Adnan: SSA di Sungguminasa Hanya Berlaku di Jam Tertentu

KabarMakassar.com — Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menegaskan, penerapan Sistem Satu Arah (SSA) di beberapa ruas jalan di wilayah Kota Sungguminasa yang menjadi upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa untuk mengatasi kemacetan di wilayah tersebut tidak diberlakukan secara full 24 jam setiap hari, melainkan hanya pada jam-jam tertentu.

“Hari Sabtu dan Minggu tidak perlu dilakukan pemberlakuan satu arah, tetap dua arah. Hanya untuk hari Senin sampai hari Jumat saja diberlakukan sistem satu arah, itu pun dari jam 6 pagi hingga jam 6 sore. Malam harinya kembali diberlakukan sistem dua arah,” kata Adnan, saat memberikan arahan pada upacara bendera di Kantor Bupati Gowa, Senin (2/1) pagi tadi.

Adnan menjelaskan, penerapan SSA tersebut tak lain adalah untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Gowa, dan telah melalui hasil kajian yang dilakukan konsultan tranportasi untuk mengurai kemacetan.

“Karena mengurai kemacetan itu tidak bisa kita lakukan hanya melihat secara kasat mata di depan kita saja. Kita tidak hanya mengurai kemacetan yang ada di depan kita, tetapi juga harus memperbaiki sekelilingnya,” ujarnya.

“Saya dengar informasi sebentar ada demo terkait sistem satu arah. Saya tidak akan mencabut aturan yang berkaitan dengan sistem satu arah. Ini untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Gowa bukan untuk kepentingan pribadi, bukan untuk kepentingan golongan,” tegasnya.

Kedepan, kata dia, wilayah Sungguminasa khususnya Jalan Masjid Raya akan semakin ramai dengan hadirnya usaha-usaha rumah makan maupun tempat nongkrong dengan lahan parkir yang minim, sehingga dibutuhkan manajemen rekayasa lalu lintas dengan SSA.

Apalagi, lanjut Adnan, dalam waktu dekat ini Ruang Terbuka Hijau (RTH) Syekh Yusuf Discovery yang dapat menampung ribuan pengunjung juga akan diresmikan.

“Kalau tidak diatur dari sekarang, pasti akan macet. Makanya kita harus atur dari sekarang. Bayangkan kalau seperdua dari 4.000 saja yang bawa kendaraan roda dua dan roda empat, maka ada sekitar dua ribu kendaraan yang akan datang. Kalau parkir di dua sisi baru kemudian dua jalur, dimana orang bisa lewat di depan kantor bupati ini,” pungkasnya.

Bupati Adnan Tegaskan Penerapan SSA untuk Kepentingan Masyarakat

KabarMakassar.com — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, penerapan sistem satu arah (SSA) di beberapa ruas jalan di wilayah Kota Sungguminasa merupakan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa untuk mengatasi kemacetan di wilayahnya.

Adnan menegaskan, penerapan SSA ini adalah untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Gowa, dan telah melalui hasil kajian yang dilakukan konsultan tranportasi untuk mengurai kemacetan.

“Karena mengurai kemacetan itu tidak bisa kita lakukan hanya melihat secara kasat mata di depan kita saja. Kita tidak hanya mengurai kemacetan yang ada di depan kita, tetapi juga harus memperbaiki sekelilingnya,” kata Adnan, saat upacara bendera di Halaman Kantor Bupati Gowa, Senin (2/3).

“Saya dengar informasi sebentar ada demo terkait sistem satu arah. Saya tidak akan mencabut aturan yang berkaitan dengan sistem satu arah. Ini untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Gowa bukan untuk kepentingan pribadi, bukan untuk kepentingan golongaan,” tegasnya.

Kedepan, kata dia, wilayah Sungguminasa khususnya Jalan Masjid Raya akan semakin ramai dengan hadirnya usaha-usaha rumah makan maupun tempat nongkrong dengan lahan parkir yang minim, sehingga dibutuhkan manajemen rekayasa lalu lintas dengan SSA.

Apalgi, lanjut Adnan, dalam waktu dekat ini Ruang Terbuka Hijau (RTH) Syekh Yusuf Discovery yang dapat menampung ribuan pengunjung juga akan diresmikan.

“Kalau tidak diatur dari sekarang, pasti akan macet. Makanya kita harus atur dari sekarang. Bayangkan kalau seperdua dari 4.000 saja yang bawa kendaraan roda dua dan roda empat, maka ada sekitar dua ribu kendaraan yang akan datang. Kalau parkir di dua sisi baru kemudian dua jalur, dimana orang bisa lewat di depan kantor bupati ini,” jelasnya.

Terkait pemberlakukan SSA yang saat ini sudah berjalan, Adnan meminta agar tidak diberlakukan secara full, tetapi berlaku mulai pukul 06.00 WITA pagi hingga pukul 18.00 WITA.

Sedangkan untuk malam hari, kembali diberlakuan sistem dua arah. Sementara untuk Sabtu dan Minggu, kembali diberlakukan sistem dua arah.

“Hari Sabtu dan Minggu tidak perlu dilakukan pemberlakuan satu arah, tetap saja pada dua arah. Hanya untuk hari Senin sampai hari Jumat saja berlakukan sistem satu arah dari jam 6 pagi hingga jam 6 sore,” ujarnya.