Tips Menghindari Penyakit Hipertensi

Kabarmakassar.com– Perayaan Hari Raya Idul Adha atau dikenal dengan hari Raya Kurban oleh umat muslim seluruh dunia yang jatuh pada Jumat (31/7), di hari itu umat muslim akan melakukan kurban atau menyembelih hewan seperti kambing, domba dan sapi yang akan terus berlangsung hingga beberapa hari kedepan. Maka tradisi makan daging dengan berbagai olahan menjadi tardisi, ditengah kegembiraan karena bisa menyantap daging bersama keluarga dan sahabat tentunya ada penyakit yang menakutkan membayangi yang memiliki kaitan erat dengan daging yaitu Hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Meski makan daging bukanlah satu-satunya penyebab Hipertensi namun daging merupakan salah satu makanan yang bisa memicu tekanan darah tinggi sebab daging merah (Sapi dan Domba) pasalnya terdapat kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi, didalam 100 gram daging sapi mengandung 6 gram lemak jenuh sedangkan lemak jenuh pada daging domba tertinggi 8,83 gram.

Namun faktanya selain daging sapi dan domba ada juga daging kambing yang ternyata memiliki kandungan lemak jenuh cukup rendah, pada 100 gram daging kambing ternyata hanya mengandung lemak jenuh sebanyak 0.93 gram, begitu pun dengan daging ayam sehingga kedua hewan ini mungkin bisa menjadi alternatif dalam mengkonsumsi daging. Meski demikian perlu menghindari konsumsi berlebihan daging kambing apa lagi dalam kondisi daging di goreng.

dr Taufan Taurita yang merupakan salah satu dokter di klinik Pertamina Plumpang Jakarta yang juga salah satu Alumni Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Makassar (UMI) saat di hubungi pada Sabtu (1/8) menjelaskan, bahwa Hipertensi adalah nama lain dari tekanan darah tinggi kalau tidak di maintanance dengan baik bisa berakibat kolesterol sampai bisa menyebabkan kematian.

“Seseorang bisa dikatakan mengalami hipertensi bila ketika diukur pada dua hari yang berbeda, pembacaan tekanan darah sistolik pada kedua hari adalah lebih besar dari 140 mmHg dan / atau pembacaan tekanan darah diastolik pada kedua hari adalah lebih besar dari 90 mmHg” ucap dr Opan sapaan akrabnya.

“Faktor resiko semakin meningkat seiring bertambahnya usia seseorang. Adapun faktor resikonya adalah berusia lebih dri 65 tahun, sering konsumsi garam, genetik, jarang olahraga dan kurang makan sayur dan buah” tambahnya

“Tentu makanan-makanan yang sering di dapat pada saat lebaran ini banyak mengandung garam dan santan maka saya menyarankan untuk pentingnya menjaga olahraga (bergerak 30 menit minimal sehari) apa lagi kelompok rentan (usia di atas 50 dan punya riwayat keluarga dengan hipertensi)” tutupnya.

Reporter :

Editor :

Sulistiawaty

Fritz V Wongkar

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI