Tinjau Pintu Air, Iqbal: Kurangnya Edukasi Terhadap Masyarakat

Iqbal Suhaeb, Pj Walikota Makassar meninjau langsung pintu air Tama La'ba.

Kabarmakassar.com — Pj Walikota Makassar meninjau pintu air di beberapa tempat salah satunya pintu air Tama La’ba yang berada di Kecamatan Ujung Tanah.

Iqbal yang didampingi oleh Andi Unru Camat Ujung Tanah dan stacholder lainnya turut prihatin terkait pintu air tersebut yang didominasi oleh sampah plastik dan sampah rumah tangga.

Hal ini pun sangat disayangkan oleh Iqbal. Menurutnya hal ini terjadj karena masih kurangnya edukasi terhadap masyarakat terkait dampak membuang sampah sembarangan.

“Nah ini kita berusaha bagaimana caranya untuk mengurangi sampah plastik, sampah rumah tangga dan tentu ini yang harus kita informasikan kepada masyarakat, kita berikan edukasi agar tidak membuang sampah sembarangan dan sebenarnya ini membersihkannya tidak lama yang lama itu setelah ketika sudah dibersihkan, besok menumpuk lagi sampahnya dan yang paling lama itu adalah mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah.” ucapnya saat diwawancarai (6/1).

Diketahui sampah- sampah tersebut memiliki ketinggian hingga 4 meter dan tebal 50 cm.

Sementara itu untuk sampah yang telah di angkut dan dibersihkan secara gotong royong bersama petugas satgas anti G PSDA-DPU Makassar akan dihancurkan.

Sekedar diketahui Kecamatan Ujung Tanah adalah Kecamatan yang berada pada ujung utara yang bersentuhan langsung dengan laut yang tentu memiliki resiko terdampaknya sampah sampah yang tidak hanya datang dari warga sekitar melainkan juga berasal dari ranting pohon yang tumbuh disekitar pintu air dan dari air laut pasang.

Andi Unru Camat Ujung Tanah juga membenarkan bahwa kurangnya edukasi yang menjadi salah satu faktor menumpuknya sampah di pintu air Tama La’ba.

“Ya Betul juga apa yang disampaikan oleh Pak Wali tadi bahwa faktor edukasi juga ini yang sangat penting supaya masyarakat tidak membuang sampah di sembarang tempat.” tuturnya

Menurutnya ia beserta staf dan satgas lainnya siap mengantisipasi bencana yang akan terjadi sesuai dengan instruksi pemerintah kota dan provinsi.

“Kami siap mengantisipasi sesuai instruksi pimpinan bapak wali kota, gubernur, kita harus siap menghadapi bencana apalagi sekarang kan musim penghujan, semua stakeholder, seluruh staf, seluruh satgas, kita harus siap hadapi bencana. Mudah-mudahan tidak terjadi.”lanjutnya.

Ia menambahkan edukasi yang diberikan kepada masyarakat tak hanya ditempat formal melainkan ditempat beribadah pun dilakukan.

“Kita selalu memberikan pemahaman kepada warga baik di tingkat kelurahan, RT/RW, maupun di tempat ibadah, setiap kesempatan kita ingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama sampah-sampah plastik. Tapi yang namanya manusia biasa, belum lagi faktor alam, ada ranting-ranting yang jatuh, ada kiriman dari atas, bahkan kemarin di dapat ada spring bed, kasur, ada bantal dan ami tidak tahu dari mana yang jelas ada di sini namun kembali tepat inimenjadi tanggung jawab kami seluruh lurah, seluruh staf, seluruh satgas.” tutupnya.

Tak hanya itu diketahui adapun upaya berkala yang dilakukan yakni dengan membersihkan sampah sampah yang ada di pintu air tersebut selama 3 kali seminggu.

Reporter :

Editor :

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI