Tenaga Pendidik di Sulsel Diminta Beradaptasi dengan Metode Merdeka Belajar

Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani didampingi Anggota DPR RI Komisi VII Andi Yuliani Paris, menjadi narasumber Education Gathering mengenai konsep dan metode Merdeka Belajar kepada Kepala Sekolah SMA dan SMK se-Sulsel, di Aula Gedung Graha Duta Nusa Kampus STIE Makassar Maju, Sabtu (7/3). (IST)

KabarMakassar.com — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim telah menggagas program yang diberi nama ‘Merdeka Belajar’ pada Desember 2019 lalu.

Program yang bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang bahagia, baik bagi murid maupun para guru tersebut, dilahrikan sebagai jawaban dari banyaknya keluhan orangtua pada sistem pendidikan nasional yang berlaku selama ini.

“Merdeka belajar adalah sebuh konsep dan metode yang menekankan kebebasan dalam berkreasi, improvisasi dan berinovasi tenaga pendidik dalam menggali potensi diri yang dimiliki siswa,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani didampingi Anggota DPR RI Komisi VII Andi Yuliani Paris, saat menjadi narasumber Education Gathering mengenai konsep dan metode Merdeka Belajar kepada Kepala Sekolah SMA dan SMK se-Sulsel, di Aula Gedung Graha Duta Nusa Kampus STIE Makassar Maju, Sabtu (7/3).

“Titik tekannya dari program Medeka Belajar ini ada pada tiga potensi kecerdasan manusia, yakni kecerdasan emosional, intelektual dan spiritual,” jelasnya.

Untuk itu, Abdul Hayat menekankan perlunya antisipasi pengembangan individu yang kuat oleh setiap tenaga pendidik agar mampu beradaptasi dengan kebijakan ini.

“Perlu antisipasi pengembangan individu yang kuat (oleh tenaga pendidik) agar mampu beradaptasi dengan kabijakan ini,” ujarnya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Basri menyebut, metode Merdeka Belajar sangat menguntungkan sekaligus menjadi tantangan tersendiri untuk tenaga pengajar. Pasalnya, kata dia, dengan metode ini ada kebebasan dalam menentukan metode belajar sesuai potensi yang dimiliki oleh masing-masing sekolah.

“(Merdeka Belajar) memberi ruang kepada sekolah untuk berkreasi dan berinovasi sesuai potensi sekolahnya, bahkan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bisa dirancang oleh kepala sekolah dan guru,” terang Basri.

“Yang diutamakanna adalah guru berinovasi dan berkreasi agar di kelas pembelajaran menyenangkan,” sambungnya.

Basri menjelaskan, metode Merdeka Belajar juga akan mengganti ujian nasional menjadi assessment kompetensi dan survey karakter bagi para siswa untuk lebih mengenal individu para peserta didik yang nantinya akan disesuaikan dengan metode pembelajaran di kelas.

Artinya, lanjut Basri, titik tekan metode Merdeka Belajar ini dilakukan melalui pendekatan secara individu kepada sisiwa.

“Intinya guru tidak boleh memaksakan keinginanya pada personality siswa. Untuk dipastikan anak mampu efektif dalam psikotes saat pengenalan sekolah,” tutupnya. (*)

Reporter :

Editor :

Redaksi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI