Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Sulsel Tertinggi Kedua di Indonesia

Ilustrasi - INT

KabarMakassar.com — Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan jumlah pasien positif Covid-19 yang telah sembuh sebanyak 200 orang, berada pada urutan kedua sebagai provinsi dengan angka kesembuhan tertinggi di Indonesia saat ini.

Di urutan pertama ditempati DKI Jakarta dengan total pasien sembuh sebanyak 562 orang. Sedangkan di bawah Sulsel ada Jawa Barat (147 orang), Jawa Timur (171 orang) dan Jawa Tengah (112 orang).

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan, selain karena adanya program wisata 14 hari yang digagas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, capaian tersebut juga berkat kerja keras dari TNI, Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh stakeholder.

“Ini adalah buah dari kerja keras kita selama ini, menyiapkan tempat tidur yang nyaman dengan gizi yang baik. Bayangkan, semua pasien Covid-19 sekarang sudah kita cateringkan. Makanya tingkat kesembuhannya tinggi,” kata Nurdin, Senin (4/5).

Menurut Nurdin, langkah-langkah yang diambil Pemerintah Provinsi Sulsel dalam penanganan pasien Covid-19 ini juga dilakukan berdasarkan hasil arahan dari tim ahli kedokteran.

“Virus ini bisa dilawan dengan imunitas yang kuat. Nah imunitas yang kuat itu kita dapat dari istirahat yang cukup, makan yang bergizi, makan vitamin, jangan cemas, jangan stres,” ujarnya.

Nah kalau kita isolasi di tempat yang sangat nyaman, dia bisa bawa laptop, dia bisa kerja, WIFI kuat, ada TV, tempat tidur yang nyaman, terus dikasi catering dengan menu yang bagus, ini kan model yang kita lakukan,” sambungnya.

Lebih jauh Nurdin mengatakan, dibandingkan dengan harus membeli ventilator yang harganya mencapai Rp1 miliar per unitnya, pihaknya lebih mengutamakan penyediaan tempat yang nyaman bagi pasien OTG, ODP dan PDP.

“Jadi bagaimana yang OTG dan ODP ini kan supaya dia bisa betul-betul setelah 14 hari itu masa inkubasi, dia kembali negatif. Dia kalau sudah lepas, dia tidak akan mudah menular ke orang. Kedua, dia juga sudah kebal karena imun tubuh terhadap virus corona sudah ada,” pungkasnya. (*)

Reporter :

Editor :

Redaksi

Firdaus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI