Update Covid-19 di Sulsel 30 Maret: 50 Positif, 105 PDP, 620 ODP

Ilustrasi - INT

KabarMakassar.com — Jumlah kasus Virus Corona (Covid-19) di Sulawesi Selatan (Sulsel) terus bertambah. Berdasarkan data yang dirilis di laman http://covid19.sulselprov.go.id, hingga Senin (30/3) pukul 17:05 WITA, jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel sudah sebanyak 50 orang (46 dirawat, 4 meninggal).

50 kasus positif Covid-19 tersebut tersebar (asal daerah pasien) di Makassar 36 orang, Gowa 6 orang, Maros 3 orang, Sidrap 2 orang, Pinrang 1 orang, Bulukumba 1 orang, dan Luwu Timur 1 orang.

Sementara untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada sebanyak 620 orang (583 proses pemantauan, 37 selesai pemantauan), Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada sebanyak 105 orang (96 masih dirawat, 8 pulang dan sehat, 1 meninggal).

Sebelumnya, Panglima Kodam (Pangdam) XIV Hasanuddin yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sulsel, Mayjen TNI Andi Sumangerukka mengaku, pihaknya terus berupaya melakukan sejumlah langkah-langkah untuk menekan maupun menghambat penularan Covid-19 di Sulsel.

Menurut dia, saat ini setidaknya ada 4 daerah di Sulsel yang disinyalir oleh pihaknya sebagai daerah pandemi Covid-19.

“Kita sekarang sedang melakukan mapping daerah-daerah yang kita anggap bahwa ada pendemi disitu. Sehingga ada langkah khusus yang akan kita lakukan disitu. Malam ini kita akan finalkan 4 daerah itu,” kata Sumangerukka melalui video conference, Ahad (29/3) kemarin

Meski belum mau menyebutkan secara jelas nama daerah yang dimaksud, namun Sumangerukka membeberkan indikator yang menyebabkan 4 daerah tersebut disinyalir sebagai daerah pandemi Covid-19 di Sulsel.

“Bisa dilihat dari banyaknya jumlah pasien positif, jumlah korban meninggal, termasuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP),” terangnya.

Perihal apakah nantinya akan dilakukan lockdown di 4 daerah pandemi Covid-19 di Sulsel tersebut, Sumangerukka mengatakan, hal itu bukan kewenangan GTPP Covid-19.

“Kita hanya menyampaikan data hasil identifikasi kita ke pemerintah daerah setempat, kalau bicara tentang lockdown itu kita serahkan kepada pemerintah daerah. Itu bukan kewenangan GTPP Covid-19 Provinsi Sulsel. Kepala daerah dan jajarannya yang menentukan. Tidak menutup kemungkinan kedepan ada pembatasan kegiatan di daerah-daerah tersebut,” ujarnya.

Sekadar diketahui, GTPP Covid-19 Provinsi Sulsel telah melakukan sejumlah langkah preventif untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Sulsel.

Selain membangun sistem informasi teknologi (IT) yang terkoneksi dengan seluruh rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 yang ada di wilayah Sulsel, GTPP Covid-19 Provinsi Sulsel juga akan menggunakan drone (pesawat tanpa awak yang dikendalikan dari jarak jauh) yang diterbangkan ke lokasi atau daerah padat, untuk mendeteksi atau mengidentifikasi warga yang terindikasi terpapar Covid-19.

Reporter :

Editor :

Firdaus

-

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI