Viral di Medsos, Pemkot Turun Tangan Pindahkan Daeng Makking ke Rusunawa

KabarMakassar.com — Djumakking atau Daeng Makking, warga kurang mampu di Kelurahan Balla Parang, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, yang sempat viral di media sosial setelah salah seorang netizen mengunggah kondisi gubuk berlantai tanah yang ditinggali Daeng Makking bersama dua anak dan tiga cucunya sejak 20 tahun lalu, dipindahkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar ke tempat tinggal yang lebih layak.

Daeng Makking bersama dua anak dan tiga cucunya itu dipindahkan untuk tinggal sementara di Rumah Susun Sederhana milik Pemkot Makassar di Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya.

“Kita semua berdosa jika membiarkan saudara kita hidup menderita seperti ini. Apalagi kondisi kesehatan Daeng Makking juga sudah menurun, ditambah pula beban keluarga yang harus dihidupinya,” kata Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb, saat mendatangi langsung gubuk Daeng Makking di Kelurahan Balla Parang, Kecamatan Rappocini, Rabu (11/3).

“Alhamdulillah setelah mengajaknya berbicara, beliau setuju untuk kita bawa tinggal sementara di Rusunawa. Kita juga bersyukur beberapa dermawan telah memberikan bantuan pembangunan rumah baru untuk Daeng Makking dan keluarganya,” lanjutnya.

Iqbal yang juga ikut membantu Daeng Makking dan keluarga berkemas barang untuk pindah ke Rusunawa itu mengaku pertama kali mengetahui kondisi Daeng Makking lewat video yang dikirimkan seseorang warga di whatsapp pribadinya.

“Video itu sangat menyayat hati. Makanya saya langsung perintahkan para OPD terkait untuk segera bergerak cepat. Saya juga sudah minta Dinas Sosial untuk mengecek dan mendata kembali warga yang selama ini luput dari pemantauan,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Makassar, Fathur Rahman mengatakan, rencana awal yang sudah disiapkan yakni membangunkan Daeng Makking rumah di lokasi tempat tinggalnya saat ini. Namun belakangan diketahui jika tanah tersebut merupakan Fasum Fasos.

“Pak Wali perintahkan agar Daeng Makking harus mendapatkan kehidupan yang layak. Makanya skenario pertama kami ingin membangunkan rumah di tempatnya tersebut. Tapi ternayata itu adalah lahan fasum-fasos. Akhirnya kita lakukan opsi kedua, yakni menempatkannya untuk sementara di Rusunawa hingga pembangunan rumahnya selesai,” ujar Fathur Rahman.

Selama di Rusunawa, kata dia, Pemkot Makassar akan menjamin kebutuhan dasar Daeng Makking dan keluarganya. Baik itu kesehatan, pendidikan, termasuk kebutuhan sandang dan pangan.

Sekadar diketahui, sejak viral di media sosial, banyak dermawan yang datang memberikan bantuan. Termasuk salah satu diantaranya memberikan sertifikat tanah untuk digunakan sebagai lokasi pembangunan rumah tempat tinggal Daeng Makking bersama keluarganya.