Tajuk : Stadion Barombong Ambruk. Ada Apa ?

KabarMakassar.com — Proyek stadion Barombong yang telah menghabiskan anggaran sekitar Rp197 miliar ini. Terpaksa harus gigit jari. Ketika Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Stadion Barombong itu optimis proyek itu akan rampung 17 Desember 2017 ini. Rencana groundbreaking stadion impian masyarakat Sulawesi Selatan ini terpaksa kandas.

Padahal pengerjaan proyek ini tidak main-main. Sebanyak 556 pekerja terlibat dalam pekerjaan proyek yang lahannya masih dipersoalkan aparat Kejaksaan Negeri itu. Stadion Barombong akan memiliki kolam renang seluas 6.000 meter persegi. Begitu juga dengan anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat dan daerah. Ternyata tidak sedikit.

Diketahui, awal pembangunan Stadion Barombong menerima kucuran dana dari APBN sebesar Rp14,5 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk pengerjaan lapangan. Setahun berselang, tepatnya 2012, pemerintah pusat kembali menggelontorkan anggaran Rp10,5 miliar untuk penimbunan, lintasan, dan penanaman rumput serta fondasi.

Baca juga :   Puncaki Klasemen Sementara Liga 1, PSM Banjir Kartu Kuning

Pada 2013, giliran Pemprov Sulsel yang mengucurkan dana Rp3 miliar dari APBD. Pengalokasiannya untuk desain dan aksesoris lapangan di Stadion Barombong itu. Tahun 2014 kembali mendapat bantuan APBD sekitar Rp20 miliar dan tambahan lagi dari APBN Rp17 miliar untuk mengerjakan tribun bagian timur dengan 17 segmen.

Setelah itu, Pemprov Sulsel kembali mengucurkan Rp20 miliar pada Tahun 2015. Dan ini dipakai uuntu kelanjutan pembangunan tribun bagian timur dan sebagian tribun bagian utara serta melanjutkan tiang pancang.

Memasuki tahun 2016 dana APBD Sulsel digelontorkan lagi Rp17 miliar untuk kelanjutan pengerjaan tribun bagian utara. Dan terakhir anggaran dikucurkan Rp95 miliar untuk APBD Tahun Anggaran 2017

Stadion Barombong yang dibangun di atas lahan seluas enam hektare. Sejak pembebasan 2011 lalu, tiga hektare lahan sudah dikuasai Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Kemudian sisanya tiga hektare merupakan hibah dari PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD).

Baca juga :   Jebolan Indonesian Idol Asal Makassar Ini Suarakan Aksi Kamisan

Namun proses pembebasan sempat bermasalah karena ada pihak yang memiliki sertifikat lahan di kawasan olah raga itu tapi tidak diakomodir panitia pembebasan

Lahan proyek stadion yang terletak di perbatasan Gowa – Makassar ini juga masih berpolemik di gedung Kejaksaan Negeri (Kajari) Makassar. Kasus tindak pidana korupsi ini sudah selesai di tahap peradilan tingkat pertama dan menetapkan tiga orang yang dituntut bersalah oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Makassar.

Kasus ini masih tahap kasasi dan banding atas tiga terdakwa yang merupakan pejabat Pemkot Makassar, diantaranya Camat Sangkarrang Firnandar dulunya Sekcam Tamalate, Ferdi Amin mantan Staf Ahli Walikota, dan A Ilham mantan Lurah Barombong.

Dalam fakta persidangan, kasus ini sempat melibatkan sejumlah pejabat Pemprov Sulsel diantaranya Ilham A Gazaling, Mustari Soba, dan sejumlah pejabat di Pemkot Makasar.

Baca juga :   Sopir Angkutan Antar Daerah Ikuti Tes Kesehatan dan Urine

Jika saja kasus ini kembali ditelaah, artinya tahap penyelidikan akan kembali berlangsung. Dalam kasus dugaan korupsi pembebasan lahan stadion Barombong, diduga terjadi pelanggaran penyalahgunaan wewenang dan gratifikasi.

Pada pembebasan lahan tersebut para terdakwa diduga merekayasa kepemilikan lahan milik warga sehingga pembayaran dana ganti rugi lahan sebesar Rp1,8 miliar tidak tepat sasaran. Kita berharap lahan bangunan ini saja yang bergulir ke ranah hukum. Semoga proses tender hingga penyelesaian proyek pembangunan ini tetap berada dalam koridor aturan. (***)