Dua Pengedar Uang Palsu Dibekuk Polres Gowa

KabarMakassar.com — Dua Warga Makassar dibekuk unit Reskrim Polres Gowa. Mereka diamankan lantaran edarkan uang palsu (Upal) pecahan Seratus ribu rupiah.

Keduanya adalah Firmansyah (25) warga Toddopuli, Kelurahan Borong dan Dhewanta (19) warga Jalan Bitoa Lama, Antang.

Kapolres Gowa AKBP Boy Samola mengatakan penangkapan keduanya berawal saat ditangkapnya salah satu pelaku yang kedapatan edarkan Upal di salah satu Counter Hp di Kecamatan Bajeng.

“Pelaku Firmansyah ditangkap pada Jumat 24 Januari 2020 disalah satu Counter Handphone di Jalan Poros Panciro, Kecamatan Bajeng. Pelaku kedapatan edarkan Upal oleh pemilik Counter saat membeli pulsa,” kata Kapolres saat menggelar Press Conference di Halaman Mapolres Gowa, Rabu (29/1).

Setelah dilakukan pengembangan personel berhasil mengamankan rekannya di daerah Antang, Kecamatan Manggala.

“Dhewanta ditangkap di pinggir jalan saat akan pulang kerumahnya di Antang,” ungkap AKBP Boy Samola.

Menurut Kapolres kedua pelaku edarkan Upal pecahan Rp100.000 dan Rp50.000 rupiah. Dari keterangan keduanya sebanyak Rp 5 juta sudah diedarkan di wilayah Makassar, Maros dan Gowa.

“Pelaku menukarkan uang palsu terhadap pedagang-pedagang kecil seperti Counter Handphone, tukang bakso, penjual buah dan penjual petasan,” jelas Kapolres.

“Mereka melakukannya sejak bulan Desember 2019 lalu. Dalam satu juta yang ditukarkan pelaku mendapatkan bayaran sebesar Rp 200.000, ” tambahnya.

Kedua pelaku dijerat Pasal 244 KUHP tentang Pengedaran uang palsu ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Dalam hal ini Kapolres Gowa AKBP Boy Samola menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dan teliti apabila menerima uang dari seseorang khususnya dalam bertransaksi.

“Sejak Desember tahun lalu sejak operasi Lilin 2019 kami sudah menghimbau agar berhati-hati. Untuk toko-toko agar menyediakan alat pendeteksi sehingga kita bisa menekan peredaran uang palsu,” Himbau Boy.