News

Tajuk: Fenomena None di Makassar

Tajuk: Fenomena None di Makassar

Kabar Makassar--- Irman Yasin Limpo atau kerap disapa None, bisa jadi salah seorang kandidat walikota Makassar yang paling ditunggu, keseriusannya untuk maju dalam kontestasi politik pemilihan walikota Makassar 2018 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, ini punya rekam sejarah yang baik dalam catatan pemilihan walikota berpenduduk 1,3 juta jiwa ini.

KabarMakassar.com mencatat, pada pemilihan langsung walikota Makassar, 18 September 2013 untuk memilih Walikota dan Wakil Walikota Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia untuk masa jabatan 2013-2018. None yang diusung PAN dan PPP, berada di urutan kedua, dari 10 pasangan yang bertarung.

Danny Pomanto yang berpasangan dengan Syamsul Rizal meraih suara 182.424 atau 31,71 persen, sementara None yang berpasangan dengan Busrah Abdullah meraih suara 114.302 atau 19,48 persen suara.

Keberhasilan None masuk diurutan kedua kala itu sempat membuat pengamat politik, membuat analisa “Fenomena None” di Makassar. Maklum, None memutuskan maju hanya dalam hitungan detik-detik terakhir. Sementara pasangan yang lainnya sudah start lebih awal.

Pada perhelatan empat tahun lalu terdapat 10 pasangan calon yang mendaftar ke KPUD Kota Makassar. Ini merupakan jumlah pasangan yang termasuk banyak dibanding Pemilihan di daerah lain. Terdapat 4 pasangan calon yang melalui jalur perseorangan (independen), 5 pasangan calon yang mendapat dukungan partai politik, dan 1 pasangan calon yang mendapatkan dukungan dari partai politik non parlimen.

Jika menilik hasil empat tahun lalu, sangat wajar jika sebagai warga atau pendukung None berharap ia kembali bertarung di pilwali tahun depan.

Lalu apa keistimewaan seorang None? Pertama, Ayah satu orang anak ini, memiliki pendukung fanatik yang solid di hampir semua kalangan, khususnya kalangan anak-anak muda dan rakyat bawah.

Ia juga tergolong pemimpin muda yang punya karakter dan visioner. Ketika ia menduduki jabatan penting di pemerintahan, banyak kebijakannya, dinilai pro rakyat.

Ketiga, None punya jaringan yang luas. Ia bahkan disebut-sebut sebagai salah satu kandidat yang bisa membawa Makassar jauh melampaui pencapaian walikota sebelumnya.

Oleh sebab itu sangat wajar ketika publik menunggu kiprahnya untuk memantik pertarungan jilid duanya melawan sang arsitek Danny Pomanto. Apakah None akan kembali membuat Fenomena baru atau justru memilih menjadi penonton? kita tunggu saja.

Redaksi

Redaksi

Related Articles

Leave a Reply

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close