News

Tanpa Dukungan Kampus, Pemerintah tak Mampu Layani Masyarakat

Tanpa Dukungan Kampus, Pemerintah tak Mampu Layani Masyarakat

Kabar Makassar-- Wakil Wali Kota Makassar, Dr Syamsu Rizal MI mengatakan pemerintah tidak akan mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat tanpa masukan dari kampus.

“Pengalaman kami dalam manajemen pemerintahan, pemerintah tidak akan mampu memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat tanpa dukungan dan masukan dari kampus,” ungkap Deng Ical—sapaan akrab Syamsu Rizal MI di rumah jabatan Wakil Wali Kota, Jalan Letjend Hertasning, Rabu malam, 18 Oktober 2017.

Pernyataan ini disampaikan Deng Ical saat menjamu makan malam peserta Konferensi Internasional Unhas bidang Sosial Politik dari berbagai negara, diantaranya Brasil, Australia, Thailand, Malaysia dan sebagian lagi merupakan perwakilan perguruan tinggi se-Indonesia.

Menurut Deng Ical, kepala daerah sebagai pemimpin tak boleh merasa hebat sendiri. Apalagi sampai egois dan merasa cerdas sendiri. Akibatnya, tak mau menerima masukan dari orang lain.

Sejatinya, kata pria yang akrab dengan sebutan Somberena Makassar ini, pemerintah perlu membuka diri untuk meminta dan menerima masukan dari berbagai pihak termasuk melalui jalan diskusi, sehingga banyak kepala terlibat dan memberikan pertimbangan hingga keluarnya sebuah keputusan.

“Apalagi kalangan kampus. Mereka sama sekali tak boleh diabaikan,” katanya.

Alumni Fisipol Unhas ini lantas merujuk data. Kata dia, seingatnya, paling sedikit 40 hasil penelitian dari berbagai kampus yang menjadi referensi Pemerintah Kota Makassar. Bukan sekadar itu, hasil penelitian tersebut juga dijadikan program.

“Oleh karena itu, Makassar ini sangat bergantung pada hasil-hasil penelitian. Apalagi yang sifatnya applied (aplikatif, red) bagi pelayanan publik dan pelaksanaan fungsi-fungsi pemerintahan,” imbuhnya.

Pemkot, lanjut Deng Ical, juga senantiasa ingin mensupport kegiatan penelitian di kampus. Hanya saja, memang ada prasyarat yang mesti dipenuhi. Prasyarat itu, dinilai cukup memberatkan, karena harus masuk pada APBD terlebih dahulu, sehingga praktis butuh jangka waktu yang lebih lama.

Wakil Dekan II Fisipol Unhas, Prof Baharuddin, M.Si berterima kasih atas apresiasi Wakil Wali Kota Makassar pada penyelenggaraan konferensi internasional ini. Jamuan makan malam ini dinilai sebagai bentuk nyata dukungan pemkot pada pengembangan ilmu pengetahun. Juga, menjadi bukti hubungan yang harmonis antara kampus dan pemerintah. (Adv)

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close
%d bloggers like this: