Tunggakan Pelanggan Tembus Rp20 Miliar,  Kajari Akan Kejar Pelanggan Nakal 

Kepala Kejaksaan Negeri Makassar, Dicky Rahmat Rahardji. [Foto: Imran Arief]

KabarMakassar.com — Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar merilis tunggakan pelanggan perusahaan daerah itu sudah tembus di angka Rp20 Miliar.

Hal ini disampaikan Direktur Utama PDAM Kota Makassar, Haris Yasin Limpo saat menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama seluruh jajaran pegawai PDAM Kota Makassar yang dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Dicky Rachmat Rahardji di Hotel Clarion Jumat 12 Januari 2018.

Jumlah penunggak pengguna air PDAM kota Makassar, lanjutnya di akumulasi dari tahun 70-an hingga di penghujung tahun 2017. Tentunya ini berdampak pada kerugian yang signifikan pada perusahaan air minum tersebut.

Mengantisipasi dampak penunggak yang kian membandel. PDAM akhirnya menggandeng Kejaksaan Negeri atau Kajari sebagai pengacara negara. Kajari disini akan bertugas mengejar tagihan hingga melakukan somasi bagi penunggak air yang nakal.

Baca juga :   Prakiraan Cuaca 30 November 2017

“Untuk menghindari adanya tunggakan yang berlarut-larut kita ada MoU dengan Kejaksaan sebagai pengacara negara. Nanti dia yang tagih supaya jelas, makanya kami imbau orang-orang yang berhutang supaya segera melunasi sebelum pengacara negara yang datang melakukan pemanggilan” tegasnya.

Dalam kesempatan itu Kepala Kejaksaan Negeri Makassar, Dicky Rahmat Rahardji akan mengawal perencanaan hingga pelaksanaan MoU itu untuk menghindari adanya penambahan jumlah tunggakan itu.

Baca juga :   DP3A Maros Harapkan Semua Instansi Bisa Bersinergi

“Mengatasi potensi tunggakan pelanggan yang cukup signifikan hingga Rp20 miliar. Kita akan bentuk tim khusus karena MoU ini lewat surat kuasa khusus yang memiliki bukti tunggakan yang kuat. Ada pelanggan yang menunggak nanti kita lakukan penagihan bahkan somasi,” ucapnya.

Sementara pembukaan Raker manajemen PDAM dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kota Makassar Baso Amiruddin yang membacakan sambutan Walikota Makassar yang berhalangan membuka kegiatan itu.

Dia mengimbau agar manajemen tidak terlalu cepat bangga diri. Melainkan fokus pada penyiapan pelayanan yang optimal bagi pelanggan. Apalagi Makassar sebagai kota yang dinamis wajib memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan.

Baca juga :   Rakornas 2017, Kadinsos Akan Bahas Tabung Gas Subsidi

“Kita tak bisa pungkiri masih ada bengkalai dan masih ada sandungan yang di dapatkan pada 2017 lalu. Kemungkinan masih ada target yang belum tercapai. Tetapi hal itu jangan buat kita patah arang untuk tetap berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” ucap Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan SDM Kota Makassar itu. (*)

Penulis Sriwati Ilyas