Tersangka Pencemaran Nama Baik Minta Maaf ke Nurdin Abdullah

Jumras menemui Nurdin Abdullah di Rujab Gubernur Sulsel untuk menyampaikann permohonan maafnya secara langsung, Selasa (25/2). (IST)

KabarMakassar.com — Mantan Kepala Biro Pembangunan Setda Provinsi Sulsel, Jumra yang menjadi tersangka dalam kasus pencemaran nama baik Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Selasa (25/2) pagi, mendatangi Rumah Jabatan Gubernur.

Hal itu dilakukan Jumras untuk menyampaikan secara langsung permohonan maafnya kepada Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, setelah sebelumnya ia juga telah menyampaikan permohonan maaf melalui iklan media massa.

“Saya meneteskan air mata, karena begitu besar hatinya Pak Gub (Nurdin Abdullah) untuk menerima dan memaafkan saya,” tutur Jumras usai bertemu dengan Nurdin Abdullah. .

Sementara, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengaku telah memaafkan Jumras.

“Saya tahu betul pak Jumras ini adalah orang yang baik. Jadi saya tidak memiliki sedikit pun rasa dendam kepada pak Jumras. Tuhan saja pemaaf apalagi saya,” kata Nurdin.

Sekadaar diketahui, kasus pencemaran nama baik yang dilakukan Jumras terhadap Nurdin Abdullah itu bermula saat Jumras diperiksa oleh Pansus Hak Angket DPRD Sulsel beberapa waktu lalu. Saat itu, Jumras menuding Nurdin Abdullah menerima mahar Rp10 miliar dari oknum pengusaha untuk biaya kampanye Pilgub 2018. Tudingan tersebut pun dibantah oleh Nurdin Abdullah.

Akibat tudingannya tersebut, Jumras dijerat Pasal 242 jo Pasal 310 jo Pasal 311 KUHPidana tentang pencemaran nama baik, serta fitnah atau tudingan yang tidak benar adanya dengan ancaman hukuman empat tahun kurungan penjara.

Reporter :

Editor :

Herlin

Firdaus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI