Ukiran Toraja Dipersoalkan, Hotel Four Points Buat Klarifikasi

(Ist.)

KabarMakassar.Com, Toraja — Hotel Four Points Makassar akhirnya memberikan klarifikasi terkait polemik ukiran Toraja yang berada di lantai 1 hotel berbintang tersebut dianggap di salah gunakan oleh manajemen hotel.

Pihak menajemen menjelaska  ukiran yang menyerupai ukiran Toraja “Pa’rapuan” itu ternyata menjadi logo milik hotel tersebut.

Marketing Communication (Marcom) Hotel Four Points Makassar, Hardika Prayogo Rivai mengatakan jika ukiran yang berada di lantai satu hotel tersebut adalah lambang atau logo dari Four Points. Dimana lambang tersebut adalah model dari kincir angin.

Baca juga :   Panwascam Ini Tolak Calon PPL Titipan

“Kami dari pihak hotel sama sekali tidak bermaksud menyalahgunakan lambang kode etnik dari sebuah kebudayaan, gambar yang tertera di karpet kami itu adalah lambang dari Hotel Four Points by Sheraton kami sendiri” kata Dika sapaan akrab Marcom Four Points Hotel.

Sebelumnya Pemerhati Budaya Toraja mengkritisi karpet yang menyerupai ukiran Toraja “Pa’Rapuan” di lantai dasar hotel berbintang empat tersebut. Dimana sebelumnya diberitakan KabarToraja.com jika ukiran tersebut menuai protes karena Hotel Four Points Makassar menepatkannya di lantai dasar.

Baca juga :   Identitas Unhas: Oknum TNI Sempat Memukul Pewarta Kampus

Pemerhati Budaya Toraja, Belo Tarran sebelumnya mengatakan jika sangat tidak etis jika karpet berukir toraja tersebut ditempatkan di lantai, karena diinjak setiap yang melintas. “Kami salut terhadap manajemen tersebut yang mau memperkenalkan Toraja lewat ukiran. Tapi bagi saya kurang etis, karena dijadikan karpet yang akibatnya diinjak oleh setiap orang yang melaluinya,” tegas Belo.

Namun hal tersebut diklarifikasi pihak hotel, jika lambang tersebut memang menyerupai ukiran Toraja. Namun ukiran yang dimaksud adalah logo atau lambang hotel Four Points yang tertera di karpet, baik di lantai dasar hingga di kamar hotel tersebut.(*/Mfn)

Baca juga :   Bank Sulselbar Dukung Kebijakan Transaksi Non-tunai

Penulis: Fritz V. Wongkar