Wagub Dorong Pemuda Penggerak Kedaulatan Pertanian

KabarMakassar.com — Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, menghadiri launching Gerakan Korporasi Penanaman Jagung, Minggu, 26 Juli 2020. Penanaman jagung dilaksanakan di Desa Bila Riase, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap, dengan tema Penguatan Kelembagaan Pemuda dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani.

Andi Sudirman dalam sambutannya berharap, gerakan ini dapat mendorong pemuda untuk mengembangkan pertanian. Pilot project ini merupakan tindak lanjut dari Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi Petani.

“Gerakan ini mengamanatkan agar percepatan pengembangan kawasan dilakukan melalui kegiatan percontohan,” kata Andi Sudirman.

Ia mengungkapkan, kunci sukses kegiatan percontohan adalah kuatnya kelembagaan ekonomi petani untuk mengelola bisnis usaha tani secara berkelanjutan, dan untuk meningkatkan kualitas produksi.

“Pemuda akan melakukan pembinaan dan pendampingan petani guna meningkatkan kualitas produksi, pembinaan dalam pengelolaan kelembagaan ekonomi petani, fasilitasi alat dan mesin pra panen, pasca panen dan pengolahan, serta pembukaan akses terhadap modal dan pemasaran,” jelasnya.

“Kunci keberhasilan pilot project ini adalah kelembagaan petani,” sambungnya.

Turut hadir dalam kegiatan launching tersebut, Wakil Bupati Sidrap bersama para tokoh masyarakat, dan petani Sidrap.

Andi Sudirman dalam kesempatan ini juga berdiskusi bersama masyarakat dan petani mengenai permasalahan yang ada di lapangan.

Wagub Blusukan Edukasi Warga Gunakan Masker di Pasar

KabarMakassar.com — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, terus menggalakkan sadar penggunaan masker kepada masyarakat. Pentingnya penggunaan masker di tengah pandemi Covid-19 ini disampaikan Andi Sudirman saat melepas tim blusukan ke sejumlah titik dan pasar di Kota Makassar, Rabu, (24/6).

“Pakai masker ta’. Pokoknya kalau keluar rumah wajib pakai masker ta’,” imbau tim relawan, Haeruddin, kepada masyarakat.

Setiap melihat warga yang sedang berbelanja maupun pengayuh becak yang mangkal tanpa mengenakan masker, tim seketika menghentikan dan membagi masker yang dibawanya. Beberapa warga antusias untuk mendapat masker.

“Nanti kebagian semua. Jaga jarak, maskernya langsung dipakai. Nanti kalau sudah dipakai, bisa dicuci dan dipakai lagi,” imbuh Haeruddin.

Sementara, Sirna (43), pedagang Pasar Pabaeng-baeng, Kota Makassar, senang mendapatkan masker yang diketahui saat ini harganya mahal.

“Alhamdulillah dapat masker, bisa dipakai untuk melindungi diri. Kemarin-kemarin tidak pakai karena tidak punya. Ternyata dikasih tim dari Pak Wagub,” kata Sirna.

Sosialisasi dan pembagian masker kini menjadi prioritas Wagub Andi Sudirman Sulaiman semenjak Covid-19 mewabah di provinsi yang dipimpinnya. Dia aktif berkeliling dan membagikan masker serta bantuan.

“Semoga kesadaran kita bersama meningkat serta ketegasan semua elemen nyata di lapangan. Kita kirim tim untuk menjadi stimulan bagi semua turun ke lapangan mengedukasi masyarakat. Masalah disiplin tidak bisa selesai di tatanan statement, perlu turun mengedukasi dan membagi masker sebagai solusi langkah persuasif,” kata Andi Sudirman.

Ia menambahkan, memakai masker merupakan salah satu cara mudah untuk mencegah penyebaran virus corona. Dengan memakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan, maka masyarakat akan terhindar dari virus yang telah menjadi pandemi itu.

60 Persen Tenaga Kesehatan di Sulsel Sembuh dari Covid-19

KabarMakassar.com — Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sulsel, Prof. Dr.dr Syafri Kamsul Arif, memastikan, dari 70 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) yang terpapar virus Covid-19, sebanyak 60 persen sudah dinyatakan sembuh total. Prof Syafri menjelaskan, dari 70 orang yang positif sebelumnya merupakan akumulasi dari jumlah positif sejak bulan Maret 2020 lalu.

“Sebenarnya itu akumulatif sejak Maret, jadi bukan dari satu waktu. Dan dari 70 yang di media itu, sekitar 40 dari 70 itu sudah sembuh sempurna,” ungkap Prof Syafri, di Hotel Swiss Bell Hotel, Senin, (22/6).

Menurut Jubir sekaligus Direktur RS Pendidikan Unhas Makassar ini, sampai saat ini tidak ada perkembangan yang sedang, berat dan berat untuk Nakes.

“Jadi tidak ada yang berkembang menjadi keadaan sedang, berat, bahkan kritis. Kita harapkan yang berkembang saat ini bisa seperti demikian. Klasifikasi kedua terkait hanya tinggal dua itu tidak benar. Bahwa mungkin terbalik, yang saat ini memang dua dokter kita yang terkena di IRD,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof Syafri menjelaskan, sampai saat ini dari 45 ventilator yang dimiliki RS rujukan Covid-19 di Sulsel, baru terhitung dua ventilator yang terpakai.

“Per hari ini baru dua ventilator yang terpakai dengan kapasitas kita sekitar 45 ventilator,” terangnya.

Sampai saat ini RS yang bisa merawat pasien dengan mengunakan ventilator, antara lain RS Wahidin, RS Siloam, RS Dadi, RS Sayang Rakyat dan RS Daya.

“Yang merawat pasien ventilator Wahidin, kemudian di sini, ada Siloam ada Dadi, Sayang Rakyat, Daya ada satu dua dan itu semua sudah melewati fase-fase kritis,” pungkasnya.

JK Minta Warga Sulsel Tak Anggap Enteng Covid-19

KabarMakassar.com — Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla (JK) meminta agar masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak menganggap enteng soal pandemi Covid-19 ini.

“Jangan dianggap enteng ini masalah. Di dunia ini sudah delapan juta dalam waktu beberapa bulan. Di kita naiknya sangat luar biasa,” tegas JK di Posko Covid-19 Manunggal, Rabu (17/6).

Menurut JK, dalam mengurangi dan menyelesaikan masalah Covid-19 ini, pertama kita harus cepat dan tegas agar masyarakat menjaga dirinya, waspada terus, dan menjaga lingkungannya.

“Pemerintah bersama-sama PMI mengintervensi untuk memastikan virus itu dimanapun itu tempatnya, untuk mengurangi korbannya itu yang kita bicarakan,” ungkap JK.

Sesuai instruksi dari Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo, agar diperketat lagi semuanya.

“Kita harus bersama-sama, termasuk media untuk mengedukasi kepada masyarakat untuk tetap menjaga diri, tetap pakai masker, tetap jaga jarak, tetap cuci tangan, terus menerus untuk menghindari itu,” pesannya.

Pemkab Gowa Jemput 14 TKI dari Malaysia

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menjemput 14 Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah (TKIB) Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Gowa di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Minggu (13/6).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gowa, Syamsuddin Bidol mengatakan sebanyak 14 TKI asal Kabupaten Gowa yang terdiri dari 10 orang laki-laki dan 4 orang perempuan ini dideportasi oleh Pemerintah Malaysia bersama 1.972 TKI lainnya asal Indonesia karena bermasalah.

“Karena pemerintah Malaysia secara berkala telah melakukan deportasi atau repatriasi pekerja migran Indonesia atau TKI bermasalah ke Indonesia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong Provinsi Kalimantan Barat sejak Januari sampai Mei 2020,” kata Syamsuddin.

Sebelum tiba di Makassar, 14 TKIB asal Kabupaten Gowa sebelumnya telah dikarantina di Pontianak Provinsi Kalimantan Barat. Para TKIB ini sudah menjalani rapid test dan swab sebelum dikembalikan ke daerah masing-masing sehingga dinyatakan bebas dari Covid-19.

Walaupun demikian, kata Syamsuddin Bidol, penjemputan di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar tetap menerapkan protokol kesehatan. Penjemputan melibatkan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Gowa.

Sampai di Kabupaten Gowa, 14 TKIB ini akan kembali dilakukan pemeriksaan kesehatan sebelum kembali ke desa dan kecamatan masing-masing. Sementara yang sakit akan menjalani perawatan sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing.

“Setelah melakukan penjemputan di Bandara Sultan Hasanuddin maka oleh Kadis Kesehatan atas petunjuk Bapak Bupati, sesuai dengan protokol kesehatan itu dilakukan pemeriksaan di Puskesmas Somba Opu oleh tim Dinas Kesehatan,” jelasnya.

Syamsuddin berharap para TKIB ini betul-betul sehat sebelum dijemput oleh para camat, kepala desa dan lurah bersama jajarannya untuk diantar kembali ke rumah masing-masing.

“Selanjutnya akan terus dibawa pemantauan dan pengawasan oleh tim Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas serta dikarantina secara mandiri selama 14 hari. Selama 14 hari ini kita akan berikan sembako, supaya mereka betul-betul tinggal isolasi mandiri selama 14 hari ini,” tambahnya.

Pada tempat terpisah, Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Sulawesi, Andi Fitriana menyebutkan secara keseluruhan jumlah PMIB/TKIB deportasi Malaysia asal Sulsel sebanyak 61 orang. Namun yang dapat dipulangkan dari Pontianak sebanyak 55 orang.

“Karena setelah dilakukan pemeriksaan swab, tiga orang positif, satu orang melahirkan dan yang lain menunggu keluarga masing-masing,” jelasnya.

Fitriana menambahkan para TKI asal Indonesia termasuk dari Sulsel ini merupakan TKI ilegal atau bermasalah sehingga dideportasi oleh pemerintah Malaysia. Sebelum dipulangkan ke Indonesia melalui PLBN Entikong, para warga negara Indonesia ini sudah menjalani hukuman penjara di Malaysia karena PMIB/TKIB.

Pesan Ustad Das ad di Halal Bihalal Gubernur dengan Alumni Jepang

KabarMakassa.com — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, mengikuti halal bihalal Perhimpunan Alumni Dari Jepang (Persada) Sulsel, Rabu malam, (3/6).

Alumni program doktoral S3 Kyushu University Jepang dan juga Ketua Persada Sulsel Periode 2020-2024 menghadiri silaturahmi dalam bentuk virtual. Hadir juga ustadz Das’ad Latief memberikan tauziah. Di Sulsel, terdapat 270 anggota.

“Kami menyampaikan terima kasih seluruh anggota Persada yang ikut halal bihalal malam ini. Dalam kondisi pandemi Covid-19, tentu kita tidak bisa bersama-sama melaksanakan halal bihalal kecuali melalui virtual ini,” kata Nurdin Abdullah.

Pada pandemi Covid-19 ini, kata Nurdin Abdullah, merupakan pengalaman pertama, dan merasakan betul kondisi dunia betapa pandemi ini tidak hanya menggerogoti kesehatan tetapi juga ekonomi. Momentum halal bihalal merupakan momentum saling menguatkan, menopang dan bersatu padu untuk menghadapi masa sulit.

Anggota Persada memiliki profesi yang berbeda-beda, termasuk yang memiliki profesi di bidang kesehatan. Mereka telah berbuat banyak dalam menolong penanganan Covid-19 ini.

“Saya sangat berharap, bahwa kontribusi kita dalam rangka mendukung pemutusan Covid-19 ini, mudah-mudahan Persada bisa mengambil peran. Saya memohon dengan sangat kita bersatu padu dan bergotong royong,” terangnya.

Termasuk dalam bidang ekonomi, di Sulsel sendiri, akibat pandemi Covid-19, setidaknya terdapat warga yang masuk dalam kelas kemiskinan baru sekira 25 ribu orang.

Sementara, Das’ad Latief dalam pesan tauziahnya mengingatkan agar tidak berlaku sombong, dan menghadiri halal bihalal merupakan bentuk silaturahmi. Ia kemudian memaparkan hal-hal penyebab datangnya sikap sombong, yang bisa hadir dalam diri seseorang, termasuk dalam diri pejabat atau seorang ilmuan. Diantaranya, bertambahnya ilmu dan tidak menerima perbedaan pendapat atas perbedaan.

“Termasuk masih muda misalnya, belum umur 40 tahun sudah jadi professor. Teman kuliahnya di Jepang sudah mulai dicuekin, padahal dulu sama-sama makan mi instan. Merasa punya ilmu cepat melaju, akhirnya kawan kita menjauh,” tuturnya.

Hal lainnya yaitu sombong karena pangkat dan jabatan dan harta. “Makanya, tidak boleh orang sombong karena sesuatu, karena pangkat, jabatan dan harta. Karena sombong sangat dibenci oleh Allah SWT,” pesannya.

Sudah 168 Orang, Ini Data Sebaran Pasien Positif Covid-19 di Sulsel

KabarMakassar.com — Jumlah pasien di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19 bertambah sebanyak 33 orang. Dengan begitu, hingga Jumat (10/4) pukul 21:12 Wita, total jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel tercatat sudah sebanyak 168 orang (131 dirawat, 23 sembuh, 14 meninggal).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, dr. Muhammad Ichsan Mustari mengatakan, berdasarkan sebaran daerah domisili, 33 pasien baru yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 ini berasal dari Makassar, Maros, Enrekang, dan Pinrang.

“27 pasien berasal dari Kota Makassar, 4 dari Maros, 1 dari Enrekang, dan 1 dari Pinrang,” terang Ichsan.

Sementara untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat sebanyak 346 orang (232 dirawat, 92 sehat, 22 meninggal). Sedangkan untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 2.581 orang (1.648 proses pemantauan, 933 selesai pemantauan).

Sebelumnya, Ichsan memang sudah memprediksi jika jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel, khususnya Kota Makassar, akan terus bertambah. Hal ini didasarkan pada perilaku sebagian warga yang masih tak mengindahkan imbauan pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, melakukan social distancing, physical distancing, hingga menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Pergerakan masyarakat (khususnya di Makassar) sampai hari ini masih banyak, dan tidak ada perubahan sikap perilaku warga untuk mau menuruti imbauan pemerintah. Tetap banyak yang berada di luar rumah dan berkumpul. Ini kendala utama dalam penanganan Covid-19 di Sulsel. Kalau seperti ini, angka-angka ini (jumlah kasus) akan terus meningkat,” ujarnya.

Padahal menurut Ichsan, keberhasilan pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 sangat tergantung dari kedisplinan dan kekompakan seluruh elemen masyarakat untuk menjalankan imbauan-imbauan yang sudah disampaikan oleh pemerintah.

“70 sampai 80 persen angka penyebaran Covid-19 itu bisa ditekan dengan caara melakukan physical distancing. Itu cara paling efektif,” ucapnya.

Sekadar diketahui, jumlah total 168 kasus positif Covid-19 di Sulsel ini sudah melampaui jumlah kasus positif Covid-19 di Jawa Tengah (Jateng) yang sampai hari ini tercatat sebanyak 144 kasus.

Saat ini, Sulsel berada di urutan ke-5 dari total 34 provinsi di Indonesia dengan jumlah kasus positif Covid-19 terbanyak. Di atas Sulsel ada DKI Jakarta (1.753 kasus), Jawab Barat (388 kasus), Jawa Timur (256 kasus), dan Banten (243 kasus).

Khusus untuk di Sulsel, berdasarkan data yang dirilis di laman https://covid19.sulselprov.go.id/, total jumlah 168 pasien positif Covid-19 tersebut tersebar di Makassar (110 kasus); Gowa (18 kasus), Maros (16 kasus); Sidrap (13 kasus); Pinrang (3 kasus); Takalar (2 Kasus); Enrekang (2 kasus); Luwu Timur (1 kasus); Bulukumba (1 kasus); Pangkep (1 kasus); dan Luwu (1 kasus).

Bertambah 2, Pasien Positif Covid-19 di Sulsel jadi 4 Orang

KabarMakassar.com — Jumlah pasien yang dinyatakan positif terjangkit Virus Coriona (Covid-19) di Sulsel bertambah 2 orang. Dengan begitu, sampai Selasa (23/3) sore, total jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel sudah berjumlah 4 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, dr Ichsan Mustari mengatakan, tambahan 2 pasien positif ini masing-masing pasien 309 dan pasien 557.

dr Ichsan menjelaskan, untuk Pasien 309 merupakan warga Kota Makassar yang dirawat dan diperiksa swab di Jakarta. Hasilnya dinyatakan positif terjangkit Covid-19.

“Yang bersangkutan kemudian dirujuk ke Makassar sesuai prosedur yang ditetapkan oleh Kemenkes. Karena yang bersangkutan ini memang tinggal (warga) Makassar. Sampai di Makassar, dia ke RS Wahidin untuk diperiksa, dan karena keadaannya sudah tidak ada gejala-gejala lagi, makanya dia diputuskan untuk isolasi mandiri di rumah. Jadi tidak dirawat lagi di Makassar,” kata Ichsan melalui video konferensi, Selasa (24/3) sore.

Sementara untuk pasien 557, lanjut Ichsan, saat ini yang bersangkutan sementara dirawat di RSUD Andi Makkasau Parepare.

Menurut Ichsan, pasien 557 ini memiliki riwayat baru pulang dari menunaikan ibadah umrah pada tanggal ada tanggal 24 Februari sampai 8 Maret 2020. Setelah pulang, yang bersangkutan mengalami demam dan batuk. Tanggal 16 Maret, pasien tersebut dirawat di RS Fatimah Parepare. Kemudian tanggal 17 Maret dirujuk ke RSUD Andi Makkasau Parepare dengan keluhan batuk, demam dan sakit kepala.

“Tanggal 17 itu dia masuk ke RSUD Andi Makkassau, dan dilakukan pengambilan sampel atau spesimennya. Yang bersangkutan kemudian dinyatakan positif Covid-19 pada tanggal 24 Maret. Pasien 557 ini merupakan warga Pinrang, tetapi dirawat di RSUD Andi Makkasau Parepare,” terang Ichsan.

dr Ichsan menegaskan, Pemerintah Provinsi Provinsi dan pemerintah kabupaten kota di Sulsel sangat serius melakukan penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 ini.

“Tim kita terus bekerja untuk melakukan pelacakan atau contact tracing terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan pasien positif. Kita juga terus mengimbau masyarakat untuk melakukan social distancing atau phsyical distancing. Pasalnya, hanya dengan ini kita bisa melakukan pemutusan mata rantai penularannya,” imbaunya.

Sekadar diketahui, berdasarkan data terbaru yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemrintah Provinsi Sulsel, hingga Selasa (24/3) pukul 14:46 WITA, tercatat jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 149, (113 pemantauan, 36 selesai pemantauan) 54 PDP (7 sehat, 47 masih dirawat); Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 54 orang (7 sehat, 47 masih dirawat); sedangkan pasien positif Covid-19 jumlahnya bertambah menjadi 4 orang (1 meninggal, 1 isolasi mandiri di rumah, 2 di rawat di RS).

Pricilia Carla Yules Miss Indonesia Pertama Asal Sulsel

KabarMakassar.com — Finalis asal Sulsel, Pricilia Carla Yules dinobatkan sebagai Miss Indonesia pada malam puncak kontes kecantikan Miss Indonesia ke-16 tahun 2020 yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Kamis, 20 Februari 2020, kemarin.

Dengan prestasi ini, Pricilia Carla Yules juga menjadi perempuan pertama asal Sulsel yang menjadi Miss Indonesia selama ajang kontes kecamtikan itu digelar.

Carla sapaan akrabnya, merupakan perempuan kelahiran Surabaya, 8 Juli 1996. Ia menempuh pendidikan di William Angliss Institute, Melbourne, Australia, jurusan Hospitality Management – Patisserie pada 2018.

Pada proses penilaian, perempuan cantik wakil Sulsel yang memiliki keterampilan memasak ini sempat membuat para juri kagum dengan segudang pengalaman yang dimilikinya. Dimana pada tahun 2016 lalu, ia menjadi relawan untuk menyajikan makanan untuk para penghuni homeless shelter di Melbourne.

Selain itu, perempuan yang memiliki hobby traveling ini juga aktif mempromosikan makanan, budaya, warisan alam dan satwa liar, serta keindahan alam yang dimiliki Sulsel.

Semasa karantina di Miss Indonesia 2020, Carla juga memenangkan fast track Miss Indonesia 2020 di kategori Nature, Beauty, and Fashion.

Setelah dinobatkan sebagai Miss Indonesia 2020, Carla selanjutnya akan mewakili Indonesia untuk bersaing dengan perempuan cantik dari seluruh dunia di ajang World 2020.

Carla pun berjanji dan mengaku siap untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia.

“Saya akan membawa nama Indonesia dengan baik ke ajang Miss World 2020,” kata Carla, saat ditemui saat acara Farewell Lunch Miss Indonesia 2020 di Fairmont Hotel, Senayan, Jakarta, Jumat (21/2) kemarin.

Sebelumnya, Chairwoman of Miss Indonesia Organization (MWO) yang juga merupakan Ketua Dewan Juri Liliana Tanoesoedibjo menyebut, Carla sebagai sebagai peserta Miss Indonesia 2020 yang memiliki paket komplet dan memang sangat layak mewakili Indonesia di Miss World 2020.

“Carla Yules memang layak untuk menang. Karena dia punya paket yang komplet. Selama masa karantina dan hari ini, semua juri telah menilai dia dengan baik,” kata Liliana.

Sulsel Terima Rp844 M Lebih Dana Bantuan PKH Tahun 2020

KabarMakassar.com — Provinsi Sulsel menerima dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk tahun 2020 sebesar Rp844,43 miliar, yang diperuntukkan bagi sebanyak 468.900 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 24 kabupaten/kota.

“Di 34 provinsi dengan 514 kabupaten/kota dengan indeks bantuan Rp27,360 triliun, khusus untuk Sulsel menerima Rp844,43 miliar untuk total 468.900 Keluarga Penerima Manfaat di seluruh kabupaten kota,” kata Direktur Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial RI, Edi Suharto, di sela kegiatan peresmian Loka Rehabilitasi Sosial Korban Napza dan HIV di Kabupaten Takalar, Rabu (12/2).

Nilai bantuan ini, kata dia, meningkat dari sebelumnya yang sebesar Rp110 ribu per keluarga menjadi Rp150 ribu untuk tiap keluarga setiap satu bulan.

Menurut Edi, peningkatan jumlah bantuan ini juga merupakan bagian dari upaya menekan angka stunting seluruh daerah di Indonesia.

“Program sembako ini diharapkan dapat mengurangi stunting di Indonesia,” jelasnya.