Ada Teh Corona di Takalar Expo 2020

KabarMakassar.com — Takalar Expo dan Pesta UMKM 2020 yang digelar di Lapangan H. Makkatang Dg. Sibali sejak tanggal 9 hingga14 Maret 2020, setiap malamnya selalu ramai dikunjungi masyarakat.

Dari hampir ratusan stand yanag ada di arena Takalar Expo dan Pesta UMKM 2020 itu, ada satu stand yang cukup menarik perhatian pengunjung. Pasalnya, di saat masyarakat dunia termasuk Indonesia dibuat khawatir dengan merebaknya Virus Corona (Covid-19), stand di Takalar Expo ini justru menawarkan minuman Teh Corona yang terbuat dari daun kelor.

Firman (49) warga Dusun Pandala, Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, sang pembuat Teh Corona yang dijual di stand tersebut mengaku sudah sejak 2018 lalu membuat teh kelor ini.

“Itu mulai pertama kalinya itu tahun 2018. Saat itu saya baru mulai coba membuat dan konsumsi sendiri bersama keluarga. Kalau untuk nama atau merek Corona itu sudah dari dulu, dan sebelum ada Virus Corona. Itu saya ambil dari bahasa Makassar,” kata Firman, Sabtu (14/3)

“2019 itu baru kami mulai menjual. Itu pun hanya secara perorangan dan menawarkan dari mulut ke mulut. Baru di 2020 ini kita mulai pasarkan dan tawarkan secara luas melalui media sosial. Harganya pun terjangkau. Untuk 1 dus kecil itu Rp25 ribu, dan untuk 1 kemasan plastik seharga Rp15 ribu,” tuturnya.

Perihal khasiat dari teh kelor dengan brand atau merek Corona ini, Firman mengatakan, meski secara spesifik dirinya belum melakukan kajian atau peneliatian terhadap produk Teh Corona produksinya, namun secara umum berdasarkan sejumlah hasil peneltian yang sudah banyak dilakukan para peneliti di Indonesia maupun luar negeri, ekstrak kelor terbukti lebih efektif daripada antibiotik dalam menghilangkan beberapa jenis bakteri dan jamur. Termasuk baik bagi jantung, menurunkan gula darah, mengandung senyawa anti kanker, hingga mengatur hormon tiroid yanag ada di dalam tubuh.

“Kalau untuk izin, PIRT-nya usaha saya ini sudah ada dan sudah terdaftar,” terangnya.

Lebih jauih Firman yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Usaha Unggul Takalar itu mengatakan, tujuan utama dirinya merintis usaha teh berbahan dasar daun kelor ini tak lain adalah untuk membantu mengangkat perekonomian masyarakat di Kabupaten Takalar.

“Saya memang sudah dari awal sampaikan ke masyarakat. Kalau ini goal (sukses), kita akan beli daun kelor dari masyarakat. Tujuan kami memang ingin membantu perekonomian masyarakat dengan memanfaatkan sumberdaya alam dan tumbuhan yang ada di sekitar kita. Selama ini kan cuma dibuat sayur, dan saya yakin harganya bisa lebih baik kalau nantinya ini (teh kelor) bisa sukses ,” pungkasnya.