Wakil Ketua DPRD Selayar Meninggal, Basli Ali Sampaikan Duka Cita

KabarMakassar.com — Innalillahi wainnailaihi rajiun. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar Muhammad Aris Ridwan dari Fraksi Partai Gerindra meninggal dunia di RSUD Kh. Hayyung Selayar pada Senin (23/3) kemarin.

Direktur RSUD Kh. Hayyung, dr. Hazairin Nur membenarkan kabar duka tersebut. Ia mengatakan jika Muhammad Aris Ridwan menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 18.50 Wita.

“Iya benar Muhammad Aris Ridwan meninggal pada hari Senin kemarin karena sakit jantung,” kata dr. Hazairin Nur, Selasa (24/3).

Ia mengungkapkan bahwa sebelum dilarikan ke rumah sakit, almarhum sempat berolahraga sepeda. “Dalam perjalanan pulang, almarhum sedang dalam keadaan kurang sehat,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Selayar, H. Muh. Basli Ali mengaku turut berbelasungkawa. Ia berharap almarhum husnul khotimah dan diterima disisi Allah SWT.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Selayar ikut turut berduka cita, dan kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan oleh Allah SWT,” kata Basli Ali.

Untuk diketahui, almarhum kini disemayamkan di rumah duka yakni di Jalan Kenari, Benteng, Selayar dan akan dikebumikan di Pemakaman Lango-lango.

Presiden Sampaikan Duka Cita Atas Wafatnya Tenaga Medis

KabarMakassar.com — Presiden RI, Joko Widodo menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya sejumlah dokter, perawat, dan tenaga medis yang menangani pasien positif virus korona (Covid-19).

“Saya ingin menyampaikan ucapan dukacita yang mendalam, belasungkawa yang dalam atas berpulangnya dokter, perawat, dan tenaga medis yang telah berpulang ke sisi Allah SWT,” kata Jokowi, Senin (23/3).

Jokowi menilai para tenaga medis tersebut telah berdedikasi dan berjuang sekuat tenaga dalam rangka menangani Covid-19.

“Atas nama pemerintah, negara, dan rakyat, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja kerasnya, atas perjuangan, dalam rangka mendedikasikan dalam penanganan Covid-19,” katanya.

Di samping itu, Presiden juga mengatakan bahwa pemerintah akan segera mengalokasikan insentif bagi para tenaga medis yang berjuang di tengah pandemi korona. Ia mengaku jika hal itu telah dikoordinasikan dan ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

“Kemarin kita telah rapat dan telah diputuskan, telah dihitung oleh Menteri Keuangan, bahwa akan diberikan insentif bulanan kepada para tenaga medis,” jelasnya.

Kata dia, besaran insentif yang akan diterima oleh para tenaga medis antara lain untuk dokter spesialis sebesar Rp15 juta, dokter umum dan dokter gigi sebesar Rp10 juta, bidan dan perawat sebesar Rp7,5 juta, dan tenaga medis lainnya sebesar Rp5 juta.

Selain insentif bulanan, kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu, pemerintah juga akan memberikan santunan bagi tenaga medis yang wafat di daerah tanggap darurat.

“Kemudian juga akan diberikan santunan kematian sebesar Rp300 juta dan ini hanya berlaku untuk daerah yang telah menyatakan tanggap darurat,” pungkasnya