Imigrasi Makassar Pastikan WNA Peserta Ijtima Asia Berjumlah 474 Orang

KabarMakassar.com — Pihak Kantor Imigrasi Kelas I kota Makassar memastikan jumlah Warga Negara Asing (WNA) yang masuk ke Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk mengikuti kegiatan Ijtima Asia 2020 di Kabupaten Gowa berjumlah sebanyak 474 orang.

“Informasi valid yang kita dapat dari panitia, karena kami juga baru dari sana untuk pastikan bahwa jumlah orang asing yang ada di sana sekarang itu ada 474 orang dari 12 negara. Yang diundang itu sebenarnya ada 48 negara, tapi yang hadir sampai tadi itu 12 negara,” terang Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Kota Makassar, Andi Pallawarukka, Kamis (19/3).

Menurut Pallawarukka, para WNA yang datang ke Sulsel ini telah melalui tahapan pemeriksaan yang panjang. Baik itu pemeriksaan kesehatan dari negara asal masing-masing peserta, maupun pemeriksaan kesehatan ketika tiba di Indonesia.

Pallawarukka menjelaskan, sebenarnya sudah ada peraturan untuk melarang WNA dari beberapa negara masuk ke Indonesia, yakni Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 7 Tahun 2020. Dimana dalam aturan itu disebutkan beberapa negara yang warganya dilarang masuk ke Indonesia, yaitu: disampaikan bahwa China, Italia, Iran, dan Korea Selatan.

“Belakangan menyusul lagi beberapa negara, mungkin termasuk negara-negara yang sudah memberlakukan lockdown, yang salah satunya Malaysia,” jelasnya.

Hanaya saja, lanjut Pallawarukka, para WNA termasuk yang berasal dari Malaysia itu sudah lebih dulu masuk ke Indonesia sebelum aturan tersebut dikeluarkan.

“Sebelum diberlakukan aturan itu, dia sudah masuk. Kan rencana pelaksanaan Ijtima Asia di Gowa itu dari jauh-jauh hari, bahkan itu dari tahun lalu,” ujarnya.

Pallawarukka mengaku, WNA yang melalui pemeriksaan langsung oleh pihak Imigrasi Kelas I Kota Makassar hanyalah WNA dari Malaysia dan Thailand.

“Perlu diketahui, WNA yang masuk kemarin untuk menghadiri Ijtima Asia itu mayoritas melalui Bandara Soekarno-Hatta dan bukan melalui Bandara Sulthan Hasanuddin. Jadi pemeriksaan keimigrasiannya itu banyak dilakukan di Soekarno-Hatta dengan bandara-bandara lain, seperti di Surabaya dan Bali. Kalau melalui Bandara Sulthan Hasanuddin, hanya dari Malaysia dengan Thailand,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, saat ini para WNA peserta Ijtima Asia 2020 yang sebelumnya berkumpul di Komples Pesantren Darul Ulum, di Desa Nurannaung, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, kini sudah dikumpulkan dan diisolir di Hotel Grand Sayang, Makassar.

Gubernur Imbau Semua Kegiatan yang Libatkan Orang Banyak Ditunda

KabarMakassar.com — Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengimbau kepada seluruh pemerintah daerah di wilayah Sulsel agar menunda pelaskanan kegiatan yang sifatnya melibatkan orang banyak atau massal.

Imbauan ini disampaikannya sebagai upaya antisipasi dan pencegahan masuknya Virus Corona (Covid-19) ke wilayah Sulsel,

“Kami juga telah mengimbau seluruh kegiatan yang bersifat nasional dan internasional, itu juga sudah kita sampaikan untuk ditunda,” kata Nurdin, Ahad (15/3) kemarin.

Nurdin berharap, langkah yang dilakukan sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 ini dapat dimengerti oleh seluruh masyarakat, termasuk para pelaksana kegiatan acara.

Untuk Hari Kebudayaan kota Maakassar yang rencananya akan digelar tanggal 1-4 April mendatang, Gubernur juga telah meminta Pj Wali Kota Makassar untuk menunda pelaksanaan kegoiatan tersebut.

“Alhamdulillah atas pengertian semua, sudah ada kepastian untuk menunda kegiatan. Termasuk Hari Kebudayaan yang akan mendatangkan orang juga kita juga tunda. Hampir semua kegiatan kita tunda. Ini mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Nurdin, ada beberapa kegiatan lainnnya yang juga terpaksa ditunda pelaksanaannya. Nurdin menyebutkan beberapa kegiatan yang dimaksudnya diantaranya: Konvensi Nasional Pendeta Gereja Toraja se-Indonesia yang sedianya akan dihelat di Asrama Haji Sudiang pada tanggal 17-20 Maret 2020 mendatang.

“Termasuk Ketua Sinode Gereja Toraja. Kebetulan tanggal 17 ada pertemuan nasional di sini Persatuan Gereja Toraja seluruh Indonesia akan bertemu. Tadi beliau menyampaikan siap menunda dan sudah diumumkan,” sebutnya.

Kegiatan lainnnya yang juga melibatkan tamu dari luar negeri, yakni Ijtima Dunia 2020 Zona Asia yang rencananya akan dilaksanakan pada 20-22 Maret 2020 dan diperkirakan akan dihadiri dari 48 negara, lanjut Nurdin, juga minta untuk ditunda.

“Kita juga sudah koordinasi dengan Bupati Gowa supaya itu juga kita tunda. Karena itu akan mendatangkan 48 negara. Ini sangat rawan,” ungkapnya.

Nurdin menambahkan, Pemerintah Provinsi Sulsel juga memperketat dan melakukan pemantauan serta penedeteksian seluruh pintu masuk Sulsel, seeperti bandara dan pelabuhan.