News

Trend Kasus Bunuh Diri di Sulsel Meningkat

Trend Kasus Bunuh Diri di Sulsel Meningkat

Kabar Makassar -- Angka kasus bunuh diri kian meningkat di Indonesia, dari data statistik dalam setiap harinya terdata dalam sehari setidaknya ada dua hingga tiga orang yang nekat mengakhiri hidupnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat setidaknya ada 812 kasus bunuh diri di seluruh wilayah Indonesia pada tahun 2015. Angka tersebut adalah yang tercatat di kepolisian. Angka riil di lapangan bisa jadi lebih tinggi.

Dikabarkan sebelumnya jika aksi bunuh diri yang dilakukan pada bulan Maret 2017 lalu, Jiro Inao, General Manager JKT 48 dikarenakan depresi disusul dengan berita bunuh diri Oka Mahendra Putra, mantan kekasih Awkarin alias Karin Novilda yang juga CEO Takis Entertainment.

Masyarakat Sulsel pun digegerkan dengan kasus bunuh diri oleh dua warga asal Sulsel dengan cara meloncat dari apartemen Gateway lantai 5 Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibenying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat. Belakangan diketahui dari hasil penelusuran identitas Kepolisian Daerah Jawa Barat kalau keduanya adalah Elviana Parubak (34 tahun) dan Eva Septiany Parubak (28).

Trend bunuh diri ini mulai merambah di provinsi Sulawesi Selatan, baru-baru ini Kabupaten Maros digegerkan dengan aksi gantung diri Hidayatullah remaja berusia (18 tahun), aksi nekat mengakhiri hidupnya ini diduga terkait masalah asmara dengan kekasihnya pada hari Kamis 27 Juli 2017 lalu. Hal ini menjadi perhatian masyarakat dikarenakan sebelum mengakhiri hidupnya, remaja tersebut masih sempat melakukan video call dengan kekasihnya.

Berlanjut kasus bunuh diri lainnya yang dilakukan Edisido (26 tahun). Pria warga Tanjung Alang Makassar tersebut nekat melakukan aksi bunuh diri seusai makan siang bersama saudaranya. Namun sore harinya ia ditemukan tergantung dengan seutas tali plastik di kamar mandi. Dikabarkan jika Edisido mengalami gangguan jiwa dan depresi sehingga nekat mengakhiri hidupnya.

Tak cukup sampai disitu, seorang perempuan warga asal Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Jumaing daeng Tibo (32) juga nekat mengakhiri hidupnya pada 30 Juli 2017. Ia melakukan aksinya dengan naik ke tower setinggi 30 meter, namun aksinya tersebut digagalkan oleh sejumlah masyarakat setempat. Diduga aksi tersebut terkait masalah rumah tangga.

Pekan lalu di Kabupaten Toraja Utara juga terjadi aksi nekat bunuh diri, salah seorang warga Dusun Baladauk, Desa Lembang Tampan Bonga, Kecamatan Bangkelekila, Toraja Utara, Sulsel, digegerkan penemuan mayat pemuda, Senin 24 Juli 2017. Pemuda berinial EP (21), mahasiswa perguruan tinggi swasta semester tiga di Toraja itu diketahui bunuh diri karena depresi.

Dalam setahun terakhir aksi nekat bunuh diri di Sulsel kian meningkat berikut data aksi nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri dan loncat dari ketinggian,

  1. Made Anom (45) tergantung dengan seutas tali di dalam halte bus BRT depan kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, jalan Sultan Alauddin, Makassar. 30 April 2017. [Makassar]
  2. Daniel Mane Sappe' (50) alias Papa Aldi, warga di Lingkungan Bebo', Kelurahan Pantan, Kecamatan Makale, Tana Toraja, ditemukan meninggal dunia Sabtu Februari 2017 pukul 12:35 wita. [Tana Toraja]
  3. Hidayatullah remaja berusia (18 tahun), warga Kabupaten Maros, nekat melakukan aksi bunuh diri terkait asmara. 27 juli 2017. [Maros]
  4. Edisido (26 tahun), warga asal Makassar gantung diri karena (gangguan jiwa) depresi, 29 Juli 2017. [Makassar]

Gagal melakukan aksi bunuh diri,

  1. Jumaing daeng Tibo (32) nekat memanjat tower sejauh 30 meter. Namun aksinya digagalkan warga dan tim pemadam kebakaran di Takalar. 30 Juli 2017. [Takalar]
  2. Firman (27) warga Jalan Perintis Kemerdekaan, nekat melakukan percobaan bunuh diri dengan melompat dari pembatas jalan Fly Over, Jalan Jenderal Urip Sumoharjo, Kamis, 20 Juli 2017. [Makassar]
  3. Akademik Sandi Karsa dihebohkan dengan aksi Ade, mahasiswi semester 4 yang hendak bunuh diri dengan cara meloncat dari lantai 6 kampusnya, Jalan Bung No 37, Tamalanrea. [Makassar].

Foto: Int.

Fritz Wongkar

Journalist

Pewarta yang telah mengantongi sertifikat Jurnalis Muda dari Dewan Pers. Aktif menulis sejak 2011.

Redaksi

Related Articles

Leave a Reply

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close