Kasus Covid-19 Masih Terus Bertambah, Jubir Pemerintah: Lebih Aman di Rumah

KabarMakassar.com — Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengumumkan adanya peningkatan jumlah pasien positif Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh,

Yurianto mengatakan, hingga Kamis (2/4) pukul 12.00 WITA, jumlah pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh totalnya sudah sebanyak 112 orang.

“Ada tambahan 9 pasien lagi yang sudah sembuh, sehingga total menjadi 112 pasien,” kata Yiruanto, saat menyampaikan keterangan pers terkait perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia, di Gedung BNPB, Jakarta, Kamis (2/4).

Namun, tak hanya angka pasien sembuh yang bertambah. Jumlah kasus positif juga dan angka kematian juga masih terus mengalami peningatan.

umlah pasien positif terinfeksi Virus Corona (Covid-19) di Indonesia, per Kamis (2/4), mencapai 1.790 kasus. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 170 jiwa, dan angka yang sembuh 112 orang.

“Ada penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 113, sehingga jumlah total pasien yang terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19 menjadi 1.790 orang. Laporan jumlah kematian dari pasien positif juga bertambah sebanyak 13 orang. Sehingga jumlah kematian menjadi 170 orang,” terangnya.

Olehnya itu, Yurianto meminta masyarakat untuk disiplin dalam mengikuti imbauan pemerintah untuk tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak, menerapkan social distancing dan physical distancing, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Di rumah lebih aman. Tetap selalu ikuti imbauan pemerintah untuk beraktivitas, bekerja dan beridah di rumah. Lakukan social distancing dan physical distancing,” ujarnya.

Pemkot Perpanjang Distancing Learning Hingga 17 April

KabarMakassar.com — Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb memperpanjang Distancing Learning atau belajar jarak jauh hingga 17 April mendatang. Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi penyebaran dan penanggulangan Covid-19.

Iqbal mengatakan keputusan ini diambil menyusul Surat Edaran (SE) Gubernur Sulsel nomor 443.2/2181.DISDIK tahun 2020 tentang Perpanjangan Masa Belajar di Rumah pada Pendidikan SMA/MA, SMP/MTS sederajat dan SLB Negeri dan Swasta se-Sulsel.

“Kita juga cermati perkembangan yang terjadi dan memang belum memungkinkan untuk dilakukan aktifitas belajar mengajar di sekolah. Solusi terbaik tetap meminta anak didik untuk belajar di rumah, sambil berharap virus ini cepat berlalu,” kata Iqbal, Senin (30/3).

Ia mengatakan penjelasan mengenai perpanjangan belajar jarak jauh di Kota Makassar itu tertuang dalam SE yang ditandatangani tertanggal 30 Maret 2020 dengan nomor 440/129/S.Edar/Disdik/III/2020 mengenai Tindak Lanjut pencegahan Penularan Covid-19 di Kota Makassar.

“Pelaksanaan proses belajar di rumah bagi peserta didik serta bekerja dari rumah bagi guru dan tenaga kependidikan di Makassar pada seluruh jenjang pendidikan formal TK/RA, SD/MI dan SMP/MTs negeri dan swasta serta jenjang pendidikan non formal pada PAUD, SPNF dan PKBM diperpanjang dari tanggal 1 April hingga 17 April 2020,” jelasnya.

Menurutnya, melanjutkan proses belajar mengajar menggunakan model daring dari rumah masing-masing peserta didik melalui penugasan terpimpin yang dikoordinasikan oleh masing-masing guru dan atas pendampingan orang tua sesuai dengan ketersediaan aplikasi yang dapat digunakan.

“Guru dan tenaga kependidikan melakukan tugas piket secara bergiliran kecuali yang berusia di atas 50 tahun, wanita yang sedang mengandung dan atau memiliki riwayat penyakit kanker, darah tinggi, gangguan ginjal atau diabetes agar melaksanakan tugas dari tempat tinggal masing-masing,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, dalam SE itu juga dipesankan agar senantiasa menjaga lingkungan tetap higienis, menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Dan tentu saja terus menerus menyerukan kepada orang tua peserta didik agar mengawasi anak-anaknya untuk tetap berada di rumah dan melakukan social distancing,” pungkasnya.

Pemkot Makassar Gelar Pelantikan Pejabat di Tengah Gencarnya Imbauan Social Distancing

KabarMakassar.com — Sejak mewabahnya Virus Corona (Covid-19), seluruh jajaran pejabat pemerintahan mulai dari tingkat pusat sampai ke daerah termasuk Kota Makassar, tak henti-hentinya menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak mengadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Tapi ironisnya, di tengah gencarnya imbauan kepada masyarakat baik secara langsung maupun melalui surat edaran untuk melakukan sosial distancing atau physical distancing dan tidak menggelar kegiatan yang melibatkan banyak orang, Pemerintah Kota Makassar malah menggelar pelantikan 23 pejabat eselon III.

Pelantikan para pejabat eselon III yang dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kota Makassar, Muh Anshar ini ddigelar di Ruang Rapat Sekda kota Makassar, di Lantai 9 Kantor Walikota Makassar, Selasa (24/3). Hal ini pun menjadi sorotan dari banyak pihak.

Penjabat Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb berdalih, pelantikan ini tidak menghadirkan orang banyak, sehingga tak menjadi masalah.

“Makanya tadi hanya sedikit yang hadir. Kita tidak mengundang, dan mereka juga dibuatkan jarak aman. Jadi tidak saling berdekatan,” kata Iqbal.

Iqbal menjelaskan, pelantikan ini bukanlah mutasi. Akan tetapi pengisian kekosongan pejabat di lingkup Pemerintah Kota Makassar.

“Ini hanya pengisian jabatan kosong, tidak ada mutasi,” ujarnya.

Berikut nama-nama pejabat yang dilantik:

  1. Andi Ardhi Rahadian Sulham (Camat Makassar)
  2. Andi Asminullah (Camat Rappocini)
  3. Syarifuddin Saleh (Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Kota Makassar)
  4. drg Hasni (Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kota Makassar)
  5. Iswadi (Kabag Keuangan Setda Kota Makassar)
  6. Muh Fuad Azis (Kabag Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Makassar)
  7. Jabbar sebagai (Kepala Bagian Persidangan Sekretariat DPRD Kota Makassar)
  8. Andi Rahmat (Sekretaris BPKAD Kota Makassar)
  9. Akbar Gobel (Kepala Bagian Pelayanan Masyarakat RSUD Kota Makassar)
  10. Husaini Salam (Kabid Penegakan Perda Satpol PP)
  11. Saenal Abidin (Kabid Persampahan Limbah B3 & peningkatan Kapasitas DLH)
  12. Andi Pattiroi (Sekcam Biringkanaya)
  13. Syahidudin Muchtar (Sekcam Bontoala)
  14. Patahulla (Sekcam Mariso)
  15. M Rizal Zain R (Sekcam Mamajang)
  16. Reskianto Mulyawan Hafid (Sekcam Makassar)
  17. Yudistira Ekaputra Nugraha (Sekcam Manggala)
  18. Andi Eldi Indra Malka (Sekcam Tamalate)
  19. Daud (Sekcam Tamalanrea)
  20. Amirai HM (Sekcam Ujung Pandang)
  21. Saiful (Sekcam Ujung Tanah)
  22. Syamsul (Sekcam Panakkukang)
  23. Andi Musjarafah Baso Lewa (Sekcam Wajo)

Pelindo IV Terapkan Social Distancing di Wilayah Kerjanya

KabarMakassar.com – Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) mulai menerapkan social distancing di kantor pusat, seluruh cabang, anak perusahaan, Strategic Business Unit (SBU), dan di seluruh area pelabuhan kelolaan.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang mengatakan, penerapan itu dimulai dengan pemasangan stiker pembatas social distancing di sekitar area Pelabuhan Makassar mulai Rabu (18/3) kemarin.

“Ini bertujuan untuk mengurangi interaksi dan juga mengurangi kontak tatap muka langsung dengan orang lain,” jelas Farid.

Farid menuturkan, saat ini di seluruh area Pelabuhan Makassar sudah dilakukan pemasangan stiker pembatas social distancing. Terutama di loket pemeriksaan tiket, lokasi pedagang kaki lima (K5), hingga di terminal penumpang dan garbarata atau jembatan penghubung antara terminal penumpang dengan pintu masuk kapal.

Tak hanya itu, kata dia, di depan pintu dan di dalam lift yang ada di kantor pusat juga saat ini sudah ada stiker pembatas social distancing.

“Untuk antrean di depan lift, dibatasi hanya boleh 4 orang. Begitu juga yang berada di dalam lift, hanya bisa 4 orang dan masing-masing menghadap ke dinding lift, tidak boleh saling bertatap muka langsung,” terangnya.

Farid berharap, upaya ini bisa mengurangi penyebaran Virus Corona atau Covid-19 yang kini sudah menjadi wabah pandemi.

“Paling tidak di lingkungan karyawan Pelindo IV,” ujarnya.

Sekedar diketahui, social distancing adalah tindakan mengurangi jumlah aktivitas di luar rumah dan interaksi dengan orang lain, termasuk mengurangi kontak tatap muka langsung. Langkah ini termasuk menghindari pergi ke tempat-tempat yang ramai dikunjungi, seperti supermarket, bioskop dan stadion.

Bila seseorang dalam kondisi yang mengharuskannya berada di tempat umum, setidaknya perlu menjaga jarak sekitar 1,5 meter dari orang lain.