Pesona Batu Manyure Letta Pinrang Memacu Adrenalin

KabarMakassar.com — Kabupaten Pinrang menyimpan sejumlah destinasi wisata alam yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Batu Manyure Gunung Muluu yang ada di Kampung Balaleon, Dusun Baju Eja, Desa Letta.

Objek wisata terbilang cukup ekstrim karena terdapat sebuah batu yang menonjol keluar di atas sebuah jurang dengan ketinggian sekitar 100 meter. Hal inilah yang menjadi keunikan tersendiri bagi objek wisata ini, terutama bagi para pengunjunng yang berswafoto.

Selain tempatnya sejuk dan asri, Batu Manyure yang berada diketinggian sekitar 1300 diatas permukaan laut itu, pada waktu tertentu akan membuat pengunjung seperti di atas awan, seperti pada waktu pagi atau sore hari karena awan akan menggumpal dan terlihat melayang.

Untuk menuju ke lokasi Batu Manyure Gunung Muluu, para pengunujung harus menempuh jarak sekitar 25 kilometer dari Kota Pinrang dan harus berjalan kaki naik turun gunung sekitar 2 kilometer karena kendaraan tidak bisa sampai ke Batu Manyure Gunung Muluu.

“Batu Manyure kini viral dimedia sosial dan menarik banyak wisatawan. Tempatnya memang sangat indah dan menantang jiwa,” kata salah satu pengunjung, Ocang, Minggu (5/7).

Ocang mengatakan jika pengunjung harus ekstra hati-hati jika berada di atas batu manyure karena tempatnya belum memiliki safety atau pagar pembatas. “Harus hati-hati jika terpeleset bisa saja jatuh ke jurang,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, jika pada pagi hari pengunjung akan disugukan dengan pemandangan matahari yang terbit dari sisi gunung dengan awan yang membentang pada sisi Gunung Letta.

“Kalau di atas sana kita bisa melihat langsung Gunung Enrekang, sebagian Gunung Letta dan bisa melihat matahari sedang terbit,” pungkasnya.

Wisata Bantimurung Maros Mulai Buka 8 Juni

KabarMakassar.com — Kawasan wisata alam Bantimurung, Kabupaten Maros mulai dibuka kembali pada Senin (8/6).

Meski kembali dibuka namun tetap mengacu pada protokol Covid-19 yaitu pengunjung diharapkan menggunakan masker selama berada didalam kawasan wisata, mengukur suhu tubuh sebelum masuk, mencuci tangan, menjaga jarak dengan pengunjung yang lain serta membawa perlengkapan sholat pribadi.

Informasi ini pun dibenarkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Maros, Muh Ferdiansyah saat dikonfirmasi melalui telfon seluler pada Minggu (7/6).

“Kawasan Alam Bantimurung betul akan kami buka pada Senin besok, namun tetap memperhatikan protokol Covir-19, dilokasi wisata sebelum pengunjung masuk akan diperiksa suhu tubuhnya oleh tim Kesehatan” kata Muh Ferdiansyah.

Kawasan Wisata Alam Bantimurung juga dibuka dengan tarif baru yaitu sebesar Rp30.000 rupiah per orang.

Pantai Bira Masih Jadi Primadona Wisatawan

KabarMakassar.com — Sabtu ( 11/1/2020) Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan identik dengan pesona wisata Pantai Tanjung Bira. Dengan pasir putih pantai ini telah dikenal oleh masyarakat luas hingga wisatawan mancanegara.

Pantai Bira menjadi primadona jelang pergantian dan awal tahun. Hal tersebut berdasarkan data yang diperoleh Kabarmakassar.com pada minggu pertama awal tahun 2020 (1-5/01/2020) jumlah pengunjung mencapai 22.000 orang dengan total pendapatan sebesar Rp217 juta rupiah.

Salah satu staf Dinas Pariwisata, Mustamar mengatakan bahwa awal tahun cuaca masih bersahabat sehingga tidak mempengaruhi jumlah pengunjung.

“Tertanggal 1 sampai 5 Januari 2020 ya, total pengunjung mencapai 22ribu orang dengan pendapatan 217 juta rupiah,” ungkapnya Selasa (07/01/2020).

Berdasarkan pantauan Kabarmakassar meski pernah diberitakan terjadi genangan air di sekitaran tempat parkir setinggi betis orang dewasa, tetapi masih terlihat antusiasme pengunjung dari luar Kabupaten.

Selain itu, karena terjadi angin barat maka gelombang disekitar Pantai Bira mencapai setengah hingga satu meter. Sehingga sampah plastik banyak terbawa arus sampai di bibir pantai.

Olehnya itu, Mustamar menghimbau pengunjung untuk tidak membuang sampah disembarang tempat.

“Jangan buang sembarang sampah. Dan aktivitas jumlah camping di sekitar pantai diminimalisir karena dapat mengurangi area pergerakan pengunjung,” imbuhnya.

Ia menambahkan agar semua pihak ikut membantu promosikan hal-hal yang bagus wisata yang di Bulukumba.

“Haruslah mempromosikan yang bagus terutama netizen jangan hanya genangan air yang tersumbat dibesar-besarkan karena wisata di Bulukumba bukan hanya Pantai Bira saja tetapi ada Pantai Mandala Ria, Samboang, Kasuso, Titik Nol, Apparalang, Liukang, Puncak Puang Janggo,” harapnya.

Salah satu pengunjung dari Bone, Lina (47) mengatakan sangat terkesan dengan panorama Pantai Bira tersebut.

“Sangat terkesan saat pertama kali ke sini, meski ombak kurang bersahabat. Tetapi tetap turun mandi-mandi air laut. Cuma barangkali bagusnya ada penjaga pantai atau dari pihak mana gitu untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Sebagai orang tua khawatir juga terbawa arus kepada anak-anak yang ikut mandi.” celotehnya.

Selain Bira, beberapa destinasi disekitarnya dapat jadi pilihan refreshing seperti Pantai Panrang Luhu, Samboang, Kasuso, Titik Nol Bulukumba, Mandala Ria, Puang Janggo, Liukang dan Apparalang serta garapan Desa Manyampa, Luppung Mangrove.

Di Bulukumba belakangan ini beberapa Desa berkreasi menggarap dan memperkenalkan potensi wisatanya. Salah satunya Hutan Bakau Luppung di Manyampa, Kecamatan Ujung Loe

Terkait launching Luppung Mangrove Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bulukumba, Ali Saleng mengatakan bahwa kita dukung semua Desa yang mau berkreasi yang jelas penggunaan ADDnya harus jelas dan transparan serta status lahannya jelas menjadi aset Desa.

Luppung kemarin di depan masyarakat dan Bupati dilaporkan secara rinci penggunaan dananya.

Mudah-mudahan bisa jadi contoh bagi desa lain.

“Kepala Desa Manyampa selalu koordinasi dengan pihak Dinas Pariwisata,” tutupnya saat dikonfirmasi lewat WA beberapa hari yang lalu.

Luppung Mangrove Sajikan Perpaduan Hutan Bakau dan Pantai

Kabar Makassar.com — Wisata Luppung Mangrove, Desa Manyampa, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Sulsel. Perpaduan pemandangan hutan bakau dan pantai menjadi daya tarik di lokasi wisata tersebut.

Ditambah fasilitas jembatan lintasan membelah hutan bakau. Dari hasil tangan kreatif serta perpaduan cat jembatan kayu itu warna warni menambah keindahan lokasi ini. Pengunjung bisa melihat pemandangan hutan mangrove dan pantai.

Tidak sulit untuk berkunjung ke lokasi wisata ini, karena berada persis di pinggir jalan. Lokasinya terbilang strategis karena dekat dengan akses jalan besar yang menghubungkan langsung ke kawasan wisata di daerah Bulukumba pantai Bira, namun akses masuk ke tempat wisata jalannya sempit. Pengunjung yang ingin ke lokasi ini harus berhati hati. Pengunjung akan disambut tulisan selamat datang di lokasi wisata Luppung Mangrove.

Di lokasi, pengunjung bisa menikmati pemandangan hutan bakau dengan melintasi jembatan. Jembatan ini ditata dan dipercantik dengan cat warna sehingga menambah daya tarik pengunjung. Ditambah lagi lampu hias di sepanjang jalur lintasan, sehingga indah dipandang mata. Di beberapa titik disiapkan spot selfie, bagi pengunjung yang mau menghabiskan waktu di hutan mangrove tersebut.

Wisata Luppung Mangrove, Desa Manyampa, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba.

Seperti yang diungkapkan salah satu pengelola, Ita dengan adanya Luppung Mangrove ini dapat menambah penghasilan masyarakat setempat.

“Mudah-mudahan lebih baik lagi supaya penghasilan masyarakat bertambah,” harapnya saat ditemui disela-sela bertugas di lokasi tersebut, Kamis (2/1/2020)

Dikatakannya awal tahun 2020 objek wisata yang baru diresmikan oleh Bupati Bulukumba dan dikelola oleh Bumdes Manyampa itu sekitar 700 lebih tiket terjual.

“Sebab wisata ini berada ditengah-tengah, biasanya sore mulai ramai. Pengunjung dari Bira terkadang menyempatkan diri singgah juga disini,” lanjutnya.

Salah satu pengunjung, Jamal (25) mengatakan sangat menyambut baik dan bagus dengan dibukanya wisata Luppung Mangrove tersebut.

“Kalau menurutku sih destinasinya lumayan bagus,” singkatnya.

Warga Bulukumba maupun wisatawan dari luar yang ingin merasakan suasana baru dan mengabadikan moment berselfi dan berswafoto, maka Luppung Mangrove ini bisa jadi salah satu pilihan. Dengan kicauan burung dan hanya bayar Rp5 ribu perorang untuk masuk mengabadikan moment. Selain itu, pengunjung akan dikenakan biaya parkir Rp5 ribu motor dan Rp10 ribu untuk mobil.

Pesona Alam Wisata Taman Batu Balocci Pangkep

Kabarmakassar.com — Indonesia yang terkenal kaya akan hasil alam juga terkenal dengan pariwisata dan budayanya, pariwisata merupakan sektor penting dalam menunjang perekonomian. Pijakan budaya yang beraneka ragam menjadi hal yang berkaitan erat dengan pariwisata yang ada di Indonesia.

Salah satu provinsi di Indonesia yaitu Sulawesi Selatan yang Ibu Kotanya adalah Makassar, juga menyajikan beragam potensi wisata, selain berwisata anda juga bisa menambah pengetahuan sebab adanya tempat-tempat wisata di Sulawesi Selatan yang merupakan peninggalan sejarah. Berwisata di Sulawesi Selatan anda tidak akan bosan karena beragamnya tempat wisata yang dimiliki, bukan saja wisata pantai atau air terjun tapi juga wisata karst yang cukup terkenal.

Wisata Karst atau biasa disebut taman batu oleh masyarakat sekitar,yang terletak di Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep atau sekitar 53 KM dari Kota Makassar dan disebut-sebut sebagai kawasan Karst terbesar di Dunia setelah China saat ini menyajikan pemandangan yang cukup memanjakan mata membuat takjub akan susunan batu-batu yang ada.

Bukan sekedar menawarkan selfie namun kawasan taman batu tersebut menyajikan udara yang cukup sejuk untuk merileksasi tubuh yang lelah dalam bekerja sebab ia terletak di tengah-tengah sawah dan perkebunan warga yang cukup rindang.

Saat berkunjung anda juga tidak perlu mengeluarkan ongkos yang mahal karena warga sekitar yang menjaga taman batu tersebut memberi tarif yang relatif murah yaitu Rp.4.000 perorang.

Sulham, salah satu pengunjung taman batu pada Rabu (1/1) mengatakan kepada tim Kabar Makassar bahwa selama ini sering mendengar tempat wisata ini namun baru memiliki kesempatan untuk berkunjung, meski berjalan kaki dari tempat parkir kendaraan namun tidak terlalu jauh untuk sampai hanya melewati beberapa petak sawah dan kebun milik warga.

“Sayang sekali jika wisata taman batu yang cukup indah ini tidak dikembangkan oleh pemerintah setempat” ucapnya.

“Sebab Pangkep ini bukan saja kaya akan wisata laut karena posisi kabupaten ini adalah kepulauan, namun juga wisata-wisata seperti taman batu atau karst seperti ini juga cukup menarik dan saya senang bisa berkunjung kesini, sepertinya ini menjadi tempat favorit saya yang baru” tutupnya.