Satu Warga Tewas Akibat Longsor di Malimbong Balepe Toraja

KabarMakassar.com — Bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Leppan, Kabupaten Tana Toraja, tepatnya di Jalan Poros Toraja – Pinrang, Senin (24/2) pagi menelan korban jiwa.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tana Toraja, Afian Andi Lolo yang dikonfirmasi mengatakan, kejadian naas itu terjadi saat sejumlah petugas melakukan pembersihan material longsor di lokasi tersebut.

“Sementara pembersihan material longsor, saat itu dua orang melintas menggunakan sepeda motor menuju Makale. Tiba-tiba longsor susulan menimpa keduanya,” kata Alfian, Senin (24/2).

“Korban meninggal dunia atas nama Indo Sudiar (40). Korban ini yang dibonceng. Sementara yang membonceng selamat. Korban yang meninggal dunia itu sebelumnya sempat di bawa ke Pustu terdekat, tapi nayawanya tidak tertolong,” lanjutnya.

Menurut Alfian, saat ini kasus tersebut telah ditangani Polres Tana Toraja.

“Jenazah korban juga sudah disemayamkan di rumah duka di Desa Leppan,” terangnya.

Alfian mengimbau masyarakat untuk sementara tidak melintas di jalan tersebut, sampai proses pengerjaan pembersihan material longsor di lokasi tersebut selesai.

“Kalau pun harus melintas, kami minta warga waspada dan berhati-hati,” pungkasnya.

4 Warga di Makale Terserang DBD, Dinkes Tator Lakukan Fogging

KabarMakassar.com — Empat warga di Makale, Tana Toraja terserang penyakit demam berdarah jenis dengue. Penderita DBD tersebut telah ditangani pihak rumah sakit di Tana Toraja. Menanggapi hal tersebut Dinas Kesehatan Tana Toraja saat ini melakukan fogging di beberapa wilayah di Kota Makale, Tana Toraja, Senin (20/1).

Pelaksana tugas (Plt) dr Rudhy Andilolo kepada KabarMakassar.com membenarkan jika 4 warga di Makale terkena penyakit DBD. Ia membeberkan jika jenis jentik aedes.

“Benar jika ada warga Makale terjangkit demam berdarah. Berdasarkan laporan warga, kami turun melakukan survei epidemiologi di dapatkan jentik aedes,” kata dr Rudhy Andilolo yang turun langsung survey epidemologi, Senin (20/1).

Aedes aegypti

Pihak Dinkes Tana Toraja, dr Rudhy Andilolo juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kesehatan, dengan cara 3 M (menguras, menutup, mengubur).

Dimana masyarakat lebih paham akan menguras dan membersihkan tempat yang menjadi penampungan air, misalnya bak mandi, penampungan air minum dan ember air. Menutup secara rapat tempat-tempat penampungan air tersebut agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Serta mengubur semua objek yang bisa menampung air, seperti kaleng bekas atau wadah plastik.

dr Rudhy menjelaskan jika semua pasien yang terserang DBD sudah dalam penanganan medis dan kondisinya sudah membaik. Bahkan kedepan pihak Dinkes Tator terus melakukan kegiatan fogging dan juga melakukan sosialisasi bahaya akan demam berdarah dan penanganannya.

BMKG: Hujan Lokal Terjadi Malam Hari di Tator dan Torut

KabarMakassar.com — Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun meteorologi Pongtiku Toraja memprakirakan cuaca yang terjadi pada, Senin (21/1). Dimana pada siang hari di dua kabupaten kemabr di Toraja ini terjadi hujan lokal pada malam hari.

Sementara pada pagi hari hingga siang terjadi cuaca cerah berawan. Tak hanya itu dini hari juga wilayah tersebut cuaca berawan.

Dengan suhu udara 19-29 derajat celcius, kelembaban udara70-98 persen dan angin bertiup dari Barat 10-30 km perjam.

Prakiraan cuaca juag bisa diakses melalui, http://www.bmkg.go.id/.