Temuan LHP BPK di RS Pratama Jampea, Ashab: Sudah Dikembalikan

Rumah Sakit Pratama Jampea.

KabarMakassar.com — Adanya temuan kekurangan volume pekerjaan dalam pembangunan RS Pratama Jampea memantik reaksi dari PPM Sulsel.

Dalam aksi di Kejati pada,Jumat(24/1), Akbar Muhammad yang menjadi koordinator meminta untuk dilakukan pemanggilan terhadap pihak terkait dengan adanya temuan tersebut.

Sekedar diketahui bahwa Pembangunan RS Pratama Jampea menelan anggaran Rp. 20.949.267.000 yang berasal dari DAK APBD Kepulauan Selayar tahun 2018.

Dalam pelaksanaan pembangunan Pemda melibatkan pendampingan dari TP4D Kajari Kepulauan Selayar.

Atas kejadian tersebut maka Syahbuddin dari PT. SEJ sebagai pelaksana proyek memberi klarifikasi dan menyatakan bahwa temuan dan denda telah dikembalikan seluruhnya ke kas daerah.

“Dengan selesainya serah terima fisik dan penyelesaian LHP tersebut maka kami telah melaksanakan seluruh kewajiban sebagai pelaksana,” ungkap Syahbuddin.

Menurut Ashab yang menjabat PPTK kegiatan yang dikonfirmasi oleh pihak KabarMakassar.com pada Selasa(28/1) menyatakan bahwa Dinas Kesehatan telah menindaklajuti rekomendasi LHP BPK Nomor : 42.C/LHP/XIX.MKS/5/2019.

“Pengembalian denda keterlambatan pekerjaan Rp. 285.671.822 dan kekurangan volume pekerjaan Rp. 240.459.517 telah disetorkan PT. SEJ ke kas daerah sejak Kamis (1/8/2019)” ucap Ashab.

Rencananya Pemda Kepulauan Selayar akan mengoperasikan RS Pratama Jampea tahun ini untuk peningkatan pemenuhan sarana dan prasarana kesehatan.

Posisinya sangat strategis untuk pelayanan rujukan bagi masyatakat kepulauan yang tersebar di 5 Kecamatan sehingga tidak perlu lagi ke Benteng.

Reporter :

Editor :

Sulis

Prisatno Panji L

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI