Tunggu Arahan Gubernur jadi Alasan Pemkab Pinrang Belum Liburkan Sekolah

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Pinrang belum memutuskan untuk meliburkan aktifitas proses belajar mengajar di seluruh sekolah mulai tingkat TK/RA, SD/MI dan SMP/MTs yang ada di wilayahnya, seperti yang beberapa daerah lainnya di Sulsel sudah lakukan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan penularan Virus Corona (Covid-19).

“Belum ada libur (sekolah) ini, dan akan ditindak lanjuti. Belum ada arahan langsung dari gubernur. Kita menunggu, apakah diliburkan, sementara ada ujian SMK/SMA sederajat. Untuk SD, SMP mungkin satu dua hari kita lihat dulu regulasinya,” kata Sekda Kabupaten Pinrang, Andi Budaya, Senin (16/3).

Meski begitu, lanjut Andi Budaya, sesuai imbauan Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid, untuk menghindari penyebaran Covid-19, absensi elektronik (fingerprint) untuk ASN di lingkup Pemkab Pinrang untuk sementara ditiadakan.

Bupati Pinrang, kata dia, juga melarang para ASN meninggalkan Pinrang atau berkunjung ke daerah-daerah yang terpapar Covid-19.

“Untuk menghindari Covid-19. Untuk ASN ditiadakan absen elektronik (fingerprint). Sementara digantikan dengan absen manual,” ungkapnya.

“Tadi apel pagi dipimpin kadis kesehatan sudah disampaikan ke ASN, agar menghindari kerumunan orang banyak, tidak tinggalkan Pinrang sesuai intruksi Pak Bupati. Termasuk tidak bersalaman atau kontak fisik sesuai aturan WHO, dan jika dirasakan ada gejala, disarankan untuk periksa di Puskesmas terdekat,” ujarnya.

Sekadar diketahui, pemerintah pusat telah menetapkan wabah Covid-19 sebagai bencana nassional nonalam sejak 14 Maret kemarin. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada Ahad (15/3) kemarin juga telah meminta kepada seluruh kepala daerah di Indonesia untuk terus memonitor kondisi dan berkonsultasi dengan pakar medis dalam menelaah situasi di daerahnya masing-masing.

Selain itu, Jokowi juga meminta seluruh kepala daerah di Indonesia untuk terus berkonsultansi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menentukan status daerahnya masing-masing apakah masuk kategori siaga darurat ataukah tanggap darurat bencana non-alam.

Berdasarkan status kedaruratan daerah tersebut, jajaran pemerintah daerah dibantu TNI dan Polri serta dukungan dari pemerintah pusat selanjutnya diminta untuk melakukan langkah yang efektif dan efisien dalam menangani penyebaran serta dampak Covid-19. Mulai dari membuat kebijakan tentang proses belajar dari rumah bagi pelajar dan mahasiswa; membuat kebijakan tentang sebagian ASN bisa bekerja di rumah dengan menggunakan interaksi on-line dengan tetap mengutamakan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

“Dengan kondisi ini, saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah. Inilah saatnya bekerja bersama-sama, saling tolong menolong dan bersatu padu, gotong royong. Kita ingin ini menjadi sebuah gerakan masyarakat agar masalah Covid-19 ini bisa tertangani dengan maksimal,” kata Jokowi di Istana Bogor.

Jokowi juga meiminta kepala daerah untuk menunda kegiatan-kegiatan yang melibatkan peserta banyak orang, dan meningkatkan pelayanan penge-test-an infeksi Covid-19 serta pengobatan secara maksimal, dengan memanfaatkan kemampuan Rumah Sakit daerah dan bekerja sama dengan Rumah Sakit swasta serta lembaga riset dan pendidikan tinggi yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan.

“Saya sudah perintahkan untuk memberikan dukungan anggaran yang memadai untuk digunakan secara efektif dan efisien,” ujarnya.

Jokowi menjelaskan, instruksi untuk memberikan dukungan anggara tersebut merujuk pada UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang memungkinkan pemerintah dan pemerintah daerah untuk memprioritaskan dan menggunakan anggaran secara cepat.

Selain itu, kata dia, Menteri Keuangan juga sudah mengeluarkan peraturan dan pedoman untuk penyediaan anggaran yang diperlukan oleh seluruh Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah serta gugus tugas percepatan penanganan Covid-19.

“Peraturan ini memberikan landasan hukum agar pihak yang relevan dapat menggunakan anggarannya dan mengajukan kebutuhan anggaran tambahan untuk menangani tantangan penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Reporter :

Editor :

Rudi Hartono

Firdaus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI