Kedai Madu Sulawesi, UMKM Binaan BI Promosi di KTI Digifest

Kabarmakassar.com — Perhelatan Kawasan Timur Indonesia Digifest 2020 yang digelar hari ini hingga besok malam hingga saat berlangsung meriah dan ramai akan pengunjung, meskipun hujan turun sangat derasnya namun tidak mengurungkan niat para pengunjung untuk hadir pada event KTI Digifest ini, bukan hanya itu dari pantauan kabarmakassar.com juga banyak tenant UMKM yang merupakan binaan dari Bank Indonesia turur hadir dalam event besar BI tersebut yang digelar di CCC (11/1).

Salah satu tenant binaannya yakni Kedai Madu Sulawesi dengan kualitas yang terjamin dan rasa yang manis dan nikmat.

Owner kedai madu sulawesi, Akbar mengatakan awal mula mengembangkan produk madunya yakni terinsipasi dari para petani sekaligus ingin memberikan solusi kepada petani untuk memasarkan madu yang didapatnya.

“Awal pengembangan produk berawal dari karena saya sering mengirim relawan ke pelosok melalui komunitas, saya itu merekrut relawan ke pelosok untuk mengajar adik adik jadi setiap bulan kita merekrut relawan untuk mengajar adik adik dipelosok. Selama 2 tahun saya melakukan itu saya melihat banyak potensi dipelosok kemudian petani tidak memiliki pasar yang jelas kemana mereka harus menjual madunya setelah mereka dapat dari hutan akhirnya dari situ kita mencoba untuk membuat pasar bagi petani itu, jadi memang kita melihat banyak potensi kemudian bagaimana kita bisa menciptakan pasar untuk potensi yg ada.” ucapnya saat di temui oleh kabarmakassar.com di tenant (11/1).

Dari segi kualitas dapat dijamin karena madu yang digunakan adalah madu lokal dan berasal dari petani binaan yang ada dipelosok. Diketahui madu sulawesi juga telah memiliki izin UMKM sehingga dapat dipasarkan.

Sementara itu Kedai Madu Sulawesi sebagai salah satu UMKM binaan BI telah mengikuti event-event yang dilakukan oleh BI itu sendiri diantara telah ke Jakarta, Surabaya dan Banjarmasin. Untuk perharinya diketahui kedai madu sulawesi dapat memproses 150 botol perhari dan dalam 4 sampai 5 hari event kedai Akbar dapat mengeluarkan 700 hingga 1000 botol madu.

Selain itu harga yang di berikan pun cukuo terjangkau mulai dari 35 ribu hingga yang termahal Rp140 Ribu.

“untuk kedepannya saya berharap untuk produk kami ini bisa sampai ke luar daerah, luar kota bahkan luar negeri.” harap Akbar.

Sekedar diketahui pada event BI tersebut dihadiri oleh gubernur SulSel Nurdin Abdullah, Pj Walikota Makassar Iqbal Suhaeb, Kepala kntor BI SulSel Bambang Kusmiarso, Direktur Eksekutif Departemen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran, Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran dan masih banyak lagi.

Event ini juga semakin meriah karena di pengunjung dihibur oleh artis papan atas yakni gigi dan sederat artis ibukota dan artis lokal lainnya.