Tunggu Hasil Pemeriksaan KKP, MV Coral Adventurer Berlabuh di Zona Karantina

Tim dari KKP Kelas 1 Makassar melakukan pemeriksaan dokumen dan kesehatan tehadap 35 ABK dan 47 orang penumpang di atas Kapal Pesiar MV Coral Adventurer, Selasa (11/3). (Foto: Dok. KKP Kelas 1 Makassar)

KabarMakassar.com — Kapal Pesiar asal Australia, MV Coral Adventurer yang sebelumnya sempat ditolak untuk bersandar di Pelabuhan Palopo dan Bulukumba, tiba di perairan Makassar, Selasa (10/3) malam sekira pukul 22.00 WITA.

Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut, Operasi dan Tata Usaha Kepelabuhanan Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar, Sirajudin mengatakan, MV Coral Adventurer ini datang lebih cepat dari waktu yang digendakan, yakni Rabu (11/3) siang.

“MV Coral Adventurer ini ternyata tidak menyinggahi beberapa daerah sesuai literary yang telah beredar, makanya kapal ini tiba lebih awal dari rencana sebelumnya,” kata Sirajuddin, Rabu (11/3) sore.

Menurut Sirajuddin, sejak tiba di perairan Makassar malam tadi hingga saat ini, MV Coral Adventurer yang mengangkut 35 ABK dan 47 orang penumpang itu masih berada di zona karantina, yaitu di jarak 2 mil di luar dermaga (pelabuhan) Kota Makassar, dan belum mendapat izin untuk berlabuh di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar.

Pihaknya, kata dia, masih menunggu hasil pemeriksaan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Makassar yang siang tadi telah menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh ABK dan penumpang kapal tersebut.

“Saat ini MV Coral Adventure masih berlabuh pada zona pemeriksaan karantina (zona labuh). Untuk (mengeluarkan izin) bersandar (di pelabuhan Makassar), kami menunggu hasil pemeriksaan dari KKP,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala KKP Kelas 1 Makassar, Darmawali Handoko mengatakan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh kepada crew (ABK) dan passenger (penumpang) yang ada di kapal MV Coral Adventurer tersebut.

“Pemeriksaan dokumen, riwayat perjalanan, faktor resiko kebersihan dan serangga, obat-obatan, standar yang dilakukan, sambil ditambah kewaspadaan COVID-19,” kata Darmawali.

Jika berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut tidak ditemukan adanya indikasi ke arah COVID-19, penyakit menular atau penyakit yang harus dikarantina, barulah kapal tersebut akan mendapat rekomendasi untuk diizinkan berlabuh atau bersandar di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar.

“Kalau memang tidak ada gejala atau indikasi ke arah COVID-19 serta penyakit atau faktor resiko yang potensi kedaruratan kesehatan masyarakat, maka kapal akan kita rekoemndasikan untuk diizinkan berlabuh (di Pelabuhan Makassar),” ujarnya.

Reporter :

Editor :

Herlin

Firdaus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI