Hamili Anak Kandung, Pria Paruh Baya di Takalar Divonis 15 Tahun Penjara

KabarMakassar.com — TT (52) warga Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, yang tega menghamili anak kandungnya sendiri, dijatuhi vonis 15 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Takalar, Kamis (26/3) kemarin.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Takalar, Asrini As’ad mengatakan, terdakwa terbukti bersalah dan dijerat dengan Pasal 81 Jo 76 D UU Perlindungan Perempuan dan Anak ayat (2).

“Terdakwa kami tuntut 20 tahun penjara, dan pada sidang pembacaan vonis, majelis hakim Pengadilan Negeri Takalar menjatuhkan vonis selama 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar dan subsider 6 bulan penjara,” kata Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Takalar, Asrini As’ad. Jumat (27/3).

Sekadar diketahui, kasus yang terungkap kurang lebih tiga bulan lalu ini sempat menghebohkan warga Kabupaten Takalar.

TT tega melampiaskan nafsu bejatnya kepada anak kandungnya sendiri. tak hanya sekali, perbuatan itu dilakukannya kurang lebih selama tiga tahun.

Perbuatan bejat TT itu terbongkar setelah ibu korban merasa curiga melihat gelat anaknya yang berbeda dari biasanya, perut korban pun terlihat makin membuncit.

Setelah diperiksa, kecurigaan sang ibu benar. Sang anak hamil akibat perbuatan bejat TT. Peristiwa inipun kemudian dilaporkan ke kantor polisi

Utamakan Keselamatan Warganya, Pemkab Takalar Tolak Kunjungan MV Coral Adventurer

KabarMakassar.com — Kapal Pesiar MV Coral Adventurer yang hari ini sandar di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, rencananya akan melanjutkan perjalanan ke Pulau Dayang-dayangan di Kabupaten Takalar.

Berdasarkan surat permohonan izin kunjungan yang dikirimkan PT Djakarta Llyod selaku general agen dari MV Coral Adventurer kepada Pemerintah Kabupaten Takalar, kapal tersebut rencananya akan tiba atau mengunjungi Pulau Dayang-dayangan pada tanggal 13-14 Maret besok.

Dikonfirmasi terkait rencananya kedatangan Kapal MV Coral Adventurer tersebut ke salah satau pulau yang ada di wilayah Kabupaten Takalar,
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Takalar, Arsyad, melalui Kabag Humas Pemkab Takalar, Zaenal, menyatakan menolak atau tidak memberikan izin kapal tersebut berkunjung ke Pulau Dayang-dayangan.

“Pak Sekda tadi menyampaikan bahwa pemerintah daerah menolak atau tidak memberikan izin kapal maupun penumpang dari MV Coral Adventurer tersebut untuk berkunjung ke Pulau Dayang-dayangan,” kata Zaenal, Kamis (12/3) sore.

Menurut Zaenal, keputusan tersebut diambil dengan beberapa pertimbangan. Dimana salah satu pertimbangan utamanya yakni kekhawatiran sekaligus upaya pencegahan penularan Virus Corona (Covid-19) di wilayah Kabupaten Takalar.

“Pemerintah daerah Kabupaten Takalar menolak dengan pertimbangan kekhawatiran wabah Virus Corona. Apalagi di Pulau Dayang-dayangan itu ada beberapa masyarakat yang tinggal di sana. Kita lebih mengutamakan keselamatan warga masyarakat kita,” jelasnya.

Sekadar diketahui, Kapal Pesiar MV Coral Adventurer yang membawa 35 anak buah kapal (ABK) dan 47 orang penumpang itu sebelum bersandar di Pelabuhan Makassar juga sempat ditolak untuk bersandar di Palopo dan Bulukumba.

Di Makassar sendiri, kapal pesiar berbendera Australia itu baru diizinkan bersandar di Pelabuhan Soekarno-Hatta setelah sebelumnya tim dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Makassar melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh ABK beserta penumpangnya, dan dinyatakan clear atau negatif COVID-19 maupun infeksi menular lainnya yang dapat membahayakan masyarakat setempat,

Disdukcapil di Takalar Expo 2020 Layani Warga Hingga Malam

KabarMakassar.com — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Takalar menyediakan pelayanan pengurusan dan pembuatan dokumen kependudukan hingga jam 22.00 WITA di standnya di takalar Expo dan Pesta UMKM 2020 yang digelar di Lapangan H. Makkatang Dg. Sibali, mulai tanggal 9 hingga14 Maret 2020.

Salah seorang staf yang ditemui di Stand Disdukcapil Takalar, Haryani mengatakan, dokumen kependudukan yang pengurusan atau pembuatannya bisa dilakukan di stand tersebut, yakni Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA) dan Akte Kelahiran.

“Khusus di Takalar Expo ini pelayanan pembuatan KTP, KK, KIA dan akte kelahiran kami siap layani berapapun masyarakat yang mengajukan permohonan di stand kami, Kami buka hingga pukul 10 malam,” kata Haryani, Kamis (12/3).

Haryani menjelaskan, khusus untuk pembuatan KTP, di Stand tersebut pihaknya hanya melayani masyarakat yang sudah memiliki Surat Keterangan (Suket). Sedangkan yang belum memiliki Suket akan dilayani seperti biasa di Kantor Dinas Dukcapil Kabupaten Takalar.

Sementara, Dg. Tarring, salah seorang warga yang berkunjung ke stand Dinas Dukcapil tersebut mengaku sangat terbantu. Apalagi, kata dia, jam pelayanannya hinga pukul 22.00 WITA atau lebih lama dari biasanya.

“Tentu kita warga sangat senang dengan adanya layanan ini, karena Dukcapil melayani permohonan masyarakat hingga pukul 10 malam. Apalagi disini bisa langsung cetak (KTP/KK/KIA/akte kelahiran). Biasanya kan hanya melayani hingga pukul 15.45 WIta saja,” tutur Dg. Tarring.

RSUP Wahidin Pastikan Pasien Rujukan dari Takalar Bukan Corona

KabarMakassar.com — Pihak RSUP Wahidin Sudirohuso Makassar memastikan seorang warga Takalar yang dirujuk dari RSUD Padjinga Dg Ngalle Takalar pada Sabtu (7/3) kemarin, negatif atau tidak terinfeksi Virus Corona (Covid-19).

“Pasien ini tidak memenuhi syarat indikasi suspect ataupun pasien dalam pengawasan (PDP),” kata Humas RSUP Wahidin Sudirohusodo, Dewi Risky Nirmala, Ahad (8/3).

Menurut Dewi, pasien tersebut menderita infeksi penyakit lain, bukan suspek corona.

“Jadi bukan suspect Corona, lebih kepada penyakit infeksi lain,” terangnya.

Terpisah, pihak RSUD Pajdjonga Dg Ngalle Takalar juga mengklarifikasi soal beredarnya informasi terkait adanya salah seorang warga Takalar yang dirujuk ke RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar karena suspect Corona.

“Pemberitaan itu tidak benar. Pasien tersebut riwayatnya baru pulang dari unrah, dan masuk RS dengan keluhan demam dan batuk sejak kurang lebih seminggu yang lalu,” tulis pihak RSUD Padjong Dg Ngalle melalui akun media sosial reminya.

“Namun dari hasil pemeriksaan penunjang yang dilakukan di RS, tidak mendukung untuk diagnosa Corona,” tegasnya.

Dalam klarifikasi tersebut juga disampaikan jika pihak RSUD Padjonga Dg Ngalle Takalar memang sedang melakukan protap penanganan kasus penyakit Corona sebagai bentuk proteksi perlindungan diri.

“Makanya untuk pemeriksaan dan konfirmasi pasti, kami lakukan rujukan ke RS Wahidin Sudirohusodo,” jelasnya.

Bandar Sabu di Takalar Divonis 10 Tahun Penjara

KabarMakassar.com — Anto alias Nyento (37) bandar narkoba jenis sabu yang diringkus Tim Drugs Hunter Resnarkoba Polres Takalar di Makassar pada 25 September 2019 lalu, menjalani sidang pembacaan vonis di Pengadilan Negeri takalar, Selasa (25/2).

Dalam sidang terebut, majelis hakim menjatuhkan vonis 10 tahun 6 bulan subsider 3 bulan penjara serta denda Rp1 miliar terhadap Anto yang merupakan warga Batunapara, Desa Bontomanai, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar itu.

“Terdakwa terbukti mengedarkan narkoba,” kata Kasi Pidum Kejari Takalar, Asrini As’ad, usai sidang.

Menurut Asrini, Anto terbukti melanggar Pasal 114 dan 112 UU Narkotika Nomor 35 Tahun 2009.

“Tuntutan jaksa itu 13 tahun penjara. Sementara hakim Pengadilan Negeri Takalar menjatuhkan vonis selama 10 tahun 6 bulan subsider 3 bulan penjara serta denda Rp1 miliar,” terangnya.

Bandar Sabu Lintas Kabupaten Diringkus Polisi di Takalar

KabarMakassar.com — Pengedar sabu lintas kabupaten berinisial ADT (43), warga Dusun Sauleya, Desa Timbuseng, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, diringkus aparat kepolisian dari Satuan Reserse Narkoba Polres Takalar, di rumahnya, Jumat (21/2) malam.

Kapolres Takalar, AKBP Budi Wahyono mengatakan, penangkapan terhadap pelaku berawal dari keterangan dua kurir yang berhasil diringkus sehari sebelumnya di pelataran salah satu minimarket di Kota Takalar.

“Identitas pelaku ini diketahui dari hasil interogasi terhadap dua orang kurir yang sehari sebelumnya berhasil ditangkap oleh personel Satres Narkoba,” kata Budi, Sabtu (22/2).

“Pelaku adalah pengedar sabu lintas kabupaten dan bukan pelaku pemula. Aktivitasnya yang mengedarkan nsabu ini sudah dilakukan selama setahun terakhir,” tambahnya.

Dari hasil penangkapan terhadap ADT ini, lanjt Budi, pihak kepolisian juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 2 sachet kecil kristal bening putih yang diduga kuat sabu seberat hampir 1 gram, uang tunai hasil penjualan sebanyak Rp4 juta, 1 alat isap sabu lengkap, dan 4 buah handphone yang dibarter sabu.

“Kini pelaku ldiamankan di Mapolres Takalar untuk disidik lanjut dan akan dikenakan UU Nomor 35 Tahun 2009 Pasal 112 dan 114 tentang Narkotika, dengan ancaman hukumannya di atas 7 tahun penjara atau maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Isi Kotak Amal Mesjid di Takalar Ludes Digondol Maling

KabarMakassar.com — Kotak Amal di Mesjid Jabal Nur yang berada di Kalampa, Kelurahan Bajeng, Kecamatan Pattalassang, dobobol maling pada Jumat (212) siang kemarin.

Akibatnya, uang ratusan ribu di dalam kotak amal yang berada di dalam Mesjid dan gemboknya dirusak oleh maling tersebut pun ludes dibawa kabur.

Pengurus Mesjid Jabal Nur, Hasbiah menuturkan, dari rekaman CCTV diketahui jika peristiwa tersebut terjadi saat orang-orang tengah melaksanakan sholat Jumat. Kondisi sepi di Mesjid Jabal Nur yang memang tak pernah digunakan untuk sholat Jumat itupun dimanfaatkan oleh si maling untuk beraksi.

“Di mesjid ini memang sudah beberapa kali kemalingan. Sebelum kejadian ini pernah juga kemalingan. Peralatan mesjid seperti speaker aktif dan alat elektronik lainnya dicuri semua,” ujarnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Takalar, AKP Arham yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya, kata dia, juga sudah menerima laporan kejadian tersebut.

“Pelakunya sementara dalam pengejaran,” ujarnya.

Lakalantas di Jalan Poros Takalar Tewaskan 3 Orang

KabarMakassar.com — Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di jalan poros Takalar-Makassar menewaskan tiga orang korban. Dimana kecelakaan terjadi antara pengendara motor yang berlawanan arah di lingkungan Bontokassi, Polongbangkeng Utara, Takalar.

Lakalantas terjadi pada malam hari, pukul 22:30 Wita, Sabtu (1/2). Kejadian lakalantas tersebut terjadi lantaran gelap sehingga kecelakaan pun menewaskan tiga orang.

Kanit Lakalantas Polres Takalar, Ipda Arsyad Rate menjelaskan jika, sepeda Motor Kawasaki Ninja R Dengan No.Pol DD 3040 SY yang diendarai Rezki Agung bergerak dari arah utara ke selatan mengambil lajur kanan. Namun dari arah berlawanan muncul sepeda motor Yamaha Jupiter Z Dengan No. Pol DD 5538 CD dikendarai Basir daeng bani dan berboncengan dengan Arsyad Daeng Pasang.

“Dari arah berlawanan, dan keadaan gelap, dua kendaraan motor berbenturan keras hingga menewaskan tiga korban tersebut,” ujar Ipda Arsyad.

Tiga korban tersebut meninggal ditempat, jenasah korban pun dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Nyabu di Kamar Sendiri, Polisi Ciduk Tona

KabarMakassar.com — Polres Takalar melakukan pengembangan pelaku penyalahgunaan obat-obatan terlarang di Takalar, hingga akhirnya mendapati seorang pemuda yakni Syahrul alias Tona (25), warga asal Desa Bategulung, Bontonompo, Kabupaten Gowa yang sedang asyik nyabu di kamar sendiri, Sabtu (25/1).

Pelaku Tona hendak kabur saat diamankan polisi, namun ia pun kembali diciduk saat keluar lewat jendela rumahnya.

Kanit 2 Resnarkoba Polres Takalar, Ipda H Syuryadi Sarrang mengatakan, penangkapan pelaku dari hasil interogasi rekannya sendiri bernama Daeng Rurung bin Baso (42) warga Palleko yang kami ringkus sepekan lalu bahwa peroleh jenis sabu dari terduga pelaku Tona.

“Pelaku adalah residivis kasus begal dan jambret setahun lalu, dan pelaku kami ringkus dirumahnya tepatnya dalam kamarnya saat sibuk isi paket sachet jenis sabu,” ujar Ipda H Syuryadi.

Dari hasil penangkapan ditemukan beberapa barang bukti berupa dua sachet diduga keras berisi jenis sabu, dua buah hp, satu alat isap sabu lengkap, dua buah dompet dan dua bal sachet baru.

Pelaku kini mendekam di tahanan Mako Polres Takalar, pelaku terancam hukuman diatas 7 tahun penjara dikenakan pasal 112, 114 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika.

IRT Bawa Kabur Motor Curian ke Pinrang Ditangkap Polisi

KabarMakassar.com — Tim hantu malam Resmob Polres Takalar bersama Tim Resmob Pinrang berhasil membekuk pelaku pencurian motor yang kabur hingga ke Kabupaten Pinrang. Syamsiah (40) warga asal Kota Makassar dibekuk di Kabupaten Pinrang saat tertidur pulas.

Syamisah seorang ibu rumah tangga (IRT) ditangkap karena telah membawa kabur motor milik Yulang Daeng Simba (46) warga Takalar, Ia kehilangan motornya saat sedang berada di sawah miliknya di Dusun Sawakung, Desa Tamasaju, Kecamaten Galesong Utara, Takalar.

Kanit Reskrim Polsek Galesong Utara, Aipda Syamsuddin Jarre menjelaskan jika selama dua pekan lamanya.

“Kami ungkap kasus yang menonjol pencurian motor Roda Dua yang termasuk licin, ia melakukan aksi kejahatan yakni menunggu korban meninggalkan motor di dalam rumah kosong, pelaku pun dengan leluasa membawa kabur unit motor tersebut,” ujarnya.

Aipda Syamsuddin Jarre menambahkan pelaku adalah IRT asal kota Makassar yang sengaja ke Takalar untuk melakukan aksi kriminal, dan usai itu pelaku bersembunyi di kabupaten lain.

Dari penggeledahan dirumah terduga pelaku ditemukan barang bukti berupa 1 unit motor, 1 unit handphone dan total kerugian korban ditaksir Rp 13 juta.

Kini pelaku pun langsung di giring ke Mako Polres Takalar untuk diproses lanjut dan dikenakan pasal 362 ancaman hukuman diatas 7 tahun penjara.