Tanam 18.000 Bibit Vetiver, Pemkab Gowa Raih Rekor LEPRID

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menerima penghargaan dari Direktur LEPRID Paulus Pangka. (Foto: Dok. Humas Pemkab Gowa)

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mencatatkan rekor dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (LEPRID) berkat penanaman 180.000 bibit Vetiver yang dilakukan secara serentak di 11 kecamatan di wilayahnya.

Piagam Rekor LEPRID tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum LEPRID, Paulus Pangka kepada Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan didampingi Wabup Abd Rauf Malaganni, disela penanaman vetiver di Kecamatan Parangloe, Senin (17/2).

“LEPRID datang ke Kabupaten Gowa untuk memberikan penghargaan apresiasi kepada pemerintah dan juga masyarakat Kabupaten Gowa yang hari ini secara serentak di 71 desa/kelurahan di 11 kecamatan melakukan penanaman vetiver atau akar wangi sebanyak kurang lebih 180 ribu,” kata Paulus.

Paulus juga mengatakan, Kabupaten Gowa pertama di Indonesia yang melakukan penanaman vetiver secara serentak dengan melibatkan sekitar 22 ribu orang, yang terdiri dari masyarakat, ASN, TNI-Polri, PKK, pelajar dan mahasiswa.

“Ini baru pertama kali penanamannya secara massal dan akan diikuti oleh kota-kota lain di seluruh Indonesia, karena ini merupakan program nasional yang telah dicanangkan oleh Presiden RI, Bapak Joko Widodo beberapa bulan lalu,” ujarnya.

Sementara, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, penanaman yang dilakukan di 11 kecamatan tersebut merupakan wilayah yang memang rawan longsor di Kabupaten Gowa.

Ia merinci, 11 Kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Tinggimoncong sebanyak 12.850 bibit dengan melibatkan 3.000 peserta, Tompobulu 18.000 bibit dengan 2.000 peserta, Manuju 12.000 bibit dengan 1.200 peserta, Pattalassang 25.000 bibit dengan 2.500 peserta, Biringbulu 25.000 bibit dengan 3.000 peserta, Bontolempangan 16.000 bibit dengan 1.800 peserta, Parangloe 14.100 bibit dengan 1.500 peserta, Tombolopao 11.000 bibit dengan 1.100 peserta, Bungaya 22.000 bibit dengan 2.200 peserta, Bajeng Barat 10.000 bibit dengan 1.000 peserta serta Parigi 14.050 bibit dengan 743 orang.

“Kita berharap penanaman vetiver ini bisa menjadi mitigasi bencana di Kabupaten Gowa, sehingga setiap masuknya musim hujan kita tidak was-was lagi dengan terjadinya longsor di Kabupaten Gowa. Selain kita berdo’a kepada Allah SWT, upaya yang kita lakukan ini Insha Allah akan menjadi baik bagi wilayah Kabupaten Gowa. Mari kita jaga alam kita, maka alam akan jaga kita,” kata Adnan di hadapan masyarakat Kecamatan Parangloe.

Sekadar diketahui, vetiver yang ditanam tersebut dapat menjadi pengikat tanah sehingga akan mengurangi potensi terjadinya longsor. Akar tanaman vetiver dianggap mampu menjadi pengikat di kemiringan tanah.

Tak hanya itu, tanaman dengan berbahasa latin vetiveria zizaniodies atau chrysopogan zyzanioides ini juga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat. Karena akar dari vetiver ini bisa dijual untuk dibuat wangi-wangian.

Reporter :

Editor :

Abdul Kadir

Firdaus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI