Uniknya Lukisan dari Serbut Sabuk Kelapa

Febri Yunarta, Pengrajin Lukisan dari Serbut sabut kelapa [Foto: Wulandari]

Kabar Makassar– Seiring perkembangan era globalisasi, berbagai media dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkreatifitas dan membuat barang yang tadinya tidak bermanfaat banyak menjadi indah untuk di pandang dan memiliki nilai jual yang tinggi.

Seperti halnya yang dilakukan oleh salah seorangn pengrajin, Febri Yunarta dari Deli Serdang, Sumatera Utara yang menyulap sabut kelapa tua menjadi dan ijuk menjadi lukisan, miniatur hewan, sikat, cocobristle, cocofiber, dan kursi hanger yang bernilai jual tinggi.

Untuk menghasilakan satu lukisan dengan ukuran 60×80 cm, Febri membutuhkan waktu selama kurang lebih satu minggu. Lukisan yang terbuat dari serat sabut kelapa ini membutuhkan proses pewarnaan berdasarkan degredasi dari warna sabut itu sendri yaitu warna kuning dari sabut kelapa muda, warna coklat dari sabut kelapa yang setengah tua, cokelat tua dari sabut kalapa tua, dan warna hitam dari ijuk.

Baca juga :   Ternyata Nasi Goreng Berasal Dari Tionghoa

Agar kualitas dari lukisan yang dihasilkan tetap awet mulanya sabut kelapa dijemur dibawah terik matahari, setelah kering betul sabut kelapa lalu dihancurkan hingga menghasilkan sebutan yang sempurna sebelum di olah menjadi satu kreasi yang indah.

“Pengerjaan untuk lukisan itu biasanya dikerjakan selama satu minggu tergantung tingkat kesulitan dari sketsa wajah atau gambar. Untuk menghasilkan yang seperti ini kita menggunakan alat khusus untuk memotong sesuai dengan ukurannya,” kata Febri kepada KabarMakassar.com. Rabu 12 Juli 2017.

Baca juga :   Hotel Aston Hadirkan Promo Menarik Tahun Baru

Ia menjelaskan inspirasinya untuk membuat lukisan dan berbagai miniatur hewan itu bermula saat ia menjadi pengrajin kursi dan hanger kayu, lalu kemudian ia melihat masyarakat yang sering membuang dan membakar sabut kelapa sehinnga ia berinisiatif untuk mengolah sabut kelapa tersebut.

“Awalnya itu, kan sabut kelapa yang sudah tidak dipakai itu biasanya dibakar. Tapi asap pembakarannya itu menganggu, jadi saya pikir kenapa tidak diolah saja sabut kelapanya,” ujarnya.

Selama membuka usaha Cofiber Art sejak Januari 2016 lalu, Febri mengaku di bantu oleh beberapa karyawan tapi hanya untuk membuat sikat atau brush dari sabut kelapa.

“dibanu oleh beberapa orang tapi itu hanya membuat sikat dari sabut kelapa itu, kalau untuk lukisan ini saya mengerjakan sendiri. Biasanya saya juga ke sekolah sekolah untuk mengajarkan membuat lukisan sketsa saja,” imbuhnya.

Baca juga :   Pemeran Film Filosofi Kopi 2 Kagumi Toraja

Lukisan dari serbut sabut kelapa ini sendiri di banderol dengan harga mulai dari ratusan ribu rupiah hingga puluhan juta rupiah tergantung dari ukuran dan tingkat kesulitan desain lukisan yang diingikan pelanggannya.

Foto: Wulandari

[divider sc_id=”sc1139260753962″]divider-3[/divider]

[team layout=”4″ staff=”1694″ sc_id=”sc767340076407″]