Kerjasama Bank Sulselbar dan BP3TKI Mudahkan TKI Bertransaksi

KabarMakassar.com — PT Bank Sulselbar menjalin kerjasama dengan Balai Pelayanan, Penempatan, dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Sulsel. Dimana dalam transaksi keuangan memudahkan untuk para TKI yang ada di luar negeri.

Inisiasi dalam memudahkan transaksi untuk para TKI ini oleh Direktur Pemasaran dan Syariah PT Bank Sulselbar Rosmala Arifin bersama dan Kepala Balai Pelayanan, Penempatan, dan Perlindungan TKI BPTKI Sulsel, Mohammad Agus Bustami bertempat di Grind n Pull cafe Jumat, (3/1) kemarin.

Bank Sulselbar dan pihak BP3TKI Sulsel lakukan kerjasama di bidang remitansi dan skema pembiayaan bagi TKI/PMI Sulsel dan Sulbar. Dimana kerjasama remitansi bertujuan untuk memberikan layanan kiriman uang para TKI di luar negri ke keluarga yang ada di Sulawesi Selatan dan Barat secara cepat dan murah.

Kerjasama pembiayaan TKI/PMI dilakukan guna mengatasi gap atas tingginya permintaan tenaga kerja terampil (skilled labor), dan kemampuan calon tenaga kerja tersebut dalam pendanaan untuk biaya proses penempatan yang membutuhkan biaya relatif besar.

“Kami hadir untuk membiayai entry cost tersebut yang nanti pembayarannya dilakukan melalui gaji mereka yang ditransfer melalui rekening para TKI di Bank Sulselbar,” kata Direktur Pemasaran Bank Sulselbar, Rosmala Arifin.

Rosmala juga menyampaikan bahwa kerjasama ini juga mencakup remitansi, sehingga calon TKI Sulsel dan Sulbar yang akan diberangkatkan ke luar negeri wajib membuka rekening.

“Jadi sebelumnya para TKI harus buka rekening terlebih dahulu di Bank Sulselbar, cukup dengn setoran awal Rp50.000 saja,” tambah Rosmala.

Sementara itu, menurut Kepala BP3TKI, Mohammad Agus Bustami yang didampingi Ketua Pasmindo, Agussalim Husain mengatakan sinergi kerjasama ini diyakini akan meningkatkan value bagi perekonomian Sulsel.

“Dengan teratasinya masalah pengiriman TKI dan juga peningkatan akurasi serta kualitas data remitansi karena transfer dana dilakukan langsung ke rekening Bank Sulselbar,” pungkas Mohammad Agus Bustami.