Update Covid-19 30 Maret: Bertambah 11, Jumlah Pasien Sembuh jadi 75 Orang

KabarMakassar.com — Jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia yang sembuh terus bertambah, Juru Bcara pemerintah untuk Peenganganaan Covid-19, Achmad Yurianto menyampaikan, hingga Senin (30/3), tercatat sudah ada 75 orang yang dinyatakan sembuh.

“Ada penambahan kasus sembuh 11. Sehingga total pasien sembuh hingga hari ini sebanyak 75 orang,” kata Yurianto, saat menyampaikan keterangan pers di Kantor BNPB, Jakarta, Senin (30/3).

Yurianto memaparkan secara keseluruhan jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah. Jumlah total pasien positif Covid-19 di Indonesia saat ini mencapai 1.414 orang. Angka ini bertambah sebanyak 129 orang dari hari sebelumnya (Ahad, 29 Maret 2020)yang sebanyak 1.285 orang.

Dari jumlah total 1.414 kasus positif Covid-19 tersebut, korban meninggal mencapai 122 orang.

“Kasus kematian bertambah 8 orang, sehingga total korban meninggal dunia sudah sebanyak 122 orang,” terangnya.

Sekadar diketahui, khusus untuk Sulsel, berdasarkan data yang dirilis di laman https://covid19.sulselprov.go.id/, hingga pukul 17.05 WITA,
total jumlah pasien positif Covid-19 sudah sebanyak 50 orang (46 dirawat, 4 meninggal).

Sementara untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada sebanyak 105 orang (96 dirawat, 8 sehat, 1 meninggal). Seddangkan untuk Orang Dalam pemantauan 9ODP) jumlahnya sebanyak 620 orang (583 proses pemantauan, 37 selesai pemantauan).

Bertambah 2, Pasien Positif Covid-19 di Sulsel jadi 4 Orang

KabarMakassar.com — Jumlah pasien yang dinyatakan positif terjangkit Virus Coriona (Covid-19) di Sulsel bertambah 2 orang. Dengan begitu, sampai Selasa (23/3) sore, total jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel sudah berjumlah 4 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, dr Ichsan Mustari mengatakan, tambahan 2 pasien positif ini masing-masing pasien 309 dan pasien 557.

dr Ichsan menjelaskan, untuk Pasien 309 merupakan warga Kota Makassar yang dirawat dan diperiksa swab di Jakarta. Hasilnya dinyatakan positif terjangkit Covid-19.

“Yang bersangkutan kemudian dirujuk ke Makassar sesuai prosedur yang ditetapkan oleh Kemenkes. Karena yang bersangkutan ini memang tinggal (warga) Makassar. Sampai di Makassar, dia ke RS Wahidin untuk diperiksa, dan karena keadaannya sudah tidak ada gejala-gejala lagi, makanya dia diputuskan untuk isolasi mandiri di rumah. Jadi tidak dirawat lagi di Makassar,” kata Ichsan melalui video konferensi, Selasa (24/3) sore.

Sementara untuk pasien 557, lanjut Ichsan, saat ini yang bersangkutan sementara dirawat di RSUD Andi Makkasau Parepare.

Menurut Ichsan, pasien 557 ini memiliki riwayat baru pulang dari menunaikan ibadah umrah pada tanggal ada tanggal 24 Februari sampai 8 Maret 2020. Setelah pulang, yang bersangkutan mengalami demam dan batuk. Tanggal 16 Maret, pasien tersebut dirawat di RS Fatimah Parepare. Kemudian tanggal 17 Maret dirujuk ke RSUD Andi Makkasau Parepare dengan keluhan batuk, demam dan sakit kepala.

“Tanggal 17 itu dia masuk ke RSUD Andi Makkassau, dan dilakukan pengambilan sampel atau spesimennya. Yang bersangkutan kemudian dinyatakan positif Covid-19 pada tanggal 24 Maret. Pasien 557 ini merupakan warga Pinrang, tetapi dirawat di RSUD Andi Makkasau Parepare,” terang Ichsan.

dr Ichsan menegaskan, Pemerintah Provinsi Provinsi dan pemerintah kabupaten kota di Sulsel sangat serius melakukan penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 ini.

“Tim kita terus bekerja untuk melakukan pelacakan atau contact tracing terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan pasien positif. Kita juga terus mengimbau masyarakat untuk melakukan social distancing atau phsyical distancing. Pasalnya, hanya dengan ini kita bisa melakukan pemutusan mata rantai penularannya,” imbaunya.

Sekadar diketahui, berdasarkan data terbaru yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemrintah Provinsi Sulsel, hingga Selasa (24/3) pukul 14:46 WITA, tercatat jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 149, (113 pemantauan, 36 selesai pemantauan) 54 PDP (7 sehat, 47 masih dirawat); Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 54 orang (7 sehat, 47 masih dirawat); sedangkan pasien positif Covid-19 jumlahnya bertambah menjadi 4 orang (1 meninggal, 1 isolasi mandiri di rumah, 2 di rawat di RS).

Update Kasus Covid-19 di Pinrang: 7 ODP, 1 PDP, 0 Positif

KabarMakassar.com — Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang merilis data terbaru hasil pemantauan yang dilakukan terkait penyebaran Virus Corona (Covid-19) di wilayahnya.

Berdasarkan data yang dirilis, hingga Senin (23/2) pukul 09.30 WITA, di Kabupaten Pinrang ada sebanyak 7 orang yang berstatus Orang dalam Pengamatan (ODP). Dimana 6 diantaranya dalam proses pemantauan, sedangkan 1 lainnya sudah selesai pemantauan. Jumlah ODP tersebut (7 orang) tidak termasuk 85 orang yang saat ini dalam pengamatan Dinas Kesehatan setempat.

“ODP 7 orang. Dari jumlah itu ada 3 yang dirawat di RSUD Lasinrang, dan 2 diantaranya sudah dipulangkan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, Dyah Puspita Dewi.

“Sedangkan yang 4 orang lainnya diminta melakukan isoasi mandiri di rumahnya masing-masing sambil terus dipantau petugas dari Puskesmas,” terangnya.

Sementara untuk pasien yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), lanjut Dewi, sejauh ini tak ada penambahan dan masih 1 orang.

“PDP 1 orang, dan masih dirawat di RSUD Andi Makkasau Parepare,” ujarnya.

Dewi menambahkan, untuk mencegah penularan Covid-19 di wilayah Kabupaten Pinrang, pihaknya mengimbau masyarakat untuk mengikuti imbauan pemerintah agar melakukan sosial dostancing atau menjaga jarak dan mengurangi aktivitas di luar rumah jika memang tidak ada keperluan yang mendesak.

“Kita berharap masyarakat juga ikut membantu dengan melakukan sosial distancing atau mengurangi aktivitas di luar rumah jika memang tidak ada keperluan yang benar-benar mendesak. Ini sangat penting dan akan sangat membantu pencegahan penularan Covid-19,” tutupnya.

13 Hari, Jumlah Pasien Corona di Indonesia Bertambah 115 Orang

KabarMakassar.com — Kasus Virus Corona (Covid-19) di Indonesia terus bertambah. Dari yang awalnya ditemukan 2 orang pasien positif Covid-19 pada 2 Maret lalu, dalam jangka waktu 13 hari setelahnya atau hingga Ahad (15/3), jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia melonjak dan bertambah sebanyak 115 orang.

Hal ini setelah pada Ahad (15/3) siang, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona, Achmad Yurianto kembali mengumumkan adanya tambahan 21 pasien yang tersebar di dua wilayah di Indonesia yang dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Sebelumnya pada Sabtu (14/3). pasien positif Corona di Indonesia jumlahnya sebanyak 96 orang.

Dengan begitu, saat ini jumlah total pasien di Indonesia yang dinyatakan positif terjangkit Virus Corona sudah sebanyak 117 orang.

“Ada tambahan 21 kasus baru. 19 orang di Jakarta dan 2 di Jawa Tengah,” kata Yuri saat memberikan keterangan pers di Jakarta.

Menurut Yuri, (21) kasus tambahan yang diumumkan hari ini merupakan hasil pengembangan atau tracing yang dilakukan terhadap pasien sebelumnya.

Pada kesempatan tersebut, Yuri juga menyampaikan jika pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan masing-masing bisa mengambil kebijakan untuk melakukan tracing lebih jauh.

Selain itu, kata dia, kepala daerah juga memiliki hak untuk mengumumkan kepada masyarakat terkait jumlah kasuspositif Corona di wilayahnya masing-masing. Dengan catatan, tetap mempertimbangkan untuk merahasiakan identitas sang pasien.

“Kepala daerah yang bertanggungjawab dalam kebencanaan ini harus memiliki suatu strategi yang bagus,” ujarnya.

Yuri juga mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap melakukan upaya mencegah penularan virus tersebut. Salah satunya yakni menahan diri untuk tidak mengunjungi tempat-tempat keramaian jika menaag tak ada keperluan yang mendesak.

“Kalau tidak terlalu penting, tidak perlu bertemu dengan orang banyak untuk membicarakan sesuatu,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, hingga Ahad (15/3) siang, dari total 117 jumlah kasus postif Corona di Indonesia, 5 pasien diantaranya meninggal dunia, dan ada 8 yang telah dinyatakan sembuh.