Doakan, Rabu Ini Tiga Lab di Makassar Sudah Bisa Lakukan Tes Covid-19

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Susel mengupayakan dalam satu atau dua hari kedepan, tiga laboratorium kesehatan di Makassar, yakni Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar, Laboratorium RS Wahidin dan Laboratorium Universitas Hasanuddin, sudah bisa melakukan tes spesimen pengecekan Covid-19 sendiri.

Kepala Bidang Pelayanan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Husni Thamrin mengatakan, Gubernur Sulsel dan stake holder terkait saat ini tengah mengupayakan peralatan dan izin dari Kementerian Kesehatan untuk ketiga laboratorium tersebut.

“Gubernur dan stake holder terkait berusaha agar secepatnya tiga laboratorium yang ada di Makassar ini bisa segera mendapatkan izin untuk melakukan pengetesan sampel darah (spesimen) pasien sendiri. Pemesanan bahan untuk laboratorium itu menunggu 1-2 hari ini. Doakan bisa dipakai beroperasi laboratoriumnya itu Rabu (25/3) lusa,” ujarnya.

Terkait teknis pengeoperasian termasuk apakah tes Covid-19 yang akan dilakukan nantinya berbayar atau tidak, Husni mengaku belum bisa memastikan hal tersebut.

“Belum ada informasi untuk bagaimana model pembayarannya,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan data terbaru yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, hingga Senin (23/3) pukul 09:48 WITA, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah sebanyak 21 orang dari yang sebelumnya pada Ahad (22/3) pukul 14.24 WITA dilaporkan 95 orang, kini menjadi 114 orang (93 dalam pemantauan, 21 selesai pemantauan).

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga bertambah 1 orang, dari yang sebelumnya 28 menjadi 29 orang (22 masih dirawat, 7 lainnya sudah dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang). Sementara untuk pasien positif tak ada penambahan. Jumlahnya masih tetap 2 orang, dimana 1 diantaranya meninggal dan 1 masih menjalani perawatan di RSUP Wahidin Sudirohusodo.

Sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, Ichsan Mustari mengatakan, penambahan jumlah ODP ini merupakan hasil dari contact tracing atau penelusuran yang dilakukan oleh tim gugus tugas penanganan Covid-19 di seluruh daerah di Sulsel.

“Iya benar bertambah jumlah ODP dan PDP. Ini kan sekarang di Sulsel sudah local transmission, makanya tim kita juga di lapangan masih terus melakukan penelusuran atau contact tracing,” kata Ichsan, Ahad (22/3).

“Tapi mereka (ODP) ini kan sekarang tidak semuanya di rawat di RS. Banyak yang hanya kita minta melakukan isolasi mandiri di rumah,” terangnya.

Olehnya itu, Ichsan mengimbau seluruh masyarakat yang ada di Sulsel agar mengikuti imbauan pemerintah untuk mengurangi aktifitas di luar rumah atau menerapkan social distancing dan isolasi mandiri jika tidak ada keperluan yang benar-benar mendesak.

“Makanya kita berharap masyarakat itu benar-benar bisa mengikuti imbauan pemerintah, isolasi mandiri dan benar-benar menerapkan social distancing. Itu yang kita harapkan agar kita bisa sama-sama meminimalisir penyebaran Covid-19 ini di Sulsel,” pungkasnya.