Lies Nurdin: Posyandu Mulai Beroperasi Sesuai Protokol Kesehatan

KabarMakassar.com — Masa pandemi yang telah berlangsung selama lebih dari empat bulan berdampak pada terbatasnya berbagai aktivitas rutin masyarakat. Pembatasan ini merupakan konsekuensi dari pemberlakuan protokol kesehatan untuk menekan penyebaran virus yang saat ini belum memiliki vaksin.

Salah satu aktivitas rutin yang ikut terhenti di masa pandemi ini adalah akses Pos Pelayanan Masyarakat Terpadu (Posyandu) di masyarakat. Akibatnya, kegiatan imunisasi anak maupun layanan konsultasi untuk mencegah kehamilan pada ibu usia produktif ikut terhenti.

Menanggapi hal ini, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Lies F Nurdin bersama seluruh komponen terkait yakni Dinas Kesehatan Daerah, BKKBN, tenaga kesehatan, serta pengurus PKK dari seluruh daerah mulai mensosialisasikan pengoperasian Posyandu dengan menerapkan protokol Covid-19.

Melalui Webinar yang digelar dengan tema ‘Revitalisasi Posyandu di Masa Pandemi Covid-19 Menuju Masyarakat Sehat’ Lies menerangkan perlunya upaya agar proses imunisasi anak melalui Posyandu tetap terlaksana di masa pandemi.

“Kami membicarakan bagaimana mengaktifkan kembali Posyandu, karena dilihat dari jumlah anak-anak yang diimunisasi menurun, khususnya pada bulan Maret dan April,” terang Lies usai mengisi kegiatan Webinar di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jumat, 10 Juli 2020.

Lies menyebutkan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi, persentase penurunan anak yang tidak diimunisasi pada Maret sebanyak 5,1 persen, jumlah ini jauh meningkat pada April yakni sebanyak 19,7 persen.

“Kondisi ini sangat berbahaya untuk masa depan anak-anak kita, bisa memicu kejadian luar biasa, di mana anak-anak dengan polio, campak dan rubella serta penyakit lain yang membutuhkan imunisasi menjadi meningkat dan berpotensi sebagai kejadian luar biasa,” jelas Lies.

“Untuk itu, kami mengimbau Posyandu di seluruh Kabupaten Kota bisa diaktifkan kembali dengan menggunakan protokol kesehatan secara ketat,” ujarnya.

Sementara, dalam aturan yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Pemyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, layanan Posyandu yang beroperasi di masa pandemi wajib memastikan kader Posyandu yang bertugas dalam keadaan sehat. Petugas wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, wajib mengatur meja minimal 1 meter, para orang tua bayi/balita membawa kain/sarung untuk menimbang, mengatur jadwal masuk sasaran ke area pelayanan sebagai upaya Physical Distancing (maksimal 10 orang petugas termasuk petugas), menyediakan sarana cuci tangan dan had sanitizer, anak yang imunisasi suntik diminta untuk menunggu di sekitar atau diluar area pelayanan sebelum pulang untuk menerapkan prinsip safety injection, dan kader Posyandu melakukan pemantauan dan pelaporan kondisi masyarakat yang terdampak kepada petugas yang berwenang.

PKK Sulsel Terima Bantuan 19 Set APD dari Mahasiswa IT PLN

KabarMakassar.com — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menerima bantuan 19 set Alat Pelindung Diri (APD) yang berasal dari mahasiswa Institut Teknologi (IT) PLN Sutan Batara. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Ketua Himpunan Mahasiswa IT PLN Sutan Batara, Irwan Kurniawan, di Rumah Jabatan Gubernur, Selasa, (23/6).

Usai menerima bantuan, Lies menuturkan rasa terima kasih mendalam atas bantuan kepedulian dari para mahasiswa.

“Kami berterima kasih atas bantuan APD hari ini, ada 19 set yang diberikan, secepatnya akan disalurkan kepada tenaga kesehatan maupun tim gugus tugas Covid untuk dibagikan,” tutur Lies.

Sementara, Irwan Kurniawan mengatakan, sumbangan APD ini diperoleh dari donasi yang ia dan rekan-rekannya kumpulkan di kampus selama dua pekan. Donasi yang terkumpul sebesar Rp 6,3 juta kemudian mereka gunakan membeli 19 set APD.

“Kami ingin turut berpartisipasi di penanggulangan Covid tanpa turun langsung agar memutus penularan. Kami donasi untuk membeli APD untuk salurkan melalui pemerintah provinsi,” jelas Irwan.

Ia berharap, donasi yang dia dan rekan-rekannya kumpulkan dapat membantu para pihak yang berjuang di garis terdepan untuk penanggulangan Covid-19.

“Kami berharap bantuan ini dapat membantu para tenaga medis yang berjuang di garis depan untuk penanggulangan Covid-19,” tuturnya.

PKK Sulsel Ajari Warga Tanam Talas Satoimo di Pekarangan

KabarMakassar.com — Tim Penggerak PKK Sulsel akan mengajari warga cara menanam talas satoimo di pekarangan rumah mereka. Hal ini dilakukan untuk memperkenalkan komoditi ekspor ini kepada masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Lies F Nurdin, saat mengunjungi mengunjungi pabrik pengolahan talas satoimo, PT Tridanawa Perkasa Indonesia (TPI) Makassar, Sabtu, 20 Juni 2020. Diketahui, talas satoimo merupakan komoditi ekspor, yang tinggi protein dan kolagen, serta dapat menjadi panganan penunjang kebutuhan masyarakat.

Dalam kunjungannya, Lies melihat langsung proses pengolahan talas yang dilakukan buruh pabrik. Mulai dari proses pembersihan, pemotongan, hingga pengeringan. Hasil olahan talas ini banyak diekspor ke Negara Jepang.

Lies menuturkan, pengembangan talas satoimo merupakan salah satu cita-cita Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah. Talas ini sangat bermanfaat untuk kesehatan, sekaligus bisa meningkatkan kesejahteraan petani.

“Yang terpenting dari pengembangan talas ini, adalah cara penanaman yang benar. Satu hektare itu bisa menghasilkan seratus juta rupiah, ini akan sangat luar biasa bagi petani,” ujarnya.

Kepada Kepala Dinas Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sulsel, Andi Ardin Tjatjo, Lies menyarankan agar memanfaatkan lahan yang ada di Puca’ Maros, untuk lokasi penanaman talas satoimo. Iapun berencana memperkenalkan talas satoimo kepada warga agar ditanam di pekarangan.

“Kita bisa memperkenalkan ini ke masyarakat, menjadikan talas satoimo ini sebagai tanaman pekarangan. Setelah dicoba, pasti mereka suka. Karna ini makanan sehat dan enak,” tuturnya.

Ia menambahkan, PKK saat ini mengembangkan tanaman talas satoimo. Tanaman yang juga dikenal dengan nama talas tikus ini punya antioksidan tinggi, juga mengandung kolagen yang tinggi.

“Di Jepang, selama saya disana. Saya melihat mereka tiap hari makan talas. Sangat baik untuk kesehatan karena antikanker. Makanya kita mulai menanam, hingga ke tahap pengolahannya menjadi tepung, ini kita mau perkenalkan ke masyarakat,” jelasnya.

Lies F Nurdin Ajak Bunda PAUD Cegah Penularan Covid-19 pada Anak

KabarMakassar.com — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Lies F Nurdin, mengajak seluruh Bunda PAUD mengoptimalkan peran dalam mencegah dan memutus rantai penularan Covid-19, utamanya bagi anak usia dini. Beberapa langkah bisa ditempuh oleh setiap Bunda PAUD di masa pandemi sebagai antisipasi penyebaran virus, khususnya di kalangan anak-anak.

“Peran Bunda PAUD dalam masa pandemi Covid-19 ini, diantaranya aktif memotivasi keluarga, pengelola dan penyelenggara layanan PAUD untuk tetap melakukan pendampingan pembelajaran dari rumah, sesuai protokol yang telah ditetapkan, khususnya edukasi informasi yang benar mengenai Covid-19,” kata Lies saat menjadi pembicara utama pada Webinar “Bersama Melawan Covid-19 Menuju New Normal” yang digelar di kediaman pribadinya, Perumahan Dosen Unhas, Jumat, 19 Juni 2020.

Menurut Lies, Bunda PAUD memiliki peran dalam advokasi bersama tokoh masyarakat, tokoh agama maupun tokoh sentral lainnya, untuk melakukan sosialisasi kepada masing-masing keluarga mengenai pencegahan dan penularan Covid-19 dan pemberlakuan new normal bagi anak usia dini. Bagi Lies, dibutuhkan upaya kreatif dan inovasi yang mampu membuat anak ikut menerapkan perilaku sesuai protokol kesehatan di masa pandemi ini.

“Misalnya melalui lagu, anak-anak mudah mengerti jika disampaikan melalui lagu, bagaimana mencuci tangan, menjaga jarak dengan teman, hingga menggunakan face shield karena anak-anak usia di bawah dua tahun tidak disarankan menggunakan masker,” jelas Lies.

Untuk itu, Lies bersama Tim Bunda PAUD Sulsel berencana menggelar lomba cipta lagu anak serta modul menarik yang berisi tata cara mencegah dan memutus penularan Covid-19.

Ia berharap, setiap Bunda PAUD mampu menelurkan ide dan inovasi agar masyarakat memanfaatkan peluang meningkatkan ekonomi keluarga dengan membuat masker dan face shiled anak, stiker perilaku hidup sehat dan lain sebagainya. Upaya lain yang perlu dilakukan, adalah aktif berinovasi menciptakan menu sehat dan variatif bagi anak, aktif memberi materi mengenai edukasi dan perawatan anak, serta menjalin kerjasama dengan mitra maupun lembaga dan tokoh untuk mendukung kegiatan anak usia dini di masa pandemi ini.

Selain menghadirkan Bunda PAUD dari seluruh Kabupaten/ Kota se Sulsel, kegiatan ini juga dihadiri oleh pemerhati anak dari Unicef.

Benahi 19 Pasar Tradisional, Basdir Minta Masukan Lies F Nurdin

KabarMakassar.com — Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya berencana membenahi 19 Pasar Tradisional yang ada di Kota Makassar. Karena itu, Direktur PD Pasar Makassar Raya, Basdir, secara khusus datang menemui Ketua TP PKK Sulsel, Lies F Nurdin, di Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (13/3).

Kedatangan Basdir tersebut bertujuan untuk meminta masukan dan pendapat dari Lies terkait pembenahan 19 Pasar Tradisional di Kota Makassar, dimana tiga diantaranya akan dijadikan percontohan.

“Di masing-masing pasar, akan memperhatikan kondisi kebersihan, higienitas, keindahan, serta aspek ruang terbuka hijau. Apalagi, tiga pasar tersebut juga akan menjadi pusat kerajinan dan belanja oleh-oleh di Kota Makassar,” jelas Basdir kepada Lies.

Basdir memaparkan, konsep pasar wisata modern rencananya akan dibangun di Pasar Baru. Tempatnya sangat strategis, dekat dengan hotel, Benteng Rotterdam.

Di lokasi tersebut, lanjut dia, nantinya akan jadi pusat jajanan lokal, kerajinan, dan oleh-oleh. Di lantai atasnya, bisa dijadikan tempat nongkrong kalangan milenial.

“Pedagang di masing-masing pasar tidak akan mengalami kerugian dengan adanya pembenahan ini.

Tidak akan ada penggusuran. Paling relokasi kalau ada. Inipun dipindahkan ke tempat yang lebih bagus. Jadi tidak akan ada gesekan dengan pedagang,” ujarnya.

Menanggapi rencana PD Pasar Makassar Raya tersebut, Lies merespon positif. Ia mengakui jika kondisi Pasar Tradisional yang akan dibenahi memang memprihatinkan.

“Pasar Baru, Pasar Terong, dan Pasar Toddopuli sebaiknya yang menjadi percontohan dari sisi kebersihan, memenuhi standar ruang terbuka hijau, sekaligus menjadi lokasi wisata,” kata Lies.

Ketua Dekranasda Provinsi Sulsel itu juga mengaku mendukung penuh rencana PD Pasar Makassar Raya bersama Pemkot Makassar, untuk membenahi berbagai fasilitas yang ada di Pasar Tradisional di Makassar. (*)

Perpustakaaan Lorong di Laikang Diresmikan

KabarMakassar.com — Perpustakaan Lorong yang berlokasi di Lapangan Lestari Jalan Soppeng VI, Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya, yang merupakan program bantuan langsung dari TP PKK Provinsi Sulsel, diresmikan secara langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Sulsel, Liestiaty F Nurdin, didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Murni Djamaluddin Iqbal, Kamis (12/3).

Perpustakaan Lorong yang menyediakan buku bacaan dan juga alat permainan asah otak untuk anak ini, diharapkan mampu mendorong minat baca anak.

“Ini merupakan program bantuan langsung dari Ketua TP PKK Provinsi Sulsel. Dengan kehadiran Perpustakaan Lorong ini, kami harap anak-anak senang membaca dan menjadi cerdas, sehingga mampu bersaing bukan hanya di Kota Makassar, tapi se-Indonesia,” kata Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb, disela peresmian Perpustakaan lorong tersebut.

Menurut Iqbal, saat ini tingkat literasi di Kota Makassar masih rendah. Sementara, pada era saat ini Indonesia memasuki dunia informasi yang jika ideologi tidak dikuatkan, maka entitas bangsa akan rusak. Olehnya itu, kata dia, salah satu upaya dalam menjaga itu adalah dengan cara membaca.

“Membaca bukan hanya tulisan saja yang kita baca, tapi otak kita bekerja dan intuisi bekerja setelah membaca,” ujarnya.

Sekadar diketahui, peresmian Perpustakaan Lorong tersebut juga dihadiri Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. Kehadiran orang nomor satu di Sulsel itu sebagai bentuk dukungan untuk mendorong penuh minat baca masyarakat setempat.

Ketua TP PKK Sulsel Apresiasi Siswa-siswi Pinrang

KabarMakassar.com — Hari kedua kunjungan ketua TP PKK Prov Sulsel, Ny. Liest F. Nurdin beserta rombomgan yang didampingi Kadis PMD, Kadis DPLH, Kepala Biro (Karo) Administrasi Pimpinan, Karo Kesra, Kepala RS Haji, Kepala RS Dadi, Disdik dan pejabat lainnya melakukan penyuluhan ramah lingkungan, kesehatan, kanker dan menyerahkan berbagai bantuan sebagai stimulan pemberdayaan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Pinrang, Rabu (22/01/2020).

Kunjungan kerja hari ini adalah di SMK Negeri 2 Pinrang. Rombongan disambut oleh Ketua Tim Penggerak PPK Kab Pinrang beserta jajaran, kepala sekolah, guru dan perwakilan siswa dari seluruh SMA/SMK se-Kabupaten Pinrang dengan antusias dan semarak.

Pada kesempatan itu, ibu Ketua Penggerak PKK Prov Sulsel, Ny. Liest F. Nurdin meminta kepada para kepsek, para guru dan seluruh siswa untuk benar-benar menghadirkan sekolah yang berbudaya dan ramah lingkungan.

“Ada beberapa poin penting yang ditekankan meliputi MCK sekolah yakni harus bersih, tertib kelola sampah, hindari penggunaan plastik, kantin yang bersih dan makanan yang sehat, taman sekolah yang hijau, dibuat titik-titik biopori untuk peresapan air serta ruang kelas yang sirkulasi udara yang segar, kelola UKS yang baik sehingga seluruh sekolah dapat menghadirkan lingkungan yang bersih, sehat, ramah dan berkelanjutan,”ungkap Liest.

Liest menambahkan, bagaimana sekolah itu bisa menjadi pusat lingkungan hidup yang bersih sehat dan ramah lingkungan yang menular ke pemukiman masyarakat.

“Kalian adalah generasi pelanjut bangsa yang berkualitas yang harus dipersiapkan dengan baik dan itu kita mulai dari sekolah,” tegas Lies.

Sejumlah perwakilan sekolah diberi kesempatan dialog dengan ibu Ketua TP PKK Prov Sulsel. Tatkalah ibu Liest bertanya apakah kalian bawah thumbler, apakah kalian punya dispenser di kelas, langsung dijawab oleh anak-anak, iya sambil mengangkat thumbler masing-masing, lalu lbu Liest merespon dengan jempol dan mengatakan keren siswa Pinrang.

Liest menekankan jangan sama sekali mendekati narkoba karena kalian akan menjadi sampah masyarakat. “Hindari narkoba itu,”tegasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang narkoba, Adiwiyata dan pola hidup sehat oleh para narasumber yang ikut serta dalam rombongan kunjungan kerja ini.

Usia materi, Ibu Liest F. Nurdin dan rombongan selanjutnya berkeliling sekolah melakukan pengecekan kebersihan sekolah, memberikan sejumlah bantuan alat kebersihan, dispenser, thumbler, bibit pohon rambutan, mangga dan kelor sebanyak 50 pohon setiap sekolah, masing-masing di SMK Negeri 2 dan SMA Negeri 11 Kab Pinrang, lalu melakukan penanama bibit pohon secara simbolis di SMK Neg 2 dan SMA Neg 11 Kab Pinrang.

Kegiatan selanjutnya rombongan PKK Prov Sulsel bergerak mengunjugi salah satu puskesmas di Pinrang. Lies berpesan agar layanan puskesmas terus ditingkatkan dengan baik, jaga kebersihan dan kekompakan seluruh unsur yang ada di puskesmas.

Sementara, Kadis Lingkungan Hidup, Andi Hasdullah yang ikut mendampingi memberikan apresiasi atas kepedulian ibu Liest Ketua Tim PKK Sulsel. “Saya kira kunjungan ini memberi dorongan dan menggugah kepekaan kita terhadap kepedulian sosial ekonomi dan lingkungan di Sulsel,”ujarnya.

Hasdullah juga memberi apresiasi atas pegelolaan sekolah Adiwiyata SMA Negeri 11 Kab Pinrang yang tertata dengan baik. Ini dapat menjadi contoh bagi yang lain, SMA Negeri 11 ini sudah tembus Adiwiyata Nasional dan meraih juara 2 terbaik sekolah sehat tingkat Provinsi Sulsel.

“Harapan kita, jumlah sekolah Adiwiyata 2020 terus bertambah dan secara nyata berkontribusi langsung untuk percepatan pembangunan yang berkelanjutan di Sulawesi Selatan,”pungkasnya.