada Sulsel, Husni mengatakan, pihak Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel terus berkoordinasi dengan Badan Penganggulangan Bencana (BPBD dan BNPB) dan pemerintah pusat untuk pengadaan APD tersebut.

“Sementara diupayakan menyangkut APD. Teman-teman di Dinkes senantiasa berkoordinasi dengan badan penanggulangan bencana dan pemerintah pusat untuk pengadaannya. Berangsur-angsur APD ini datang (dikirimkan), tapi masih terbatas. Tapi kalau untuk DOkter dan tenaga medis yang melakukan penanganan terhadap pasien PDP itu masih cukup,” ujarnya.

Husni juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi-informasi yang beredar. Pasalnya menurut dia, tak sedikit informasi tidak benar dan menyesatkan yang beredar khususnya di media sosial.

“Yang harus sama-sama kita tekankan dan kita pahami, yang bisa memvonis seseorang itu positif atau tidak hanya hasil lab. Tidak ada yang lain. Tim kami juga terus melakukan pelacakan dan penelusuran di lapangan agar kita bisa sama-sama memutus rantai penyebaran virus ini,” tuturnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Selatan, Ichsan Mustari mengatakan, penambahan jumlah ODP ini merupakan hasil dari contact tracing atau penelusuran yang dilakukan oleh tim gugus tugas penanganan Covid-19 di seluruh daerah di Sulsel.

“Iya benar bertambah jumlah ODP dan PDP. Ini kan sekarang di Sulsel sudah local transmission, makanya tim kita juga di lapangan masih terus melakukan penelusuran atau contact tracing,” kata Ichsan.

“Tapi mereka (ODP) ini kan sekarang tidak semuanya dirawat di RS. Banyak yang hanya kita minta melakukan isolasi mandiri di rumah,” terangnya.

Olehnya itu, Ichsan mengimbau seluruh masyarakat yang ada di Sulsel agar mengikuti imbauan pemerintah untuk mengurangi aktifitas di luar rumah atau menerapkan social distancing dan isolasi mandiri jika tidak ada keperluan yang benar-benar mendesak.

“Makanya kita berharap masyarakat itu benar-benar bisa mengikuti imbauan pemerintah, isolasi mandiri dan benar-benar menerapkan social distancing. Itu yang kita harapkan agar kita bisa sama-sama meminimalisir penyebaran Covid-19 ini di Sulsel,” pungkasnya.

Reporter :

Editor :

Redaksi

Firdaus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI