Pesona Batu Manyure Letta Pinrang Memacu Adrenalin

KabarMakassar.com — Kabupaten Pinrang menyimpan sejumlah destinasi wisata alam yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Batu Manyure Gunung Muluu yang ada di Kampung Balaleon, Dusun Baju Eja, Desa Letta.

Objek wisata terbilang cukup ekstrim karena terdapat sebuah batu yang menonjol keluar di atas sebuah jurang dengan ketinggian sekitar 100 meter. Hal inilah yang menjadi keunikan tersendiri bagi objek wisata ini, terutama bagi para pengunjunng yang berswafoto.

Selain tempatnya sejuk dan asri, Batu Manyure yang berada diketinggian sekitar 1300 diatas permukaan laut itu, pada waktu tertentu akan membuat pengunjung seperti di atas awan, seperti pada waktu pagi atau sore hari karena awan akan menggumpal dan terlihat melayang.

Untuk menuju ke lokasi Batu Manyure Gunung Muluu, para pengunujung harus menempuh jarak sekitar 25 kilometer dari Kota Pinrang dan harus berjalan kaki naik turun gunung sekitar 2 kilometer karena kendaraan tidak bisa sampai ke Batu Manyure Gunung Muluu.

“Batu Manyure kini viral dimedia sosial dan menarik banyak wisatawan. Tempatnya memang sangat indah dan menantang jiwa,” kata salah satu pengunjung, Ocang, Minggu (5/7).

Ocang mengatakan jika pengunjung harus ekstra hati-hati jika berada di atas batu manyure karena tempatnya belum memiliki safety atau pagar pembatas. “Harus hati-hati jika terpeleset bisa saja jatuh ke jurang,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, jika pada pagi hari pengunjung akan disugukan dengan pemandangan matahari yang terbit dari sisi gunung dengan awan yang membentang pada sisi Gunung Letta.

“Kalau di atas sana kita bisa melihat langsung Gunung Enrekang, sebagian Gunung Letta dan bisa melihat matahari sedang terbit,” pungkasnya.

Wisata Alam Dibuka, Ini yang Perlu Diperhatikan

KabarMakassar.com — Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengizinkan 29 Taman Nasional (TN), Taman Wisata Alam (TWA), dan Suaka Margasatwa (SM) untuk dibuka kembali secara bertahap. Dibukanya wisata tersebut membuat para wisatawan mulai bersiap untuk melakukan aktifitas pendakian dan berpetualang.

Meski telah resmi dibuka untuk Kawasan pariwisata alam wisatawan atau warga yang berkunjung juga harus tahu dan patuhi protokol kesehatan yang dianjukan pemerintah.

Untuk diketahui Pariwisata alam yang dibuka antara lain, kawasan wisata bahari, kawasan konservasi perairan, kawasan wisata petualangan, taman nasional, taman wisata alam, taman hutan raya, suaka margasatwa serta geopark. Kemudian juga pariwisata alam non-kawasan konservasi, antara lain kebun raya, kebun binatang, taman safari, desa wisata, dan kawasan wisata alam yang dikelola oleh masyarakat.

Dibukanya kawasan pariwisata ini dikhusukan untuk kawasan pariwisata alam yang berada di kabupaten dan kota dalam zona hijau atau zona kuning.

Dalam keterangan persnya beberapa waktu lalu, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar mengatakan, pembukaan ini dilakukan atas pertimbangan adanya kebutuhan untuk masyarakat dapat menghirup udara segar secara langsung di alam yang tenang dan nyaman.

“Hutan bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental manusia (enhancing health and quality of life). Karenanya di tengah pandemi Covid-19 ini, maka salah satu pilihan untuk sehat adalah dengan melakukan kunjungan wisata ke TN, TWA, dan SM,” kata Siti dalam keterangan persnya, Kamis (25/6) lalu.

Namun bagi wisatawan yang tidak sabaran anda perlu perhatikan saat berwisata alam, antara lain:

  • Informasi wisata di daerah yang kawasan zona hijau dan zona kuning.
    Ini sangat penting untuk menjaga diri anda, jangan sampai anda tidak mengetahui informasi wilayah tersebut dan pulang dari lokasi atau wilayah zona merah. Hal itu penting diperhatikan, selain itu surat keterangan bebas virus corona juga perlu anda bawa.
  • Kalau baru sembuh dari penyakit jangan berwisata.
    Jika memaksakan diri anda untuk berwisata, untuk diperhatikan sebaiknya dirumah saja. Apalagi riwayat medis selesai karantina. Intinya sabar, dan menanti tubuh anda bugar kembali.
  • Jangan melakukan pendakian ektreme.
    Kalau pemula, sebaiknya jangan nekat. Diperlukan orang yang memiliki mental dan fisik yang kuat dalam situasi pandemi ini. Disarankan jika pendakian terlalu ektreme diurungkan niatnya saja dahulu. Jangan menjangkau medan yang terlalu sulit dan terlalu jauh dari rumah, karena otot yang telah lama tertidur perlu dibangunkan secara perlahan sehingga tak mengalami kelelahan ekstrem.
  • Wajib bawa masker, dan sesering mungkin cuci tangan.
    Secara tidak sadar, atau iseng menyentuh permukaan yang tidak perlu. Hati-hati dalam memegang sesuatu. Untuk itu wajib bermasker dan serajin mungkin cuci tangan.
  • Bawa bekal dari rumah.
    Sebaiknya bawa bekal dari rumah, jangan jajan diluar, kebersihan dan sterilisasi belum menjamin kesehatan anda di situasi seperti ini.

Selamat berwisata alam dan jaga kesehatan.

Wisata Bantimurung Maros Mulai Buka 8 Juni

KabarMakassar.com — Kawasan wisata alam Bantimurung, Kabupaten Maros mulai dibuka kembali pada Senin (8/6).

Meski kembali dibuka namun tetap mengacu pada protokol Covid-19 yaitu pengunjung diharapkan menggunakan masker selama berada didalam kawasan wisata, mengukur suhu tubuh sebelum masuk, mencuci tangan, menjaga jarak dengan pengunjung yang lain serta membawa perlengkapan sholat pribadi.

Informasi ini pun dibenarkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Maros, Muh Ferdiansyah saat dikonfirmasi melalui telfon seluler pada Minggu (7/6).

“Kawasan Alam Bantimurung betul akan kami buka pada Senin besok, namun tetap memperhatikan protokol Covir-19, dilokasi wisata sebelum pengunjung masuk akan diperiksa suhu tubuhnya oleh tim Kesehatan” kata Muh Ferdiansyah.

Kawasan Wisata Alam Bantimurung juga dibuka dengan tarif baru yaitu sebesar Rp30.000 rupiah per orang.

Pesona Alam Wisata Taman Batu Balocci Pangkep

Kabarmakassar.com — Indonesia yang terkenal kaya akan hasil alam juga terkenal dengan pariwisata dan budayanya, pariwisata merupakan sektor penting dalam menunjang perekonomian. Pijakan budaya yang beraneka ragam menjadi hal yang berkaitan erat dengan pariwisata yang ada di Indonesia.

Salah satu provinsi di Indonesia yaitu Sulawesi Selatan yang Ibu Kotanya adalah Makassar, juga menyajikan beragam potensi wisata, selain berwisata anda juga bisa menambah pengetahuan sebab adanya tempat-tempat wisata di Sulawesi Selatan yang merupakan peninggalan sejarah. Berwisata di Sulawesi Selatan anda tidak akan bosan karena beragamnya tempat wisata yang dimiliki, bukan saja wisata pantai atau air terjun tapi juga wisata karst yang cukup terkenal.

Wisata Karst atau biasa disebut taman batu oleh masyarakat sekitar,yang terletak di Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep atau sekitar 53 KM dari Kota Makassar dan disebut-sebut sebagai kawasan Karst terbesar di Dunia setelah China saat ini menyajikan pemandangan yang cukup memanjakan mata membuat takjub akan susunan batu-batu yang ada.

Bukan sekedar menawarkan selfie namun kawasan taman batu tersebut menyajikan udara yang cukup sejuk untuk merileksasi tubuh yang lelah dalam bekerja sebab ia terletak di tengah-tengah sawah dan perkebunan warga yang cukup rindang.

Saat berkunjung anda juga tidak perlu mengeluarkan ongkos yang mahal karena warga sekitar yang menjaga taman batu tersebut memberi tarif yang relatif murah yaitu Rp.4.000 perorang.

Sulham, salah satu pengunjung taman batu pada Rabu (1/1) mengatakan kepada tim Kabar Makassar bahwa selama ini sering mendengar tempat wisata ini namun baru memiliki kesempatan untuk berkunjung, meski berjalan kaki dari tempat parkir kendaraan namun tidak terlalu jauh untuk sampai hanya melewati beberapa petak sawah dan kebun milik warga.

“Sayang sekali jika wisata taman batu yang cukup indah ini tidak dikembangkan oleh pemerintah setempat” ucapnya.

“Sebab Pangkep ini bukan saja kaya akan wisata laut karena posisi kabupaten ini adalah kepulauan, namun juga wisata-wisata seperti taman batu atau karst seperti ini juga cukup menarik dan saya senang bisa berkunjung kesini, sepertinya ini menjadi tempat favorit saya yang baru” tutupnya.