News

Tajuk: Waspada Banjir

Tajuk: Waspada Banjir

Kabar Makassar----- HUJAN yang mengguyur kota Makassar, Selasa 13 Juni 2017, tak pelak membuat sejumlah tempat di kota ini tergenang air hingga setinggi betis orang dewasa. Bahkan jika hujan berlangsung selama dua hari saja nonstop maka hampir dipastikan sepertiga wilayah kota berpenduduk 1,3 juta jiwa ini akan mengalami banjir.

Banjir di kota Makassar, disetiap musim penghujan, bukan laga sebagai hal yang baru, bahkan sudah menjadi pemandangan yang rutin. Pemerintah Kota Makassar, bahkan sering menjadi sasaran tembak masyarakat yang resah bahkan marah akibat banjir ini. Tentu kita tidak bisa menyalahkan kemarahan warga ini. Apalagi jika mengingat dampak dari peristiwa tahunan yang tak kunjung terselesaikan. Kerja keras pemerintah kota, melalui dinas terkait, pun hingga kini harus diakui tidak akan bisa menghadapi kondisi alam ini. Meski demikian bukan berarti kita harus bersikap diam såja, dan membiarkan fenomena ini menjadi keseharian masyarakat.

Walikota Makassar, Ir Ramdhan Pomanto, yang akan kembali bertarung dalam pemilihan walikota Makassar, untuk periode kedua, tentu mesti memperhatikan hal ini, jika tidak ingin kondisi ini dimanfaatkan oleh lawan-lawan politiknya. Apalagi salah satu program yang dijanjikannya, adalah penanganan masalah banjir.

Bagi masyarakat, pemenuhan atas janji ini, yang seharusnya menjadi prioritas pemerintah kota saat ini. Penanganan banjir yang efektif, terutama setiap musim hujan tiba, akan menjadi kampanye paling positif buat kelanjutan kepemimpinan pemerintah kota yang mengusung tagline Dua Kali Tambah Lebih Baik.

Mengapa perlu diseriusi, sebab pengalaman di sejumlah pemilihan kepala daerah, fakta-fakta empiris di lapangan akan berperan penuh dalam penentuan kelangsungan pemerintahan. Masyarakat sekarang pun sudah lebih cerdas dari yang kita pikirkan. Fungsi dan peran pencitraan yang gencar dilakukan tak akan bisa merubah pandangan masyarakat.

Jadi, penanganan banjir yang maksimal, merupakan sebuah kampanye yang paling efektif dilakukan, ketimbang pencitraan di media massa, media sosial dan saluran komunikasi lainnya. Abraham Lincoln, Presiden Amerika Serikat pernah berkata, satu-satunya cara melawan kampanye adalah kebenaran itu sendiri. Semoga setiap peristiwa banjir ini yang kerap menimpa kota Makassar ini tidak hanya dijadikan sebagai bagian dari ritual kampanye politik saja. (Dim)

Upi Asmaradhana

Executive Editor

Penggiat perlindungan jurnalis & kebebasan berekspresi sejak 1993 silam. Beragam penghargaan jurnalistik dan aktifis HAM.

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close