Lies F Nurdin Bagikan Ratusan Bibit Pohon di CFD Sudirman

KabarMakassar.com — TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan, bersama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulsel dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Selatan membagikan ratusan bibit pohon secara gratis pada momen Car Free Day (CFD) Jl. Sudirman, Makassar (Depan Rumah Jabatan Gubernur Sulsel), pada Minggu, 26 Januari 2020.

Usai melakukan senam pagi bersama seluruh masyakat yang hadir di CFD Sudirman, Lies F. Nurdin membagikan langsung bibit-bibit tanaman kepada masyarakat yang datang.

“Hari ini kita bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk menghijaukan Sulawesi Selatan. Ada banyak bibit pohon buah-buahan yang dibagikan. Ada pohon mangga, durian dan rambutan,” jelas Lies F. Nurdin selaku Ketua TP PKK Prov. Sulsel.

Istri dari Nurdin Abdullah ini juga berpesan agar bibit pohon yang sudah diberikan dapat dirawat dengan baik.

“Tolong dijaga dan dirawat dengan baik ya bu, supaya lingkungan kita lebih hijau dan lebih lestari lagi,” imbau Lies yang juga merupakan dosen Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas.

Sebelumnya, Lies bersama segenap Tim Penggerak PKK dan Dekranasda Sulsel juga sudah bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk membagikan ratusan bibit tanaman di beberapa sekolah yang ada di Sulawesi Selatan, diantaranya adalah SMAN 2 Kab. Takalar, SMAN 7 Kab. Takalar, SMAN 9 Kab. Bone, SMAN 13 Kab. Bone, SMAN 5 Kota Pare-pare, SMAN 4 Kota Pare-pare, dan SMKN 2 Kab. Pinrang.

Aksi Solidaritas Korban Banjir di Jakarta, Polisi Gowa Lakukan Ini

KabarMakassar.com — Aksi solidaritas dilakukan jajaran Polres Gowa untuk membantu korban bencana banjir di Jakarta dan Jawa Barat di rangkaian dengan penanaman bibit satu pohon buah di rumah warga.

Dengan cara Dor To Dor kerumah warga di Kelurahan Mappala, Kecamatan Pallangga sembari menanam satu pohon buah serta menyampaikan untuk menyumbangkan pakaian bekas yang layak pakai kepada korban banjir.

“Kepedulian kami kepada korban banjir di Jakarta dan Jawa Barat dengan menyampaikan kepada warga pakaian bekas layak pakai untuk di sumbangan ke korban banjir secara ikhlas,” kata AKP Al Habsi saat memimpin aksi solidaritas di lokasi, Selasa (7/1).

Selain itu, aksi ini di rangkaian dengan penanaman satu pohon buah di rumah warga secara gratis sesuai dengan perintah Kapolri penanaman pohon di sejumlah daerah.

“Kami berikan secara gratis bibit pohon buah jenis Mangga, Jambu, Manggis dan lain-lain untuk ditanam di pekarangan rumahnya. Dan itu anggota personel yang menanamkan. Jadi warga tidak perlu repot lagi,” sebutnya.

Aksi inipun ditanggapi salah satu warga Kelurahan Mappala, menurutnya aksi peduli korban banjir yang dilakukan Polres Gowa dan penanaman pohon buah sangat bermanfaat bagi nya.

“Ini adalah salah satu kesyukuran kita, karena tanpa beli Polres Gowa memberikan kepada kita pohon buah secara gratis,” kata Sitti Nasriah Daeng Ngai kepada KabarMakassar.com.

Menanggapi aksi sosial untuk korban banjir di Jakarta, warga justru sangat bersyukur dapat turut andil menyalurkan bantuannya kepada korban banjir di Jakarta.

“Kita juga prihatin melihat korban banjir di Jakarta, kita juga pernah mengalami hal serupa namun tidak separah di Jakarta. Ini juga suatu kesyukuran karena kita juga bisa bantu saudara kita yang terkena bencana,” tuturnya.

Sebanyak 40 Kodi pakaian layak pake yang diterima jajaran Polres Gowa untuk disumbangkan kepada korban bencana banjir di Jakarta dan Jawa Barat. Kata AKP Al Habsi, pakaian layak pake ini akan dikumpulkan dahulu.

“Alhamdulillah, kita sudah mengumpulkan sumbangan warga pakaian layak pake untuk korban banjir di Jakarta sebanyak 40 kodi. Pakaian ini akan dikumpulkan dulu lalu kita kirim kalau sudah banyak,” tutup Kasat Sabhara Polres Gowa.

Musim Penghujan, Gubernur Sulsel Ajak Warga Mulai Tanam Pohon

KabarMakassar.com — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof. HM Nurdin Abdullah, mengungkapkan, salah satu penyebab banjir adalah akibat perubahan penggunaan lahan.

“Salah satu penyebab bencana yang terus setiap tahun ini karena apa? Banjir itu diakibatkan oleh perubahan penggunaan lahan,” kata Nurdin Abdullah, Sabtu, 4 Januari 2019.

Ia mengatakan, hutan dan gunung hadir untuk menjaga keseimbangan alam. Namun, manusia menyebabkan kerusakan alam.

“Tuhan sudah menciptakan hutan, gunung itu untuk menjaga keseimbangan alam. Tetapi yang merusak itu kan kita (manusia) sendiri,” sebutnya.

Alih fungsi lahan yang tadinya merupakan fungsi konservasi, berubah menjadi perumahan dan menjadi perkebunan. Tadinya merupakan daerah tangkapan atau resapan air, dibuat jadi perumahan.

“Jangan heran kalau ada kubangan ditimbun dibikin perumahan, dan banjir. Karena memang itu tempatnya air kesana,” jelasnya.

Ia menilai, lahan yang ada di Sulsel juga dalam kondisi sangat kritis. Demikian juga dengan dengan cekdam yang dibangun, diprediksi pendangkalan terjadi dalam 50 tahun, tetapi hanya 20 tahun.

“Ini 20 tahun sudah dangkal, itu artinya hulu sudah rusak. Makanya, kita sekarang harus ramai-ramai bikin program tiada hari tanpa menanam,” ajaknya.