Pesan Ustad Das ad di Halal Bihalal Gubernur dengan Alumni Jepang

KabarMakassa.com — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, mengikuti halal bihalal Perhimpunan Alumni Dari Jepang (Persada) Sulsel, Rabu malam, (3/6).

Alumni program doktoral S3 Kyushu University Jepang dan juga Ketua Persada Sulsel Periode 2020-2024 menghadiri silaturahmi dalam bentuk virtual. Hadir juga ustadz Das’ad Latief memberikan tauziah. Di Sulsel, terdapat 270 anggota.

“Kami menyampaikan terima kasih seluruh anggota Persada yang ikut halal bihalal malam ini. Dalam kondisi pandemi Covid-19, tentu kita tidak bisa bersama-sama melaksanakan halal bihalal kecuali melalui virtual ini,” kata Nurdin Abdullah.

Pada pandemi Covid-19 ini, kata Nurdin Abdullah, merupakan pengalaman pertama, dan merasakan betul kondisi dunia betapa pandemi ini tidak hanya menggerogoti kesehatan tetapi juga ekonomi. Momentum halal bihalal merupakan momentum saling menguatkan, menopang dan bersatu padu untuk menghadapi masa sulit.

Anggota Persada memiliki profesi yang berbeda-beda, termasuk yang memiliki profesi di bidang kesehatan. Mereka telah berbuat banyak dalam menolong penanganan Covid-19 ini.

“Saya sangat berharap, bahwa kontribusi kita dalam rangka mendukung pemutusan Covid-19 ini, mudah-mudahan Persada bisa mengambil peran. Saya memohon dengan sangat kita bersatu padu dan bergotong royong,” terangnya.

Termasuk dalam bidang ekonomi, di Sulsel sendiri, akibat pandemi Covid-19, setidaknya terdapat warga yang masuk dalam kelas kemiskinan baru sekira 25 ribu orang.

Sementara, Das’ad Latief dalam pesan tauziahnya mengingatkan agar tidak berlaku sombong, dan menghadiri halal bihalal merupakan bentuk silaturahmi. Ia kemudian memaparkan hal-hal penyebab datangnya sikap sombong, yang bisa hadir dalam diri seseorang, termasuk dalam diri pejabat atau seorang ilmuan. Diantaranya, bertambahnya ilmu dan tidak menerima perbedaan pendapat atas perbedaan.

“Termasuk masih muda misalnya, belum umur 40 tahun sudah jadi professor. Teman kuliahnya di Jepang sudah mulai dicuekin, padahal dulu sama-sama makan mi instan. Merasa punya ilmu cepat melaju, akhirnya kawan kita menjauh,” tuturnya.

Hal lainnya yaitu sombong karena pangkat dan jabatan dan harta. “Makanya, tidak boleh orang sombong karena sesuatu, karena pangkat, jabatan dan harta. Karena sombong sangat dibenci oleh Allah SWT,” pesannya.

Sudah 168 Orang, Ini Data Sebaran Pasien Positif Covid-19 di Sulsel

KabarMakassar.com — Jumlah pasien di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19 bertambah sebanyak 33 orang. Dengan begitu, hingga Jumat (10/4) pukul 21:12 Wita, total jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel tercatat sudah sebanyak 168 orang (131 dirawat, 23 sembuh, 14 meninggal).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, dr. Muhammad Ichsan Mustari mengatakan, berdasarkan sebaran daerah domisili, 33 pasien baru yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 ini berasal dari Makassar, Maros, Enrekang, dan Pinrang.

“27 pasien berasal dari Kota Makassar, 4 dari Maros, 1 dari Enrekang, dan 1 dari Pinrang,” terang Ichsan.

Sementara untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat sebanyak 346 orang (232 dirawat, 92 sehat, 22 meninggal). Sedangkan untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 2.581 orang (1.648 proses pemantauan, 933 selesai pemantauan).

Sebelumnya, Ichsan memang sudah memprediksi jika jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel, khususnya Kota Makassar, akan terus bertambah. Hal ini didasarkan pada perilaku sebagian warga yang masih tak mengindahkan imbauan pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, melakukan social distancing, physical distancing, hingga menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Pergerakan masyarakat (khususnya di Makassar) sampai hari ini masih banyak, dan tidak ada perubahan sikap perilaku warga untuk mau menuruti imbauan pemerintah. Tetap banyak yang berada di luar rumah dan berkumpul. Ini kendala utama dalam penanganan Covid-19 di Sulsel. Kalau seperti ini, angka-angka ini (jumlah kasus) akan terus meningkat,” ujarnya.

Padahal menurut Ichsan, keberhasilan pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 sangat tergantung dari kedisplinan dan kekompakan seluruh elemen masyarakat untuk menjalankan imbauan-imbauan yang sudah disampaikan oleh pemerintah.

“70 sampai 80 persen angka penyebaran Covid-19 itu bisa ditekan dengan caara melakukan physical distancing. Itu cara paling efektif,” ucapnya.

Sekadar diketahui, jumlah total 168 kasus positif Covid-19 di Sulsel ini sudah melampaui jumlah kasus positif Covid-19 di Jawa Tengah (Jateng) yang sampai hari ini tercatat sebanyak 144 kasus.

Saat ini, Sulsel berada di urutan ke-5 dari total 34 provinsi di Indonesia dengan jumlah kasus positif Covid-19 terbanyak. Di atas Sulsel ada DKI Jakarta (1.753 kasus), Jawab Barat (388 kasus), Jawa Timur (256 kasus), dan Banten (243 kasus).

Khusus untuk di Sulsel, berdasarkan data yang dirilis di laman https://covid19.sulselprov.go.id/, total jumlah 168 pasien positif Covid-19 tersebut tersebar di Makassar (110 kasus); Gowa (18 kasus), Maros (16 kasus); Sidrap (13 kasus); Pinrang (3 kasus); Takalar (2 Kasus); Enrekang (2 kasus); Luwu Timur (1 kasus); Bulukumba (1 kasus); Pangkep (1 kasus); dan Luwu (1 kasus).

Bertambah 2, Pasien Positif Covid-19 di Sulsel jadi 4 Orang

KabarMakassar.com — Jumlah pasien yang dinyatakan positif terjangkit Virus Coriona (Covid-19) di Sulsel bertambah 2 orang. Dengan begitu, sampai Selasa (23/3) sore, total jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel sudah berjumlah 4 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, dr Ichsan Mustari mengatakan, tambahan 2 pasien positif ini masing-masing pasien 309 dan pasien 557.

dr Ichsan menjelaskan, untuk Pasien 309 merupakan warga Kota Makassar yang dirawat dan diperiksa swab di Jakarta. Hasilnya dinyatakan positif terjangkit Covid-19.

“Yang bersangkutan kemudian dirujuk ke Makassar sesuai prosedur yang ditetapkan oleh Kemenkes. Karena yang bersangkutan ini memang tinggal (warga) Makassar. Sampai di Makassar, dia ke RS Wahidin untuk diperiksa, dan karena keadaannya sudah tidak ada gejala-gejala lagi, makanya dia diputuskan untuk isolasi mandiri di rumah. Jadi tidak dirawat lagi di Makassar,” kata Ichsan melalui video konferensi, Selasa (24/3) sore.

Sementara untuk pasien 557, lanjut Ichsan, saat ini yang bersangkutan sementara dirawat di RSUD Andi Makkasau Parepare.

Menurut Ichsan, pasien 557 ini memiliki riwayat baru pulang dari menunaikan ibadah umrah pada tanggal ada tanggal 24 Februari sampai 8 Maret 2020. Setelah pulang, yang bersangkutan mengalami demam dan batuk. Tanggal 16 Maret, pasien tersebut dirawat di RS Fatimah Parepare. Kemudian tanggal 17 Maret dirujuk ke RSUD Andi Makkasau Parepare dengan keluhan batuk, demam dan sakit kepala.

“Tanggal 17 itu dia masuk ke RSUD Andi Makkassau, dan dilakukan pengambilan sampel atau spesimennya. Yang bersangkutan kemudian dinyatakan positif Covid-19 pada tanggal 24 Maret. Pasien 557 ini merupakan warga Pinrang, tetapi dirawat di RSUD Andi Makkasau Parepare,” terang Ichsan.

dr Ichsan menegaskan, Pemerintah Provinsi Provinsi dan pemerintah kabupaten kota di Sulsel sangat serius melakukan penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 ini.

“Tim kita terus bekerja untuk melakukan pelacakan atau contact tracing terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan pasien positif. Kita juga terus mengimbau masyarakat untuk melakukan social distancing atau phsyical distancing. Pasalnya, hanya dengan ini kita bisa melakukan pemutusan mata rantai penularannya,” imbaunya.

Sekadar diketahui, berdasarkan data terbaru yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemrintah Provinsi Sulsel, hingga Selasa (24/3) pukul 14:46 WITA, tercatat jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 149, (113 pemantauan, 36 selesai pemantauan) 54 PDP (7 sehat, 47 masih dirawat); Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 54 orang (7 sehat, 47 masih dirawat); sedangkan pasien positif Covid-19 jumlahnya bertambah menjadi 4 orang (1 meninggal, 1 isolasi mandiri di rumah, 2 di rawat di RS).

Pricilia Carla Yules Miss Indonesia Pertama Asal Sulsel

KabarMakassar.com — Finalis asal Sulsel, Pricilia Carla Yules dinobatkan sebagai Miss Indonesia pada malam puncak kontes kecantikan Miss Indonesia ke-16 tahun 2020 yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Kamis, 20 Februari 2020, kemarin.

Dengan prestasi ini, Pricilia Carla Yules juga menjadi perempuan pertama asal Sulsel yang menjadi Miss Indonesia selama ajang kontes kecamtikan itu digelar.

Carla sapaan akrabnya, merupakan perempuan kelahiran Surabaya, 8 Juli 1996. Ia menempuh pendidikan di William Angliss Institute, Melbourne, Australia, jurusan Hospitality Management – Patisserie pada 2018.

Pada proses penilaian, perempuan cantik wakil Sulsel yang memiliki keterampilan memasak ini sempat membuat para juri kagum dengan segudang pengalaman yang dimilikinya. Dimana pada tahun 2016 lalu, ia menjadi relawan untuk menyajikan makanan untuk para penghuni homeless shelter di Melbourne.

Selain itu, perempuan yang memiliki hobby traveling ini juga aktif mempromosikan makanan, budaya, warisan alam dan satwa liar, serta keindahan alam yang dimiliki Sulsel.

Semasa karantina di Miss Indonesia 2020, Carla juga memenangkan fast track Miss Indonesia 2020 di kategori Nature, Beauty, and Fashion.

Setelah dinobatkan sebagai Miss Indonesia 2020, Carla selanjutnya akan mewakili Indonesia untuk bersaing dengan perempuan cantik dari seluruh dunia di ajang World 2020.

Carla pun berjanji dan mengaku siap untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia.

“Saya akan membawa nama Indonesia dengan baik ke ajang Miss World 2020,” kata Carla, saat ditemui saat acara Farewell Lunch Miss Indonesia 2020 di Fairmont Hotel, Senayan, Jakarta, Jumat (21/2) kemarin.

Sebelumnya, Chairwoman of Miss Indonesia Organization (MWO) yang juga merupakan Ketua Dewan Juri Liliana Tanoesoedibjo menyebut, Carla sebagai sebagai peserta Miss Indonesia 2020 yang memiliki paket komplet dan memang sangat layak mewakili Indonesia di Miss World 2020.

“Carla Yules memang layak untuk menang. Karena dia punya paket yang komplet. Selama masa karantina dan hari ini, semua juri telah menilai dia dengan baik,” kata Liliana.

Sulsel Terima Rp844 M Lebih Dana Bantuan PKH Tahun 2020

KabarMakassar.com — Provinsi Sulsel menerima dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk tahun 2020 sebesar Rp844,43 miliar, yang diperuntukkan bagi sebanyak 468.900 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 24 kabupaten/kota.

“Di 34 provinsi dengan 514 kabupaten/kota dengan indeks bantuan Rp27,360 triliun, khusus untuk Sulsel menerima Rp844,43 miliar untuk total 468.900 Keluarga Penerima Manfaat di seluruh kabupaten kota,” kata Direktur Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial RI, Edi Suharto, di sela kegiatan peresmian Loka Rehabilitasi Sosial Korban Napza dan HIV di Kabupaten Takalar, Rabu (12/2).

Nilai bantuan ini, kata dia, meningkat dari sebelumnya yang sebesar Rp110 ribu per keluarga menjadi Rp150 ribu untuk tiap keluarga setiap satu bulan.

Menurut Edi, peningkatan jumlah bantuan ini juga merupakan bagian dari upaya menekan angka stunting seluruh daerah di Indonesia.

“Program sembako ini diharapkan dapat mengurangi stunting di Indonesia,” jelasnya.

Sulsel Bercerita Gelar Penyuluhan Provinsi Hemat Energi

KabarMakassar.com — Dukungan Program Kerjasama Indonesia-Jerman yang dilaksanakan oleh Giz Paklim (Policy Advice for Environment and Climate Change) serta didukung oleh Kementerian PPN/Bappenas dan pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, maka diselenggarakan kegiatan “Sulsel Bercerita”, sebuah bentuk penyuluhan model baru sekaligus gerakan untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat Sulawesi Selatan mendukung Pembangunan Rendah Karbon. Aksi ini merupakan upaya bersama dalam mengatasi perubahan iklim global, salah satunya adalah dengan mendorong Sulawesi Selatan menjadi Provinsi hemat energi.

Handrich Kongdro, salah satu panitia pelaksana dari Sulsel Bercerita mengatakan Mengangkat tema Efisiensi Energi “Sulsel Bercerita” berlangsung mulai tanggal 4-5 Februari 2020 di Bikinbikin Creative Hub, Nipah Mall, sebuah mal yang dibangun dengan konsep ramah lingkungan.

“Jadi kegiatan ini dimulai dengan pemaparan materi oleh Eko Sudarmawan, Kepala Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi Kementerian ESDM, kemudian dilanjutkan dengan Talkshow bersama narasumber lokal dari kalangan akademisi, pemerintahan, perusahaan, dan komunitas: Setyawati Yani, PhD dari Fakultas Teknologi Industri UMI, Anggriani dari Dinas ESDM Sulsel, Fidaan Azuz dari BAPPEDA Sulsel, Daud Rianto dari Nipah Mall, Arfah Aksa dari GASS (Gabungan Admin Sulawesi Selatan) dan Ahmad Zuhael ‘Abu’ dari PASKI (Persatuan Seniman Komedi Indonesia). Seluruh rangkaian acara difasilitasi oleh tim dari Impact Hub Jakarta yang mendesain aksi ini bersama-sama dengan seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat lokal maupun nasional.” ungkapnya, Rabu (5/2).

Selain memfasilitasi diskusi antar pemangku kepentingan, “Sulsel Bercerita” juga mengadakan workshop pembuatan konten kreatif dan positif lewat media sosial Instagram untuk memperkenalkan gaya hidup hemat energi.

Peserta diajak untuk mempraktekkannya langsung di lapangan dan ditantang untuk membuat konten hanya dalam 21 jam, dimana karya terbaik akan memenangkan hadiah-hadiah berupa peralatan konten kreasi.

Handrick Kondro berharap kegiatan ini dapat menjadi pola komunikasi yang efektif untuk terus mengedukasi masyarakat lewat cerita-cerita yang berdampak positif menuju Provinsi hemat energi.

BPBD Sulsel: Banjir Sudah Mulai Surut

KabarMakassar.com — Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan melaporkan situasi pasca banjir bandang di sejumlah wilayah di Sulsel. Dimana data yang dihimpun BPBD Sulsel jika banjir di daerah sudah mulai surut.

Meninjau seluruh wilayah Sulsel yang terdampak banjir, Kepala BPBD Sulsel, Ni’mal Lahamang memastikan jika banjir di Kabupaten Barru, Kota Parepare, dan Kabupaten Sidrap telah surut.

“Jalan yang kemarin terendam air 50 centimer sudah habis semuanya,” kata Ni’mal Lahamang, Senin (13/1) saat dihubungi KabarMakassar.com

Menurutnya kerusakan yang terjadi akibat angin kencang juga telah ditangani oleh pemerintah dan BPBD setempat.

“Yang sekarang itu rumah rusak akibat angin kencang, sudah ditangani BPBD masing-masing daerah, nanti kalau BPBD daerah tersebut tidak sanggup tangani, baru kita tangani,” tambahnya.

Hal serupa diungkapkan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah, ia memastikan jika banjir surut di sebagian wilayah Sulsel dan kondisi sudah dipastikan normal kembali.

“Kondisi sudah kembali normal semua karena memang airnya cuma melintas sema angin, tapi curah hujan yang sangat tinggi. Kalau di Kabupaten Barru memang cepat surut,” ungkap Nurdin Abdullah.

Nurdin juga mengatakan, seluruhnya dari kejadian banjir telah ditangani berkat kolaborasi seluruh pihak terkait.

“Semuanya sudah kita tangani, ini berkat kolaborasi bersama Polri, TNI, bersama Pemprov, ada dana tanggap darurat kita berikan untuk perbaikan rumah-rumah yang kena angin puting beliung beberapa waktu lalu,” tambahnya.

Sebelumnya BPBD Sulsel kembali melaporkan data terbaru, info bencana akibat cuaca ekstrim di Provinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan data yang diperoleh dari BPBD Sulsel, ada 4 daerah dilanda banjir dan 1 daerah dilaporkan dilanda angin kencang.

Dampak dari cuaca ekstrim di Sulsel melanda kota Watansoppeng, Kabupaten Soppeng pada hari Minggu, (12/1) yang terjadi di Dua kecamatan donri-donri dan Kecamatan Marioriawa mengakibatkan banjir.

Banjir terjadi setelah hujan deras melanda Kota Soppeng yang mengakibatkan Sungai Leworeng meluap. Bahkan dikabarkan 1 orang korban dilaporkan dalam bencana ini, korban terpeleset dari tangga dan hanyut terbawa arus dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Tak hanya itu jalan yang menghubungkan antara Soppeng dan Sidrap aksesnya terputus dan terhambat. Akibat derasnya air banjir, listrik dimatikan sementara. Kerugian material belum dapat ditaksir pasalnya masih dalam proses pendataan. Saat ini tim BPBD kabupaten setempat terus melakukan koordinasi dalam penanganan ini.

Selain itu, Kabupaten Barru juga menjadi daerah terdampak dari cuaca ekstrim. Dilaporkan kabupaten Barru dilanda banjir dan angin kencang di 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Balusu, Kecamatan Sop. Riaja, dan Kecamatan Mallusetasi.

Akibatnya, arus lalulintas trans Sulawesi sempat macet, rumah penduduk tergenang air dan sejumlah infrastruktur mengalami kerusak. Dilaporkan, satu orang meninggal dunia akibat terbawa arus banjir.

Banjir juga terjadi di Kabupaten Sidrap, dilaporkan, hujan yang secara terus menerus selama 3 hari dengan intensitas tinggi mengakibatkan beberapa wilayah di kabupaten sidenreng Rappang mengalami banjir. Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Namun dilaporkan 460 rumah, 2 kantor pemerintahan, 7 sekolah, dan satu fasilitas kesehatan sempat terendam banjir.

Sementara itu, Kabupaten Bantaeng diterjang angin kencang buang mengakibatkan dua ruang kelas SD inpres 73 Paranglabbua rusak berat dan satu unit rumah dinas mengalami kerusakan ringan. Kerugian yang ditimbulkan ditaksir kurang lebih Rp 200.000.000. tidak ada korban dalam kejadian ini.

Tanah longsor terjadi di kabupaten Gowa, berdasarkan informasi yang diperoleh, longsor yang terjadi di Kecamatan Tinggimoncong mengakibatkan tertutupnya badan jalan di Dusun Pa’Bentengan Parang Bugisi Malino.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini namun, sebagian bahu jalan dengan panjang lebih 5 meter terkikis dan Ketinggian longsoran 3 meter menutup bahu hingga badan jalan tertutup. Namun telah ditangani oleh pemerintah setempat, BPBD dan SAR setempat.

BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Sulsel Masih Diguyur Hujan

KabarMakassar.com — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan informasi prakiraan cuaca dengan memprediksi hujan ringan hingga sedang berpotensi turun di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan hari ini, Rabu (7/1/2020).

Dilansir laman resmi BMKG Wilayah IV Makassar, seperti di pagi hari ini berpotensi berawan ringan di wilayah Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto, Pangkep, Barru, Pare-pare, Pinrang, Watansoppeng, Sidrap, Takalar, Gowa, Makassar, Maros dan Selayar.

Sama halnya untuk di siang hingga sore hari nanti hujan ringan berpotensi turun di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Sedangkan Hujan sedang meliputi wilayah Barru, Pangkajene, Maros.

Begitupun di malam hari nanti berpotensi hujan ringan seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Sedangkan hujan sedang meliputi wilayah Barru, Pakajene, Malili. Kecuali Berawan di wilayah Bantaeng, Jeneponto, Sengkang, Sindereng, Watampone, dan Watan Soppeng.

Kemudian untuk dini hari esok juga berpotensi hujan ringan di wilayah Barru, Benteng, Makassar, Maros, Pangkajene dan Kepulauan, Parepare, Sungguminasa, dan Takalar.

Suhu udara : 19 sampai 30°C, kelembapan udara : 70 sampai 95 persen dengan kecepatan angin : Barat – Barat Laut / 10 – 50 km/jam.

Selain itu, BMKG juga mengingatkan untuk waspada Moderate Sea (Gel. 1.25 – 2.5 m) terjadi di Perairan Pare-Pare, Perairan Spermonde Pangkep, Perairan Spermonde Makassar, Teluk Bone.

Rough Sea (Gel. 2.5 – 4.0m) Terjadi di Selat Makassar bagian selatan, Perairan Sabalana, Perairan Kep. Selayar, Perairan P. Bonerate – Kalaotoa bagian utara, Perairan P. Bonerate – Kalaotoa dan Laut Flores.

Ini 11 Kabupaten di Sulsel Terdampak Cuaca Ekstrim

KabarMakassar.com — Memasuki awal tahun 2020, beberapa kota di Indonesia harus merasakan dampak dari cuaca ekstrim. Salah satunya di wilayah provinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) porovinsi Sulawesi Selatan setidaknya ada 11 kabupaten di Sulawesi Selatan yang terdampak cuaca ekstrim.

“Ada 11 kabupaten yang melaporkan sebagai terdampak dan mengalami bencana akibat dampak cuaca buruk,” ungkap Syamsibar Selasa,(7/1).

Data BPBD Sulsel melansir 11 kabupaten terdampak bencana cuaca ekstrem diantaranya Tana Toraja, Toraja Utara, Barru, Bulukumba, Pinrang, Jeneponto, Enrekang, Pangkep, Soppeng, Sidrap, Maros.

Sementara diketahui dan diberitakan sebelumnya jika ada dua wilayah di Sulsel juga yang terdampak, namun belum terdata di BPBD Sulsel yakni Kota Makassar dan juga Parepare, dimana kedua kota tersebut diterpa anging kencang yang membuat sejumlah rumah warga rusak dan akibat atap rumah beterbangan tertiup angin. Bahkan sebagian di jalan-jalan juga mengalami pohon tumbang.

Wilayah yang terdampak pertama yakni Kabupaten Tanah Toraja terjadi bencana longsor yang diakibatkan intensitas hujan yang tinggi, laporan korban tidak ada namun kerusakan bronjong pengaman jalan longsor.

Kabupaten Toraja Utara juga terdepak bencana longsor, yang juga diakibatkan intensitas curah hujan yang cukup tinggi. Laporan yang masuk pada BPBD SulSel, tidak ada korban dari kejadian ini namun, dilaporkan 1 unit kantor kantun poya mengalami rusak berat, 1 unit puskesmas rusak sedang dan 1 unit Taman Kanak-kanak Rusak sedang.

Sementara itu di Kabupaten Barru terjadi angin kencang dan tanah longsor. Angin kencang terjadi di dua kecamatan yaitu di kecamatan Barru, dan kecamatan Mallusetasi. Terlaporkan 1 KK 6 jiwa korban terdampak dari bencana ini, dimana masing-masing kecamatan satu unit rumah mengalami kerusakan ringan. Sementara bencana longsor terjadi di kecamatan Mallusetasi, tidak ada korban namun akibat longsor akses jalan tertutup.

Di Kabupaten Bulukumba terjadi angin kencang berdasarkan laporan yang masuk ke BPBD Sulsel tidak ada korban namun kerusakan terjadi di area perkebunan cengkeh.

Pinrang, terjadi angin kencang dilaporkan tidak ada korban namun dari kejadian ini, mengakibatkan setidaknya ada 153 rumah rusak.

Jeneponto dilaporkan terjadi angin puting beliung yang mengakibatkan 2 unit rumah rusak ringan dan sedang. Tidak ada korban jiwa dari kejadian ini. Tak hanya itu juga terjadi angin kencang di kabupaten ini, yang mengakibatkan 1 unit rumah rusak.

Enrekang juga harus merasakan dampak dari cuaca ekstrim, dimana kabupaten ini juga terjadi angin kencang yang mengakibatkan 1 unit rumah mengalami rusak sedang. Tidak ada korban.

Pangkep juga terjadi angin kencang dengan laporan kerusakan sedang yang terjadi pada 2 rumah.

Sementara di Kabupaten Maros, angin kencang yang terjadi di 5 kecamatan mengakibatkan 9 rumah mengalami kerusakan.

Angin kencang juga terjadi di kabupaten Soppeng yang terjadi di 2 kecamatan yang mengakibatkan setidaknya ada 64 KK menjadi korban terdampak dari bencana ini, 64 unit rumah rusak ringan dan 1 unit rumah rusak berat.

Angin kencang juga melanda kabupaten Sidrap yang mengakibatkan setidaknya 5 unit rumah mengalami rusak berat, 67 unit rusak ringan dan 13 unit rusak sedang. Dengan total 84 KK terdampak dari bencana ini.

Tercatat setidaknya sudah ada 20 kejadian berdasarkan laporan yang diterima BPBD akibat dampak cuaca ekstrim di Sulawesi Selatan. Masing-masing adalah 4 kejadian tanah longsor, 10 kejadian angin kencang, dan 6 laporan kejadian angin puting beliung.

Dimana dari 20 kejadian ini, setidaknya 345 rumah diinfokan mengalami kerusakan, 222 m jalan mengalami kerusakan, dan 5 kerusakan fasilitas umum.
“Jadi kerusakan yang dilaporkan ke kami ada 345 rumah, 222 m jalan, 5 fasilitas umum” tambah kepala BPBD Sulsel ini.

Saat ini seluruh kejadian telah ditindaklanjuti lanjuti oleh BPBD kabupaten setempat.

Sebelumnya, pemerintah provinsi Sulawesi Selatan mengaku telah menyiapkan Rp. 20 Milyar untuk situasi tanggap darurat.

“Anggaran 20 miliar, hampir sama tahun lalu ini bisa ditambah” ungkap Nurdin Abdullah.

BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Sulsel Diguyur Hujan Hari Ini

KabarMakassar.com — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan informasi prakiraan cuaca dengan memprediksi hujan ringan hingga sedang berpotensi turun di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan hari ini, Senin (7/1/2020).

Dilansir laman resmi BMKG Wilayah IV Makassar, seperti di pagi hari ini berpotensi berawan ringan di wilayah Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto, Pangkep, Barru, Pare-pare, Pinrang, Watansoppeng, Sidrap, Takalar, Gowa, Makassar, Maros dan Selayar.

Sama halnya untuk di siang hingga sore hari nanti hujan ringan berpotensi turun di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Sedangkan Hujan sedang meliputi wilayah Parepare, Barru, Pangkajene, Gowa, Maros, Makassar, Pinrang. Kecuali Berawan di wilayah Sengkang, Watampone.

Begitupun di malam hari nanti berpotensi hujan ringan seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Sedangkan hujan sedang meliputi wilayah Barru, Masamba, Malili, Belopa. Kecuali Berawan di wilayah Sengkangm Watampone, Jeneponto, Bantaeng.

Kemudian untuk dini hari esok juga berpotensi hujan ringan di wilayah Selayar, Takalar, Gowa, Makassar, Maros, Pangkep, Barru, Pare-pare, Pinrang, Watampone, Palopo, dan hujan sedang di wilayah Masamba, Malili serta Belopa.Suhu udara : 19 sampai 31 °C, kelembapan udara : 70 sampai 95 persen dengan kecepatan angin : Barat – Barat Laut / 10 – 50 km/jam.

Selain itu, BMKG juga mengingatkan untuk waspada Moderate Sea (Gel. 1.25 – 2.5 m) terjadi di Perairan Pare-Pare, Perairan Spermonde Pangkep bagian barat, Perairan Spermonde Pangkep, Perairan Spermonde Makassar bagian barat, Perairan Spermonde Makassar, Teluk Bone bagian utara, dan Teluk Bone bagian selatan.

Rough Sea (Gel. 2.5 – 4.0m) Terjadi di Selat Makassar bagian selatan, Perairan barat Kep. Selayar, Perairan Sabalana, Perairan timur Kep. Selayar, Laut Flores bagian utara, Laut Flores bagian barat, Perairan P. Bonerate – Kalaotoa bagian utara, Perairan P. Bonerate – Kalaotoa bagian selatan, dan Laut Flores bagian timur.