TKI Asal Bantaeng Meninggal di Malaysia, Pemkab Jemput dengan Protokol Kesehatan

KabarMakassar.com — Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Bantaeng meninggal di Malaysia, Senin (13/7) kemarin. Jenazah almarhum yang tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dijemput dengan protokol kesehatan.

Penjemputan itu dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Bantaeng bersama Dinas Tenaga Kerja Bantaeng.

Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Perluasan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Bantaeng, Muh Haris mengatakan pesawat yang mengangkut jenazah almarhum berangkat dari Pontianak ke Jakarta baru ke Makassar.

Ia mengaku jenazah dijemput di Bandara Sultan Hasanuddin kemudian langsung dibawa ke kampung halaman untuk dimakamkan di Desa Pabentengan, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng.

“Sesuai dengan aturannya, penjemputan dilakukan dengan standar protokol kesehatan,” kata Muh Haris.

Haris mengatakan jika almarhum meninggal karena menderita penyakit stroke berdasarkan hasil pemeriksaan dari rumah sakit di Malaysia. Ia mengatakan jika almarhum diketahui adalah TKI ilegal.

Walaupun demikian, kata dia, seluruh biaya pemberangkatan ditanggung oleh pihak perusahaan dan pemerintah.

“Dia meninggal karena stroke. Hasil pemeriksaan hospital Malaysia ada semua, kemudian dari pihak kepolisian raja Malaysia dan pemerintah Malaysia,” ungkapnya.

Selain itu, mengaku jika pihak keluarga Haeruddin tidak bisa mengklaim santunan kematian. Apalagi, kata dia, almarhum merupakan tenaga kerja ilegal yang bekerja di Malaysia.

Karena itu, pihaknya akan mengupayakan untuk mengurus kelengkapan berkas untuk mendapat santunan.

“Tetapi kita minta surat keterangan penguburan dan surat keterangan kematian dan kita lengkapi berkasnya. Apakah kita kasih asuransi atau hanya bantuan seadanya dari pusat cuman biasanya cair sekitar 1 tahun,” pungkasnya.

Reporter :

Editor :

Fitriani

Sofyan Basri

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI